1 Thessalonians 2:4 — Compare Translations

11 translations compared side by side

Indonesian (Alkitab Terjemahan Baru)
Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak untuk mempercayakan Injil kepada kami, karena itulah kami berbicara, bukan untuk menyukakan manusia, melainkan untuk menyukakan Allah yang menguji hati kita.
Indonesian AGS (Alkitab Gratis untuk Semua)
Sebaliknya, kita mendapat persetujuan Allah atas apa yang kita katakan — Dia mempercayakan kita untuk membagikan kabar baik. Kami tidak berangkat untuk menyenangkan orang, tetapi Allah. Dialah yang menilai motif kita.
Indonesian AMD 2021 (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Sama sekali tidak! Justru, kami melakukannya karena Allah telah mempercayakan Kabar Baik itu kepada kami untuk kami beritakan. Kami melakukannya untuk menyenangkan Allah bukan siapa pun. Ialah yang melihat apa yang ada di dalam hati kami.
Indonesian BIS 1985 (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Tidak! Kami tidak berbicara untuk menyenangkan hati orang, melainkan untuk menyenangkan hati Allah, yang menguji hati kami. Sebab kami dianggap layak oleh Allah untuk menyebarkan Kabar Baik itu.
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
Allah menganggap kami pantas menyebarkan Kabar Baik ini. Tujuan kami bukan untuk menyenangkan hati manusia, melainkan hati Allah yang sudah menguji pikiran kami yang paling dalam.
Indonesian Bible (TSI) 2013 - (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Sebaliknya, kami berbicara sebagai orang yang dianggap layak oleh Allah dan yang dipercaya menjadi utusan-Nya. Sebab perkataan kami bukan untuk menyenangkan manusia, tetapi untuk menyenangkan Allah, yang menguji isi hati kami masing-masing.
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
Karena kami berbicara sebagai utusan-utusan Allah, yang telah diberi-Nya kepercayaan untuk memberitakan kebenaran; sedikit pun berita itu tidak kami ubah. Tujuan kami bukanlah menyenangkan mereka yang mendengarnya, karena kami hanya melayani Allah, yang menguji pikiran hati kami yang paling dalam.
Indonesian INOTAZI (Indonesian Tazi NT)
Tidak! Kami tidak berbicara untuk menyenangkan hati orang, melainkan untuk menyenangkan hati Allah, yang menguji hati kami. Sebab kami dianggap layak oleh Allah untuk menyebarkan Kabar Baik itu.
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
Sebaliknya, karena Allah telah menganggap kami layak sehingga Ia mempercayakan Injil kepada kami, maka kami berbicara, bukan untuk menyenangkan manusia, melainkan untuk menyenangkan Allah yang menguji hati kita.
Indonesian TL 1954 (Alkitab Terjemahan Lama)
melainkan sebagaimana kami sudah dipatutkan oleh Allah mempercayakan Injil itu kepada kami, maka demikianlah kami beritakan, bukannya seperti hendak menyukakan manusia, melainkan Allah yang menguji hati kita.
Indonesian VMD 2005
Sebaliknya kami memberitakan Kabar Baik sebab Allah telah menguji dan mempercayakan kami untuk itu. Jadi, bila kami berbicara, kami tidak bermaksud untuk menyenangkan manusia, tetapi menyenangkan Allah. Allah adalah satu-satunya yang menguji hati kami.