Acts 4:11 — Compare Translations

11 translations compared side by side

Indonesian (Alkitab Terjemahan Baru)
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
Indonesian AGS (Alkitab Gratis untuk Semua)
‘Dialah yang dikatakan sebagai batu yang sudah dibuang oleh tukang bangunan, tetapi sudah menjadi sebuah batu penjuru.’
Indonesian AMD 2021 (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Yesus adalah ‘batu yang kalian ahli bangunan anggap tidak ada guna, tetapi Batu itu telah menjadi Batu Penjuru.’
Indonesian BIS 1985 (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Yesus inilah yang dimaksudkan oleh ayat ini dalam Alkitab, 'Batu yang tidak terpakai oleh kamu tukang-tukang bangunan, ternyata menjadi batu yang terutama.'
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
Yesus itulah yang dimaksudkan oleh ayat ini di dalam Kitab Suci, ‘Batu yang tidak terpakai oleh kalian, hai tukang-tukang bangunan, ternyata menjadi batu yang terutama.’
Indonesian Bible (TSI) 2013 - (Terjemahan Sederhana Indonesia)
Yesus itulah yang digambarkan dalam Firman Allah sebagai ‘Batu fondasi yang dianggap tidak berguna oleh tukang-tukang bangunan’— yaitu kalian sendiri, tetapi Dia ‘sudah dijadikan Allah sebagai batu fondasi yang terutama.’
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
sebab Yesus, Mesias itu, adalah orang yang dimaksudkan dalam Kitab Suci ketika dikatakan, “ ‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru’.
Indonesian INOTAZI (Indonesian Tazi NT)
Yesus inilah yang dimaksudkan oleh ayat ini dalam Alkitab, ‘Batu yang tidak terpakai oleh kamu tukang-tukang bangunan, ternyata menjadi batu yang terutama.’
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan — yaitu kamu sendiri — namun Ia telah menjadi batu penjuru.
Indonesian TL 1954 (Alkitab Terjemahan Lama)
Maka Yesus itu juga batu yang dicelakan oleh kamu tukang-tukang rumah, sudah menjadi batu penjuru.
Indonesian VMD 2005
Ia adalah: ‘Batu yang kamu ahli bangunan menganggapnya tidak penting, tetapi batu itu sudah menjadi batu penjuru.’