Luke 18:13 — Compare Translations

11 translations compared side by side

Indonesian (Alkitab Terjemahan Baru)
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Indonesian AGS (Alkitab Gratis untuk Semua)
Tetapi si penagih pajak berdiri di kejauhan. Dia bahkan tidak menengadahkan kepalanya menatap langit. Sebaliknya, dia memukuli dadanya dan berdoa, ‘Allah, kasihanilah saya. Aku ini orang berdosa.’
Indonesian AMD 2021 (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Pemungut pajak itu juga berdiri sendirian. Tetapi ketika berdoa, ia tidak berani memandang ke langit. Ia benar-benar menyesal sehingga ia memukuli dadanya sambil berkata, ‘Ya, Allah, kasihanilah aku, seorang yang berdosa!’
Indonesian BIS 1985 (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Tetapi penagih pajak itu berdiri jauh-jauh dan malahan tidak berani menengadah ke langit. Sambil mengusap dada ia berkata, 'Ya Allah, kasihanilah saya, orang berdosa ini!'"
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
Sebaliknya, penagih pajak itu berdiri jauh-jauh dan tidak berani mengangkat kepalanya. Ia menepuk dadanya karena menyesal sudah berbuat dosa. Ia berkata, ‘Ya Tuhan, kasihanilah saya! Saya orang berdosa!’”
Indonesian Bible (TSI) 2013 - (Terjemahan Sederhana Indonesia)
“Sementara itu, penagih pajak berdiri agak jauh dari orang-orang lain. Dia tidak berani memandang ke langit seperti kebiasaan orang Yahudi waktu berdoa, tetapi dengan sangat sedih dan menyesal dia menundukkan kepalanya sambil berdoa, ‘Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini!’”
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
“Tetapi pemungut cukai yang jahat itu berdiri jauh-jauh dan tidak berani menengadah ke langit waktu ia berdoa. Ia hanya memukul-mukul dadanya dengan sedih sambil berkata, ‘Tuhan, kasihanilah hamba, orang yang berdosa ini.’
Indonesian INOTAZI (Indonesian Tazi NT)
Tetapi penagih pajak itu berdiri jauh-jauh dan malahan tidak berani menengadah ke langit. Sambil mengusap dada ia berkata, ‘Ya Allah, kasihanilah saya, orang berdosa ini!’ ”
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul dirinya dan berkata: Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.
Indonesian TL 1954 (Alkitab Terjemahan Lama)
Akan tetapi orang pemungut cukai itu berdiri dari jauh, tiada berani ia menengadah ke langit, melainkan menepuk dadanya sahaja, serta berkata: Ya Allah, kasihankanlah hamba, orang berdosa ini!
Indonesian VMD 2005
Pemungut pajak itu pun berdiri sendirian. Dia tidak berani memandang ke langit, tetapi ia memukul-mukul dadanya sambil berdoa, ‘Ya, Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini.’