Matthew 22:24 — Compare Translations
11 translations compared side by side
Indonesian (Alkitab Terjemahan Baru)
"Guru, Musa mengatakan, bahwa jika seorang mati dengan tiada meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan isterinya itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya itu.
Indonesian AGS (Alkitab Gratis untuk Semua)
Bertanyalah mereka kepada Yesus, “Guru, Musa berkata jika seorang laki-laki menikah tanpa memiliki anak, maka saudara laki-lakinya haruslah menikahi janda laki-laki itu dan memberikan keturunan untuk saudaranya yang sudah meninggal itu.
Indonesian AMD 2021 (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
Mereka berkata, “Guru, Musa mengajarkan bahwa jika seorang laki-laki meninggal dan tidak mempunyai anak, maka saudaranya harus menikahi istrinya supaya ia mempunyai anak dan melanjutkan keturunan untuk saudaranya yang meninggal itu.
Indonesian BIS 1985 (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
"Bapak Guru," kata mereka, "Musa mengajarkan begini: Kalau seorang laki-laki mati, dan ia tidak punya anak, saudaranya harus kawin dengan jandanya supaya memberi keturunan kepada orang yang sudah mati itu.
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
Pada suatu hari, beberapa orang Saduki datang kepada Yesus dan berkata, “Bapak Guru, di dalam ajaran Nabi Musa ada ajaran ini: Jikalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal dan ia tidak punya anak, maka saudaranya harus kawin dengan janda yang ditinggalkan orang itu supaya mereka bisa mempunyai anak. Dan anak itu dianggap sebagai anak dari orang yang sudah meninggal itu.
Indonesian Bible (TSI) 2013 - (Terjemahan Sederhana Indonesia)
“Guru, Musa mengajarkan bahwa kalau seorang laki-laki yang sudah beristri meninggal tanpa mempunyai anak, maka saudaranya harus menikahi jandanya itu untuk meneruskan keturunan bagi saudaranya yang sudah meninggal.
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
“Guru, Musa memberikan Hukum kepada kita, jika seorang laki-laki mati tanpa meninggalkan anak, maka saudaranya wajib memperistri janda itu untuk melanjutkan keturunan abangnya yang sudah meninggal itu.
Indonesian INOTAZI (Indonesian Tazi NT)
“Bapak Guru,” kata mereka, “Musa mengajarkan begini: Kalau seorang laki-laki mati, dan ia tidak punya anak, saudaranya harus kawin dengan jandanya supaya memberi keturunan kepada orang yang sudah mati itu.
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
"Guru, Musa mengatakan bahwa jika seseorang mati tanpa meninggalkan anak, saudaranya harus kawin dengan istrinya itu dan memberi keturunan bagi saudaranya itu.
Indonesian TL 1954 (Alkitab Terjemahan Lama)
"Ya Guru, Musa berpesan kepada kita, jikalau mati seorang, tetapi tiada beranak, hendaklah saudaranya memperisterikan bininya itu akan menerbitkan benih bagi saudaranya.
Indonesian VMD 2005
“Guru, Musa mengajarkan bahwa jika seorang laki-laki meninggal dan dia tidak mempunyai anak, saudaranya harus kawin dengan istrinya, supaya ia mempunyai anak untuk saudaranya.