Revelation 7:3 — Compare Translations

11 translations compared side by side

Indonesian (Alkitab Terjemahan Baru)
katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
Indonesian AGS (Alkitab Gratis untuk Semua)
“Janganlah dulu merusak bumi, laut ataupun pepohonan sampai kami sudah menempelkan meterai di dahi umat Allah yang sejati!”
Indonesian AMD 2021 (Perjanjian Baru: Alkitab Mudah Dibaca)
“Jangan merusak bumi, laut atau pohon-pohon sebelum kami memberikan tanda pada dahi orang-orang yang melayani Allah kita.”
Indonesian BIS 1985 (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Malaikat itu berkata, "Jangan dulu merusakkan darat atau laut, ataupun pohon-pohon kalau kami belum memberi tanda segel di dahi hamba-hamba Allah kita."
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
Malaikat itu berkata, “Jangan dulu merusak darat, laut, atau pohon. Tunggu sampai kami memberi tanda segel di dahi hamba-hamba Allah kita.”
Indonesian Bible (TSI) 2013 - (Terjemahan Sederhana Indonesia)
“Janganlah merusak bumi, laut, atau pohon-pohon sebelum kami memberi tanda cap pada dahi setiap orang yang melayani Allah.”
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
“Tunggu dulu! Jangan merusakkan baik bumi, laut, maupun pohon-pohon, sebelum kami membubuhkan Meterai Allah pada dahi hamba-hamba-Nya.”
Indonesian INOTAZI (Indonesian Tazi NT)
Malaikat itu berkata, “Jangan dulu merusakkan darat atau laut, ataupun pohon-pohon kalau kami belum memberi tanda segel di dahi hamba-hamba Allah kita.”
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
"Janganlah merusak bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!"
Indonesian TL 1954 (Alkitab Terjemahan Lama)
katanya, "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon kayu, sehingga kami memeteraikan segala hamba Allah pada dahinya."
Indonesian VMD 2005
Katanya, “Janganlah merusakkan bumi, laut, atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan umat yang melayani Allah. Kami harus memeteraikanya pada dahinya.”