Indonesian BIS 1985 (Alkitab dalam Bahasa Indonesia Masa Kini)
Ketika Daud di Hebron banyak pejuang yang terlatih menggabungkan diri dengan dia. Mereka membantu dia supaya ia bisa menjadi raja menggantikan Saul, sesuai dengan janji TUHAN. Jumlah mereka adalah sebagai berikut: Dari suku Yehuda: 6.800 orang, lengkap dengan perisai dan tombak. Dari suku Simeon: 7.100 orang terlatih. Dari suku Lewi: 4.600 orang. Anak buah Yoyada pemimpin keturunan Harun: 3.700 orang. Sanak saudara Zadok, seorang pejuang muda yang berani: 22 orang--semuanya kepala keluarga. Dari suku Benyamin (suku Raja Saul): 3.000 orang; kebanyakan dari suku Benyamin tetap setia kepada Saul. Dari suku Efraim: 20.800 orang kenamaan dalam kaumnya masing-masing. Dari suku Manasye yang di sebelah barat Sungai Yordan: 18.000 orang yang ditunjuk untuk menobatkan Daud menjadi raja. Dari suku Isakhar: 200 pemimpin bersama anak buah mereka; pemimpin-pemimpin ini pandai menentukan apa yang harus dilakukan rakyat Israel pada waktu yang tepat. Dari suku Zebulon: 50.000 orang yang mahir memakai segala macam senjata, dan siap untuk bertempur; mereka adalah orang-orang yang setia dan terpercaya. Dari suku Naftali: 1.000 pemimpin bersama 37.000 prajurit yang lengkap dengan perisai dan tombak. Dari suku Dan: 28.600 orang yang terlatih. Dari suku Asyer: 40.000 orang yang siap untuk bertempur. Dari suku-suku di sebelah timur Yordan, yaitu Ruben, Gad dan sebagian suku Manasye: 120.000 orang yang mahir memakai segala macam senjata.
Apa artinya?
This verse describes the soldiers who came to support David in Hebron to make him king, following God's will. It mentions that these soldiers were ready for battle and were loyal to David.
Penjelasan untuk anak-anak
Imagine a group of friends who come together to help their friend become the leader of a game. They all bring their toys and are ready to play. This is like those soldiers who came to help David become the king, just like God wanted.
Latar belakang sejarah
The Book of 1 Chronicles was written by unknown authors, likely during the Babylonian exile or shortly after. It was intended for a Jewish audience to remind them of their history and the continuity of God's promises.
Penerapan hari ini
In modern terms, this can be seen as a reminder to support those we believe God is calling to lead in various roles, whether in church, community, or other settings. It’s about being ready to stand with those who are advancing God’s purposes.