bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
/
2 Corinthians 10
2 Corinthians 10
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
← Chapter 9
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 11 →
1
Saya mohon kepada Saudara—ya, saya, Paulus—mohon dengan lemah lembut, sebagaimana Kristus sendiri akan melakukannya. Tetapi beberapa di antara Saudara berkata, “Surat-surat Paulus dari jauh memang berani sekali; tetapi, apabila ia sudah ada di sini, ia akan takut membuka mulut!”
2
Saya harap bahwa pada waktu saya datang, saya tidak perlu memperlihatkan kepada Saudara bahwa saya dapat bertindak keras dan kasar. Saya tidak mau melaksanakan apa yang sekarang saya rencanakan terhadap beberapa di antara Saudara yang tampaknya berpendapat, bahwa tindakan dan ucapan saya hanyalah tindakan dan ucapan orang biasa saja.
3
Memang saya seorang manusia biasa yang penuh dengan kelemahan, tetapi saya tidak mempergunakan rencana dan cara manusia untuk memperoleh kemenangan dalam pertempuran.
4
Bukan senjata buatan manusia yang saya gunakan untuk merobohkan benteng Iblis, yaitu pemikiran manusia, melainkan senjata Allah yang ampuh.
5
Senjata ini dapat mengalahkan setiap perbantahan yang sombong, dan merobohkan setiap pikiran yang melawan Allah. Kami menangkap semua pemikiran manusia dan mengubah mereka menjadi taat kepada Kristus.
6
Dalam hal itu kami juga akan menghukum semua orang yang tidak taat, tetapi pertama-tama gereja Saudara yang harus siap untuk taat.
7
Persoalannya dengan Saudara ialah bahwa Saudara memandang saya dan tampaknya saya lemah dan tidak berkuasa, tetapi Saudara tidak mengetahui keadaan yang sebenarnya. Jikalau ada yang dapat mengaku memiliki kuasa dan wewenang dari Kristus, maka saya dapat berbuat demikian.
8
Mungkin kedengarannya saya terlalu bermegah-megah atas wewenang saya terhadap Saudara—wewenang untuk menolong, dan bukan untuk mencelakakan—tetapi saya dapat membuktikannya.
9
Ini saya katakan supaya Saudara jangan mengira, bahwa saya mencoba menakut-nakuti Saudara dengan surat-surat saya.
10
“Jangan pedulikan surat-suratnya,” kata beberapa orang, “kedengarannya ia hebat, tetapi semua itu hanyalah omong kosong belaka. Apabila ia sampai kemari, kita akan melihat bahwa tidak ada sesuatu pun yang hebat mengenai dia, dan tidak ada pengkhotbah yang lebih tidak becus daripada dia!”
11
Siapa yang berpikir seperti ini, saya katakan kepadanya: sama seperti saya berbicara dalam surat-surat saya, saya akan bertindak ketika saya bersama Saudara.
12
Saudara tidak usah khawatir. Saya tidak akan berani mengatakan bahwa saya mengagumkan seperti halnya orang-orang yang suka memuji diri di hadapan Saudara. Mereka hanya membandingkan diri mereka satu dengan yang lain, dan mengukur diri mereka dengan pikiran mereka yang picik. Alangkah bodohnya!
13
Tetapi kami tidak akan bermegah-megah atas wewenang yang tidak ada pada kami. Tujuan kami ialah melaksanakan rencana Allah bagi kami, dan rencana ini mencakup pekerjaan kami bersama dengan Saudara sekalian di Korintus.
14
Sudah sewajarnyalah, apabila kami menuntut wewenang atas Saudara sekalian. Kamilah yang pertama-tama datang kepada Saudara dengan Berita Kesukaan mengenai Kristus.
15
Sekali-kali kami tidak mencoba mencari nama dari pekerjaan yang telah dilakukan oleh orang lain di antara Saudara. Tetapi kami mengharap bahwa iman Saudara akan tumbuh, dan dalam batas-batas yang telah ditetapkan Allah, pekerjaan kami di antara Saudara akan ditingkatkan.
16
Setelah itu kami akan dapat mengabarkan Berita Kesukaan ke kota-kota lain yang jauh dari Saudara dan yang belum pernah digarap orang lain. Dengan demikian, tidak akan ada masalah mengenai mencampuri daerah kerja orang lain.
17
Sebagaimana dikatakan dalam Kitab Suci, “Kalau ada orang yang akan membanggakan sesuatu, biarlah ia membanggakan apa yang telah dilakukan oleh Tuhan dan bukan membanggakan dirinya sendiri.”
18
Bilamana seseorang membanggakan diri mengenai betapa baik pekerjaannya, hal itu tidaklah banyak artinya. Tetapi, apabila Tuhan yang memujinya, itu lain soal!
← Chapter 9
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 11 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13