bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
/
Acts 19
Acts 19
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
← Chapter 18
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 20 →
1
Sementara Apolos berada di Korintus, Paulus mengadakan perjalanan melalui daerah pegunungan di Asia Kecil (Turki) dan tiba di Efesus. Di situ ia berjumpa dengan beberapa orang murid.
2
“Adakah Saudara menerima Roh Kudus ketika Saudara mulai percaya?” tanyanya kepada mereka. “Tidak,” jawab mereka, “kami tidak tahu apa yang Saudara maksudkan. Apakah Roh Kudus itu?”
3
“Jadi, kepercayaan apa yang Saudara akui pada waktu dibaptiskan?” Mereka menjawab, “Apa yang diajarkan oleh Yohanes Pembaptis.”
4
Lalu Paulus menjelaskan kepada mereka bahwa baptisan Yohanes menyatakan keinginan untuk meninggalkan dosa serta berpaling kepada Allah, dan mereka yang telah menerima baptisannya harus percaya kepada Yesus, yaitu orang yang dikatakan oleh Yohanes akan datang setelah dia.
5
Setelah mendengar hal ini, mereka dibaptiskan dalam nama Tuhan Yesus.
6
Ketika Paulus menumpangkan tangan di atas kepala mereka, Roh Kudus turun ke atas mereka dan mereka berbicara dalam bahasa-bahasa asing serta bernubuat.
7
Mereka berjumlah kira-kira dua belas orang.
8
Kemudian Paulus pergi ke rumah ibadat dan setiap hari Sabat selama tiga bulan ia mengajar dengan berani tentang Kerajaan Allah, dan mencoba meyakinkan yang mendengarkannya.
9
Tetapi beberapa orang menolak ajarannya dan menentang ajaran tentang Kristus secara terang-terangan. Karena itu, Paulus tidak mau lagi mengajar mereka. Orang-orang yang percaya diajaknya mengadakan persekutuan tersendiri di ruang kuliah Tiranus dan setiap hari ia mengajar di situ.
10
Ini berlangsung selama dua tahun, sehingga semua orang di Asia Kecil, baik orang Yahudi maupun orang Yunani, mendengar firman Allah.
11
Dan Allah mengaruniai Paulus kuasa yang luar biasa untuk melakukan mukjizat,
12
sehingga apabila sapu tangan atau pakaiannya diletakkan pada orang sakit, maka mereka sembuh dan keluarlah roh jahat apa pun yang merasuk mereka.
13
Serombongan orang Yahudi yang berkeliling dari kota ke kota mengusir roh jahat dari orang yang kerasukan, membuat rencana untuk mengusir roh jahat dengan menggunakan nama Tuhan Yesus. Mereka memutuskan untuk memakai mantra ini: “Dalam nama Yesus yang diberitakan oleh Paulus, keluarlah engkau!”
14
Rombongan itu terdiri dari tujuh orang anak Skewa, seorang imam Yahudi.
15
Tetapi, ketika mereka mencoba mantra itu terhadap seseorang yang kerasukan, roh jahat itu menjawab, “Aku tahu siapa Yesus dan siapa Paulus, tetapi engkau ini siapa?”
16
Roh jahat itu lalu menerjang serta memukuli dua orang di antara mereka, sehingga keduanya kabur dari rumah itu dalam keadaan telanjang dan luka-luka parah.
17
Dengan cepat sekali peristiwa itu tersiar di seluruh Efesus, baik di kalangan orang-orang Yahudi maupun orang-orang Yunani. Penduduk kota ketakutan dan nama Tuhan Yesus sangat dimuliakan.
18
Banyak orang yang telah percaya, yang sebelumnya melakukan sihir, mengakui perbuatan mereka dan membawa kitab sihir serta jimat mereka, lalu membakarnya di muka umum. (Kitab-kitab itu ditaksir seharga berjuta-juta rupiah.)
20
Ini menyatakan betapa besar pengaruh dan kuasa firman Allah di daerah itu.
21
Setelah itu, atas dorongan Roh Kudus, Paulus pergi kembali ke Yerusalem dengan melewati Makedonia dan Akhaya (Yunani). “Dari Yerusalem aku harus pergi ke Roma,” katanya.
22
Ia menyuruh kedua pembantunya, Timotius dan Erastus, pergi mendahuluinya ke Makedonia (Yunani), sedangkan ia sendiri tinggal di Asia Kecil beberapa lamanya.
23
Tetapi pada waktu itu juga di Efesus timbul kerusuhan besar mengenai orang Kristen.
24
Kerusuhan itu dimulai oleh seorang tukang perak bernama Demetrius, yang mempekerjakan banyak tukang untuk membuat kuil-kuilan dewi Artemis dari perak.
25
Ia menghimpunkan tukang-tukangnya dan pekerja-pekerja di bidang perusahaan yang serupa, lalu berkata kepada mereka sebagai berikut: “Saudara-saudara, perusahaan ini adalah nafkah kita.
26
Sebagaimana Saudara ketahui dari yang telah Saudara lihat dan dengar, orang yang bernama Paulus ini telah membujuk dan meyakinkan banyak orang bahwa dewa buatan tangan manusia bukanlah dewa. Akibatnya, hasil penjualan kita sangat merosot! Dan gejala ini nyata bukan saja di Efesus, melainkan juga di seluruh provinsi!
27
Tentu saja keadaan ini saya bicarakan bukan saja dari segi perusahaan dan nafkah, melainkan juga karena kuil Artemis, dewi yang besar itu, mungkin akan kehilangan pengaruhnya. Akibatnya Artemis yang dipuja bukan saja di bagian Asia Kecil ini, melainkan juga di seluruh dunia, akan dilupakan orang.”
28
Mendengar itu, bangkitlah amarah mereka dan mulailah mereka berteriak-teriak, “Hidup Artemis, dewi orang Efesus!”
29
Orang banyak mulai berhimpun dan seluruh kota diliputi kekacauan. Semua orang bergegas-gegas pergi ke gedung kesenian. Gayus dan Aristarkhus, teman seperjalanan Paulus, diseret ke sana untuk diadili.
30
Paulus mau pergi ke tengah-tengah orang banyak itu, tetapi dilarang oleh murid-muridnya.
31
Beberapa perwira Romawi di provinsi itu, yang bersahabat dengan Paulus, juga menyampaikan pesan supaya ia jangan masuk mempertaruhkan jiwanya.
32
Orang-orang di dalam berteriak-teriak, yang seorang mengatakan ini dan yang lain mengatakan itu. Semuanya kacau balau. Kebanyakan dari mereka sesungguhnya tidak tahu untuk apa mereka berkumpul di situ.
33
Beberapa orang Yahudi melihat Aleksander di antara orang banyak, lalu mendorong dia ke depan. Ia memberi isyarat supaya orang tenang dan ia hendak berbicara.
34
Tetapi, ketika mereka tahu bahwa ia berkebangsaan Yahudi, mereka berteriak, selama dua jam, “Hidup Artemis, dewi orang Efesus! Hidup Artemis, dewi orang Efesus!”
35
Akhirnya wali kota berhasil menenangkan mereka dan berkata, “Hai orang-orang Efesus! Semua orang tahu bahwa Efesus adalah pusat agama Dewi Artemis yang besar, yang patungnya turun dari langit.
36
Karena ini adalah kenyataan yang tidak dapat dibantah, janganlah Saudara pedulikan apa pun yang dikatakan orang, dan jangan bertindak sembrono.
37
Tetapi Saudara telah membawa kemari orang-orang yang tidak mencuri apa-apa dari kuilnya dan tidak pula menghinakannya.
38
Kalau Demetrius dan para tukang mempunyai tuduhan terhadap mereka, ajukanlah tuduhan itu ke pengadilan dan para hakim dapat segera menangani perkaranya. Hendaknya mereka bertindak melalui saluran hukum.
39
Dan kalau ada pengaduan mengenai hal-hal yang lain, pengaduan itu dapat diselesaikan pada sidang rakyat yang sah;
40
sebab ada kemungkinan kita dimintai pertanggungjawaban oleh pemerintah Romawi mengenai kerusuhan yang terjadi pada hari ini, karena tidak beralasan. Kalau Roma meminta penjelasan, saya tidak tahu apa yang harus saya katakan.”
41
Kemudian ia membubarkan mereka.
← Chapter 18
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 20 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28