bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
/
Ephesians 5
Ephesians 5
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
← Chapter 4
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 6 →
1
Dalam segala perbuatan hendaklah Saudara mengikuti teladan Allah sebagaimana seorang anak yang sangat dikasihi mengikuti teladan ayahnya.
2
Kasihilah orang lain dengan mengikuti teladan Kristus yang mengasihi Saudara, dan yang memberikan diri-Nya kepada Allah sebagai suatu kurban yang menghilangkan dosa Saudara. Dan Allah bersenang hati, sebab kasih Kristus kepada Saudara bagaikan wangi-wangian yang harum bagi-Nya.
3
Jangan biarkan dosa percabulan, kecemaran, atau keserakahan berada di antara Saudara sekalian. Janganlah hendaknya ada seorang pun yang dapat menuduh Saudara telah melakukan hal-hal itu.
4
Cerita cabul, perkataan kotor, dan lelucon kasar tidak patut bagi Saudara. Sebaliknya, hendaklah Saudara saling mengingatkan tentang kebaikan Allah dan bersyukur.
5
Saudara dapat yakin akan hal ini: bahwa tidak ada tempat di Kerajaan Kristus dan Allah bagi orang yang tidak bermoral, atau cemar ataupun serakah. Orang yang serakah sebenarnya adalah penyembah berhala, sebab ia mencintai barang-barang dalam hidup ini lebih daripada Tuhan.
6
Jangan mau disesatkan oleh orang yang mencoba mencari dalih untuk dosa-dosa seperti itu, sebab murka Allah yang amat sangat ditimpakan kepada mereka yang melakukannya.
7
Dengan orang-orang semacam itu bergaul pun jangan!
8
Sebab, walaupun dahulu hati Saudara penuh dengan kegelapan, sekarang telah dipenuhi terang dari Tuhan, dan hal ini harus dinyatakan dalam kelakuan Saudara.
9
Karena terang yang berada di dalam Saudara, maka haruslah Saudara melakukan hanya hal-hal yang baik dan yang benar saja.
10
Belajarlah dari pengalaman tentang apa yang menyenangkan Allah.
11
Janganlah turut serta dalam kesenangan yang tak berfaedah dari dunia yang jahat dan gelap, melainkan tegurlah dan ungkapkan kejahatan itu.
12
Sebenarnya, menyebutkan kesenangan gelap yang diperbuat oleh orang-orang yang tidak bertuhan itu sudah memalukan.
13
Tetapi ketika diungkapkan oleh cahaya yang terpancar darinya, semua menjadi terang.
14
Itulah sebabnya dikatakan, “Bangunlah, hai kamu yang tidur, bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan menerangi kamu.”
15
Jadi, berhati-hatilah dengan kelakuan Saudara; masa ini adalah masa yang jahat. Jangan berlaku bodoh, tetapi jadilah bijaksana; pakailah setiap kesempatan yang ada untuk melakukan kebajikan.
17
Janganlah bertindak sembrono, melainkan carilah dan lakukan apa yang dikehendaki Tuhan dari Saudara.
18
Janganlah bermabuk-mabuk, sebab kebiasaan itu mendatangkan banyak kejahatan. Sebaliknya, hendaklah Saudara dipenuhi Roh Kudus dan dipimpin oleh-Nya.
19
Hendaklah Saudara banyak membicarakan Tuhan, mengutip mazmur serta puji-pujian, dan nyanyian-nyanyian rohani dengan tulus hati.
20
Hendaklah Saudara selalu mengucap syukur kepada Allah dan Bapa kita dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus.
21
Hormatilah Kristus dengan saling melayani.
22
Para istri, hendaklah Saudara menyerahkan diri kepada pimpinan suami, sebagaimana Saudara menyerahkan diri kepada Tuhan.
23
Sebab seorang suami bertanggung jawab atas istrinya, sebagaimana Kristus bertanggung jawab atas tubuh-Nya, yaitu jemaat. (Ia mengurbankan hidup-Nya sendiri untuk memelihara jemaat dan menjadi Juru Selamatnya!)
24
Jadi, para istri harus mematuhi suami dengan rela hati dalam segala hal, sebagaimana jemaat mematuhi Kristus.
25
Dan para suami, tunjukkanlah kasih yang sama kepada istri Saudara seperti yang diperlihatkan Kristus kepada jemaat ketika Ia mati baginya,
26
untuk menjadikannya kudus dan bersih, dicuci dengan pembersihan firman Allah;
27
sehingga Ia dapat mempersembahkan jemaat kepada diri-Nya sendiri sebagai jemaat yang mulia tanpa noda, cacat, atau cela, sebab Ia kudus dan tanpa satu kesalahan pun.
28
Begitulah seharusnya seorang suami memperlakukan istrinya, mengasihinya seperti dirinya sendiri. Karena keduanya sekarang menjadi satu, maka seorang laki-laki yang mengasihi istrinya, berbuat baik terhadap dirinya sendiri dan mengasihi dirinya sendiri.
29
Tidak seorang pun membenci dirinya sendiri, melainkan dengan penuh kasih memeliharanya, seperti Kristus memelihara tubuh-Nya, yaitu jemaat, yang terdiri dari kita sebagai bagian-bagiannya.
31
(Bahwa suami dan istri itu satu tubuh dibuktikan oleh Kitab Suci yang mengatakan, “Itulah sebabnya seorang laki-laki meninggalkan ibu bapanya dan berhubungan begitu dekat dengan istrinya sehingga keduanya bersatu dengan jiwa dan raga.”)
32
Di balik kata-kata ini tersembunyi rahasia yang dalam. Saya merujuk pernyataan itu kepada Kristus dan jemaat-Nya.
33
Jadi, sekali lagi saya katakan, seorang laki-laki harus mengasihi istrinya seperti dirinya sendiri; dan istri harus menghormati suaminya.
← Chapter 4
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 6 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6