bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
/
Matthew 20
Matthew 20
Indonesian FAYH (Firman Allah Yang Hidup)
← Chapter 19
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 21 →
1
Ini sebuah perumpamaan lain mengenai Kerajaan Surga. “Pada suatu pagi seorang tuan tanah keluar mencari penuai untuk dipekerjakan di kebunnya.
2
Ia bersedia membayar mereka sedinar sehari dan segera menyuruh mereka bekerja.
3
“Beberapa jam kemudian ia melewati pasar dan dilihatnya beberapa orang penganggur.
4
Ia menyuruh mereka pergi ke kebunnya dan berkata bahwa mereka akan dibayar sebagaimana patutnya.
5
Pada tengah hari dan demikian juga pada jam tiga petang ia melakukan hal yang sama.
6
“Pada jam lima petang ia pergi ke kota dan dilihatnya beberapa orang penganggur. Ia bertanya kepada mereka, ‘Mengapa kalian tidak bekerja hari ini?’
7
“ ‘Sebab tidak ada yang mempekerjakan kami,’ jawab mereka. “ ‘Jika demikian, pergilah ke kebunku dan bekerjalah dengan orang-orang yang sudah ada di sana,’ kata tuan itu kepada mereka.
8
“Pada malam harinya ia menyuruh mandornya supaya memanggil para pekerja dan membayarkan upah mereka, mulai dengan orang yang datang bekerja paling akhir.
9
Ketika orang-orang yang mulai bekerja pada jam lima petang dibayar, masing-masing menerima satu dinar.
10
Ketika pekerja-pekerja yang datang lebih dulu mendapat giliran mengambil upah, mereka mengira bahwa mereka tentu akan menerima lebih banyak, tetapi mereka pun dibayar satu dinar.
11
“Mereka memprotes, ‘Orang-orang itu bekerja hanya satu jam, tetapi mereka mendapat bayaran yang sama seperti kami yang bekerja sehari penuh di bawah terik matahari.’
13
“ ‘Kawan,’ sahut tuan itu kepada salah seorang pekerja itu, ‘saya tidak berbuat salah kepada Saudara! Bukankah Saudara sudah setuju untuk bekerja sehari penuh dengan upah satu dinar?
14
Terimalah uang itu dan pergilah. Semua pekerja saya bayar sama rata.
15
Apakah melanggar hukum jika saya mengeluarkan uang sendiri sekehendak hati saya? Patutkah Saudara marah sebab saya berbuat baik?’
16
Demikianlah, yang paling akhir akan menjadi yang paling pertama dan yang paling pertama menjadi yang paling akhir.”
17
Dalam perjalanan ke Yerusalem, Yesus berbicara kepada kedua belas murid-Nya secara pribadi,
18
dan memberi tahu mereka mengenai apa yang akan terjadi terhadap diri-Nya apabila mereka tiba di sana. “Aku akan dikhianati dan diserahkan kepada para imam kepala serta para guru agama. Mereka akan menjatuhkan hukuman mati ke atas diri-Ku.
19
Mereka akan menyerahkan Aku kepada pemerintah Romawi dan Aku akan diejek dan disalibkan. Tetapi pada hari yang ketiga Aku akan bangkit dan hidup kembali.”
20
Ibu Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, membawa anak-anaknya itu kepada Yesus. Ia sujud di hadapan-Nya serta mengajukan suatu permohonan.
21
“Apa yang kaukehendaki?” tanya Yesus. Ia menjawab, “Di dalam Kerajaan Tuhan kelak, bolehkah kedua anak saya ini duduk di atas kedua takhta di kiri kanan takhta Tuhan?”
22
Namun, Yesus berkata kepadanya, “Engkau tidak tahu apa yang kauminta.” Lalu Yesus berpaling kepada Yakobus dan Yohanes, serta bertanya, “Sanggupkah kalian minum dari cawan pahit yang tidak lama lagi akan Kuminum?” Mereka menjawab, “Ya, kami sanggup!”
23
“Sesungguhnya kelak kalian akan minum dari cawan itu,” kata-Nya kepada mereka. “Tetapi Aku tidak berhak menempatkan kalian di atas kedua takhta di sebelah takhta-Ku. Tempat itu disediakan untuk orang-orang yang dipilih oleh Bapa-Ku.”
24
Kesepuluh murid yang lain menjadi sangat marah ketika mendengar apa yang diminta oleh Yakobus dan Yohanes.
25
Tetapi Yesus memanggil mereka semua dan berkata, “Sebagaimana kalian ketahui, di antara orang-orang kafir, raja-raja memiliki kekuasaan mutlak atas rakyatnya. Setiap pejabat menggunakan wewenang untuk menekan mereka.
26
Tetapi lain halnya dengan kalian. Siapa ingin menjadi besar di antara kalian, harus menjadi pelayan kalian.
27
Siapa ingin menjadi yang terkemuka di antara kalian, maka ia harus menjadi hambamu.
28
Kalian harus bersikap seperti Aku, karena Aku, Anak Manusia, datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk menyerahkan nyawa-Ku sebagai tebusan bagi banyak orang.”
29
Ketika Yesus dan para murid meninggalkan Kota Yerikho, banyak sekali orang mengikuti mereka.
30
Dua orang buta sedang duduk di tepi jalan. Ketika mereka mendengar bahwa Yesus akan melalui jalan itu, mereka mulai berseru-seru, “Ya Tuhan, Anak Daud, kasihanilah kami!”
31
Orang banyak itu menyuruh mereka diam, tetapi mereka malah berseru makin keras.
32
Apabila Yesus tiba di tempat mereka berada, Ia berhenti dan berkata, “Apakah yang kalian ingin Kulakukan untuk kalian?” “Tuhan,” jawab mereka, “kami ingin dapat melihat!”
34
Yesus merasa kasihan terhadap mereka. Ia menjamah mata mereka. Seketika itu juga mereka dapat melihat, lalu mengikut Dia.
← Chapter 19
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 21 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28