bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
/
John 11
John 11
Indonesian PBTB2 (Perjanjian Baru Terjemahan Baru Edisi 2)
← Chapter 10
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 12 →
1
Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus, dari Betania, desa Maria dan saudaranya, Marta.
2
Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya; Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya.
3
Kedua perempuan itu pun mengirim kabar kepada Yesus, "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit."
4
Tetapi ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata, "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, supaya melalui penyakit itu Anak Allah dimuliakan."
5
Yesus memang mengasihi Marta dan saudaranya dan Lazarus.
6
Namun setelah didengar-Nya bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat Ia berada;
7
tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya, "Mari kita kembali lagi ke Yudea."
8
Murid-murid itu berkata kepada-Nya, "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?"
9
Jawab Yesus, "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini.
10
Tetapi jikalau seseorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena tidak ada terang di dalam dirinya."
11
Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka, "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya."
12
Lalu kata murid-murid itu kepada-Nya, "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh."
13
Tetapi sebenarnya Yesus berbicara tentang kematian Lazarus, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa.
14
Karena itu Yesus berkata dengan terus terang, "Lazarus sudah mati;
15
tetapi Aku bersukacita, Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya."
16
Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain, "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia."
17
Ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur.
18
Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira tiga kilometer jauhnya.
19
Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya.
20
Ketika Marta mendengar bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
21
Lalu kata Marta kepada Yesus, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati.
22
Tetapi sekarang pun aku tahu bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
23
Kata Yesus kepada Marta, "Saudaramu akan bangkit."
24
Kata Marta kepada-Nya, "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman."
25
Jawab Yesus kepadanya, "Akulah kebangkitan dan hidup; siapa saja yang percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati,
26
dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"
27
Jawab Marta, "Ya, Tuhan, aku percaya bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, yang akan datang ke dalam dunia."
28
Sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya, "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau."
29
Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus.
30
Tetapi waktu itu Yesus belum sampai di desa itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia.
31
Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi keluar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.
32
Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, sujudlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya, "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."
33
Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka sedihlah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata,
34
"Di manakah kamu baringkan dia?" Jawab mereka, "Tuhan, marilah dan lihatlah!"
35
Lalu menangislah Yesus.
36
Kata orang-orang Yahudi, "Lihatlah, Ia sungguh mengasihi dia!"
37
Tetapi beberapa orang di antaranya berkata, "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?"
38
Yesus sekali lagi sangat terharu, lalu pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu.
39
Kata Yesus, "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya, "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati."
40
Jawab Yesus, "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
41
Mereka pun mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata, "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku.
42
Aku tahu bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku."
43
Sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras, "Lazarus, marilah keluar!"
44
Orang yang telah mati itu datang keluar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kafan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka, "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."
45
Banyak di antara orang-orang Yahudi yang datang melawat Maria dan yang menyaksikan sendiri apa yang telah dibuat Yesus, percaya kepada-Nya.
46
Tetapi beberapa di antara mereka pergi kepada orang-orang Farisi dan menceritakan kepada mereka, apa yang telah dibuat Yesus itu.
47
Lalu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi memanggil Mahkamah Agama untuk berkumpul dan mereka berkata, "Apa yang harus kita lakukan? Sebab Orang itu membuat banyak mukjizat.
48
Apabila kita biarkan Dia, maka semua orang akan percaya kepada-Nya dan orang-orang Roma akan datang dan akan merampas tempat suci kita serta bangsa kita."
49
Tetapi salah seorang di antara mereka, yaitu Kayafas, Imam Besar pada tahun itu, berkata kepada mereka, "Kamu tidak tahu apa-apa,
50
dan kamu tidak insaf bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita daripada seluruh bangsa kita ini binasa."
51
Hal itu dikatakannya bukan dari dirinya sendiri, tetapi sebagai Imam Besar pada tahun itu ia bernubuat bahwa Yesus akan mati untuk bangsa itu,
52
dan bukan untuk bangsa itu saja, tetapi juga untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai-berai.
53
Mulai hari itu mereka sepakat untuk membunuh Dia.
54
Karena itu Yesus tidak tampil lagi di depan umum di antara orang-orang Yahudi, tetapi Ia berangkat dari situ ke daerah dekat padang gurun, ke sebuah kota yang bernama Efraim, dan di situ Ia tinggal bersama-sama murid-murid-Nya.
55
Pada waktu itu hari raya Paskah orang Yahudi sudah dekat dan banyak orang dari negeri itu berangkat ke Yerusalem untuk menyucikan diri sebelum Paskah itu.
56
Mereka mencari Yesus dan sambil berdiri di dalam Bait Allah, mereka berkata seorang kepada yang lain, "Bagaimana pendapatmu? Akan datang jugakah Ia ke pesta?"
57
Sementara itu imam-imam kepala dan orang-orang Farisi telah memberikan perintah supaya setiap orang yang tahu di mana Dia berada memberitahukannya, agar mereka dapat menangkap Dia.
← Chapter 10
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 12 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21