bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Ecclesiastes 2
Ecclesiastes 2
Indonesian VMD 2005
← Chapter 1
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 3 →
1
[Apakah Bersenang-senang Membawa Kebahagiaan?] Aku berkata dalam hati, “Aku harus bersenang-senang — Aku harus menikmati semuanya sepuas-puasnya.” Aku telah mempelajari bahwa itu semuanya juga sia-sia.
2
Adalah bodoh tertawa sepanjang waktu. Bersenang-senang tidak menghasilkan apa-apa.
3
Jadi, kuputuskan untuk mengisi tubuhku dengan anggur, ketika aku mengisi pikiranku dengan hikmat. Aku mencoba kebodohan itu karena aku mau mencari jalan untuk bahagia. Aku mau melihat yang bagus dilakukan orang selama hidupnya yang sedikit itu.
4
[Apakah Kerja Keras Membawa Kebahagiaan?] Kemudian aku mulai melakukan perkara-perkara besar. Aku membangun rumah-rumah dan menanam kebun anggurku.
5
Aku membuat kebun dan taman dan menanam semua jenis pohon buah-buahan.
6
Aku membuat kolam dan memakainya untuk menyiram pohon-pohon.
7
Aku membeli hamba laki-laki dan perempuan. Dan ada hamba yang lahir di rumahku. Aku memiliki hal yang luar biasa. Aku memiliki kawanan ternak dan domba. Aku memiliki banyak benda melebihi setiap orang yang tinggal di Yerusalem sebelum aku.
8
Aku juga mengumpulkan perak dan emas bagi diriku. Aku mengambil harta benda dari raja-raja dan bangsanya. Aku mempunyai penyanyi laki-laki dan perempuan bagiku. Aku memiliki segala sesuatu yang diinginkan orang.
9
Aku menjadi sangat kaya dan terkenal. Aku lebih besar dari setiap orang yang tinggal di Yerusalem sebelum aku. Dan hikmatku selalu menolongku.
10
Apa saja yang dilihat dan diinginkan mataku, aku ambil. Pikiranku puas dengan semua yang kukerjakan. Dan semua kebahagiaan itu merupakan penghargaan atas semua kerja kerasku.
11
Kemudian aku melihat semua yang telah kulakukan dan kekayaan yang kuperoleh, aku menyimpulkan itu semua membuang-buang waktu. Itu seperti berusaha menangkap angin. Tidak ada keuntungan dari semua yang kita lakukan dalam hidup ini.
12
[Mungkin Hikmat Adalah Jawaban] Kemudian aku memutuskan untuk memikirkan tentang apa artinya menjadi bijak atau menjadi bodoh dan melakukan hal yang gila. Dan bagaimana tentang orang yang mengikuti raja? Raja yang baru akan melakukan hal yang sama yang dilakukan raja sebelumnya.
13
Aku melihat bahwa hikmat lebih baik daripada kebodohan sama seperti terang lebih baik daripada gelap.
14
Orang bijak memakai pikirannya seperti mata melihat ke mana mereka pergi, tetapi bagi orang bodoh, hal itu sama seperti berjalan dalam gelap. Aku juga melihat bahwa orang bodoh dan bijak mempunyai kesudahan yang sama.
15
Aku berpikir, “Hal yang sama akan terjadi kepada orang bodoh dan juga akan terjadi padaku. Jadi, mengapa aku berusaha begitu keras menjadi bijak?” Aku berkata dalam hati, “Menjadi bijak juga sia-sia.”
16
Orang yang bijak atau bodoh, mereka akan tetap mati, dan orang lain tidak akan mengingat baik orang bijak atau orang bodoh selamanya. Kemudian hari, orang akan melupakan segala sesuatu yang dilakukan oleh keduanya. Jadi, kedua-duanya sebenarnya sama.
17
[Apakah Ada Kebahagiaan yang Sesungguhnya dalam Hidup ini?] Hal itu membuat aku membenci hidup. Hal yang menyedihkan adalah memikirkan bahwa semua dalam hidup ini sia-sia, seperti berusaha menangkap angin.
18
Aku mulai membenci semua kerja keras yang telah kulakukan. Aku telah bekerja keras, tetapi aku melihat orang yang hidup setelah aku akan mendapat hasil dari pekerjaanku. Aku tidak dapat membawanya bersamaku.
19
Orang lain akan mengawasi semua yang kukerjakan dan mempelajarinya. Dan aku tidak tahu apakah orang itu akan menjadi bijak atau bodoh. Itu juga tidak berarti.
20
Jadi, aku menjadi sedih mengingat semua pekerjaan yang kulakukan.
21
Orang dapat bekerja keras dengan memakai semua hikmat, dan pengetahuan, dan keahliannya, tetapi mereka akan mati dan orang lain mendapat semua hasil pekerjaannya. Mereka tidak bekerja, tetapi mereka mendapat semuanya. Hal itu membuat aku sangat sedih. Hal itu juga tidak adil dan tidak berarti.
22
Apa yang sebenarnya diperoleh orang setelah selesai semua pekerjaan dan perjuangan dalam hidupnya?
23
Dalam seluruh hidupnya, mereka mendapat kepedihan, kekecewaan, dan kerja keras. Bahkan pada malam hari pikirannya tidak dapat istirahat. Itu juga tidak berarti.
24
Tidak seorang pun yang berusaha menikmati hidup lebih daripada yang kunikmati. Dan ini yang kupelajari: Hal terbaik yang dapat dilakukan orang ialah makan, minum, dan menikmati pekerjaan yang harus dilakukannya. Aku juga melihat bahwa itu datang dari Allah.
25
(2:24)
26
Jika orang berbuat baik dan menyenangkan Allah, Ia akan memberikan hikmat, pengetahuan, dan sukacita kepada mereka, tetapi orang berdosa hanya bekerja untuk mengumpulkan dan membawanya. Allah mengambil dari orang jahat dan memberikannya kepada orang baik, tetapi semua pekerjaan itu sia-sia, seperti berusaha menangkap angin.
← Chapter 1
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 3 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12