bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Jeremiah 20
Jeremiah 20
Indonesian VMD 2005
← Chapter 19
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 21 →
1
[Yeremia dan Pasyhur] Pasyhur anak Imer adalah imam. Dialah petugas tertinggi Bait TUHAN waktu itu. Ketika Pasyhur mendengar Yeremia mengatakan itu di pelataran Rumah Tuhan,
2
ia memukul Nabi Yeremia. Dan dia memasung tangan dan kakinya di antara balok kayu. Itu terjadi di Pintu atas Benyamin yang ada di Bait TUHAN.
3
Hari berikutnya, Pasyhur melepaskan Yeremia dari pasungan. Kemudian Yeremia berkata kepadanya, “TUHAN tidak menyebut namamu lagi Pasyhur. Sebagai gantinya Tuhan menyebut namamu ‘Dikelilingi kekacauan.’
4
Itulah namamu sebab TUHAN mengatakan, ‘Aku segera membuat engkau menjadi pengacau atas dirimu sendiri dan atas semua temanmu. Engkau akan melihat teman-temanmu dibunuh musuh dengan pedang. Aku menyerahkan semua orang Yehuda kepada raja Babel, dan dia membawanya ke negeri Babel. Dan tentaranya membunuh mereka dengan pedang.
5
Penduduk Yerusalem kerja keras membangun sesuatu dan menjadi mewah, tetapi Aku menyerahkan semuanya itu kepada musuhnya. Raja di Yehuda mempunyai banyak harta, tetapi Aku menyerahkannya kepada musuh. Musuh akan mengambil dan membawanya ke negeri Babel.
6
Dan Pasyhur, engkau beserta semua orang yang tinggal di rumahmu, akan dibawa dan dipaksa pergi ke Babel, dan tinggal di sana. Engkau akan mati di Babel dan di sana jugalah kamu dikubur. Engkau berdusta terhadap teman-temanmu bahwa hal itu tidak akan terjadi, tetapi semua temanmu juga akan mati dan dikubur di Babel.’”
7
[Keluhan Yeremia yang Kelima] TUHAN, Engkau telah menipuku, dan aku telah dibodoh-bodohi. Engkau lebih kuat daripadaku, maka Engkau menang. Aku telah menjadi ejekan. Orang menertawai aku dan menghinaku sepanjang hari.
8
Kapan pun aku bicara, aku menjerit. Aku selalu menjerit atas kekerasan dan penindasan. Aku menyampaikan pesan yang kuterima dari TUHAN kepada orang. Namun, orang hanya menghinaku dan mencela aku.
9
Kadang-kadang aku berkata dalam hatiku, “Aku akan melupakan Tuhan. Aku tidak berbicara lagi atas nama-Nya.” Bila aku mengatakan itu, pesan Tuhan seperti api yang membakar dalam diriku. Rasanya seperti ada membakar dalam tulang-tulangku. Aku telah capek menahan pesan-Nya di dalam diriku, dan akhirnya aku tidak sanggup menahannya.
10
Aku mendengar bisikan orang terhadap diriku. Di mana-mana aku dengar hal yang membuatku takut. Bahkan teman-temanku mengatakan hal-hal yang menentang aku. Orang mengintai aku melakukan yang salah. Mereka berkata, “Mari kita berdusta dan berkata bahwa ia telah melakukan sesuatu yang jahat. Mungkin kita dapat menipunya. Kemudian kita dapat menangkapnya. Akhirnya kita dapat membuangnya. Kemudian kita menguburkannya sebagai balas dendam terhadapnya.”
11
Namun, TUHAN ada bersamaku. Ia seperti tentara yang perkasa. Jadi, orang yang mengusirku akan jatuh. Mereka tidak mengalahkan aku. Mereka akan gagal. Mereka kecewa. Mereka dipermalukan dan mereka tidak pernah lupa akan hal itu.
12
Ya TUHAN Yang Mahakuasa, Engkau menguji orang yang baik. Engkau melihat ke dalam pikiran orang. Aku menyerahkan keluhanku kepada-Mu terhadap orang-orang itu. Jadi, biarlah aku melihat hukuman yang Kauberikan pada mereka sesuai dengan yang dilakukannya.
13
Bernyanyilah bagi TUHAN. Pujilah TUHAN! Ia menyelamatkan hidup orang miskin. Ia menyelamatkan mereka dari orang jahat.
14
[Keluhan Yeremia yang Keenam] Kutuklah hari kelahiranku. Janganlah berkati hari kelahiranku.
15
Kutuklah orang yang memberitahukan kepada ayahku bahwa aku telah lahir, “Ada anak laki-laki,” katanya. “Engkau mempunyai seorang anak laki-laki.” Ia membuat ayahku sangat bergembira ketika berita itu disampaikan kepadanya.
16
Biarlah orang itu seperti kota-kota yang dibinasakan TUHAN. Ia tidak berbelaskasihan terhadap kota-kota itu. Biarlah orang itu mendengar teriakan perang di pagi hari. Biarlah ia mendengar jeritan perang pada tengah hari
17
sebab ia tidak membunuh aku, ketika aku masih dalam rahim ibuku. Sekiranya aku dibunuhnya saat itu, ibuku menjadi kuburanku, dan aku tidak akan pernah lahir.
18
Mengapa aku keluar dari kandungan? Semua yang kulihat adalah kesulitan dan kesedihan dan hidupku akan berakhir dalam rasa malu.
← Chapter 19
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 21 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52