bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Luke 20
Luke 20
Indonesian VMD 2005
← Chapter 19
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 21 →
1
[Pemimpin Yahudi Bertanya kepada Yesus] Pada suatu hari ketika Yesus sedang mengajar orang banyak di pelataran Bait dan memberitakan Kabar Baik, imam-imam kepala dan guru Taurat bersama tua-tua mendatangi Yesus.
2
Mereka berkata kepada-Nya, “Katakanlah kepada kami, dengan kuasa apa Engkau melakukan itu? Atau siapa yang memberi kuasa itu kepada-Mu?”
3
Ia menjawab dan berkata kepada mereka, “Aku akan bertanya juga kepada kamu. Katakanlah kepada-Ku,
4
Apakah baptisan Yohanes berasal dari surga atau dari manusia?”
5
Mereka berunding dan berkata, “Jika kita mengatakan, ‘Dari surga,’ Ia akan mengatakan, ‘Mengapa kamu tidak percaya kepada dia?’
6
Jika kita mengatakan, ‘Dari manusia,’ semua orang akan melempar kita dengan batu. Mereka yakin bahwa Yohanes adalah seorang nabi.”
7
Mereka memberi jawaban, “Kami tidak tahu dari mana asalnya.”
8
Yesus pun berkata kepada mereka, “Aku juga tidak akan mengatakan dalam kuasa apa Aku melakukan itu.”
9
[Allah Mengutus Anak-Nya] Kemudian Yesus mengatakan kepada orang banyak perumpamaan ini, “Ada seorang menanam anggur di sebuah kebun. Dia menyewakan kebun itu kepada beberapa petani. Ia sendiri pergi untuk waktu yang cukup lama.
10
Ketika musim panen tiba, ia menyuruh seorang hamba kepada petani-petani itu, supaya mereka memberikan sebagian hasil dari kebun anggur itu, tetapi petani-petani itu memukul hamba itu dan mengusir dia tanpa memberinya apa-apa.
11
Kemudian orang itu mengirim hamba lain, tetapi mereka memukul dan memperlakukannya dengan tidak hormat, lalu mengusirnya dengan tangan kosong.
12
Ia mengutus hamba ketiga, tetapi mereka melukainya dan melemparkannya ke luar.
13
Pemilik kebun itu mengatakan, ‘Apa yang akan kulakukan? Aku akan mengirim anakku yang kukasihi. Mungkin mereka akan menghormatinya.’
14
Ketika para petani melihat anak itu, mereka membicarakan hal itu di antara mereka, katanya, ‘Ia adalah pewaris kebun. Mari kita bunuh dia supaya warisan itu menjadi milik kita.’
15
Mereka melemparkan dia ke luar dari kebun anggur, lalu membunuhnya. Apa yang akan dilakukan pemilik kebun itu terhadap mereka?
16
Ia akan datang dan membunuh petani-petani itu. Kemudian kebunnya akan diberikan kepada orang lain.” Ketika mereka mendengar itu, mereka mengatakan, “Itu tidak boleh terjadi.”
17
Ia memandang mereka dan berkata, “Jika begitu, apa artinya nas ini, ‘Batu yang dibuang oleh tukang telah menjadi batu penjuru’?
18
Setiap orang yang jatuh ke atas batu itu akan pecah. Jika batu itu jatuh ke atasmu, kamu akan hancur.”
19
Guru Taurat dan imam kepala saat itu mencari jalan untuk menangkap-Nya, tetapi mereka takut kepada orang banyak. Mereka ingin menangkap-Nya karena mereka tahu, bahwa perumpamaan tadi ditujukan terhadap mereka.
20
[Pemimpin Yahudi Menjebak Yesus] Mereka mengamati Yesus baik-baik. Mereka juga mengirim mata-mata yang pura-pura bersikap baik. Mereka ingin menjerat-Nya dengan perkataan-Nya supaya mereka dapat menyerahkan-Nya ke dalam kuasa dan wewenang gubernur.
21
Mata-mata itu bertanya kepada-Nya, “Guru, kami tahu bahwa Engkau berbicara dan mengajar dengan benar. Kami juga tahu bahwa Engkau tidak memandang bulu, tetapi mengajarkan yang sama kepada semua orang. Engkau selalu mengajar kebenaran tentang Allah.
22
Apakah kita boleh membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?”
23
Yesus menyadari bahwa mereka berencana menjebak-Nya. Ia berkata kepada mereka,
24
“Coba tunjukkan kepada-Ku satu keping uang perak. Gambar dan nama siapakah ini?” Jawab mereka, “Kaisar.”
25
Ia berkata kepada mereka, “Kalau begitu, berilah kepada Kaisar milik Kaisar, dan milik Allah kepada Allah.”
26
Dan mereka tidak dapat menjerat-Nya dengan perkataan yang telah dikatakan-Nya di depan orang banyak. Mereka heran atas jawaban-Nya dan mereka diam saja.
27
[Orang Saduki Menjebak Yesus] Beberapa orang Saduki datang kepada Yesus. Orang Saduki tidak percaya bahwa ada kebangkitan. Mereka bertanya kepada-Nya,
28
“Guru, Musa menulis untuk kita bahwa jika ada orang yang meninggal, dan dia mempunyai istri, tetapi ia tidak mempunyai anak, saudaranya harus mengawini janda itu, supaya mendapat anak untuk saudaranya.
29
Ada tujuh bersaudara, yang pertama mengawini seorang perempuan, tetapi ia meninggal tanpa mendapat anak.
30
Kemudian saudara kedua mengawini perempuan itu, dan dia meninggal juga.
31
Kemudian saudara ketiga mengawininya juga. Hal yang sama terjadi kepada ketujuh bersaudara. Mereka meninggal tanpa mendapat anak.
32
Perempuan itulah yang terakhir meninggal.
33
Ketujuh bersaudara itu telah kawin dengan perempuan itu, jadi bila orang akan dibangkitkan dari kematian, akan menjadi istri siapakah perempuan itu?”
34
Kata Yesus kepada mereka, “Orang di dunia ini kawin dan dikawinkan.
35
Mereka yang dianggap layak untuk dunia yang lain setelah kebangkitan dari orang mati tidak kawin atau dikawinkan.
36
Dan mereka tidak bisa mati lagi karena mereka sudah seperti malaikat. Mereka adalah anak-anak Allah karena mereka sudah dibangkitkan dari kematian.
37
Musa menunjukkan bahwa mereka yang mati akan bangkit. Ketika Musa menuliskan tentang semak menyala, ia menyebut bahwa Allah adalah ‘Allah Abraham, Allah Ishak, dan Allah Yakub.’
38
Allah bukan Allah orang mati, tetapi Allah orang yang hidup. Semua orang yang menjadi milik Allah adalah hidup.”
39
Beberapa guru Taurat mengatakan, “Guru, jawaban-Mu tepat.”
40
Tidak ada lagi orang yang berani mengajukan pertanyaan kepada-Nya.
41
[Kristus Anak Daud atau Tuhannya?] Kemudian Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa orang mengatakan bahwa Kristus yang dijanjikan itu Anak Daud?
42
Dalam kitab Mazmur Daud sendiri mengatakan, ‘Allah berkata kepada Tuhanku, duduklah di sebelah kanan-Ku,
43
dan Aku akan membuat musuh-Mu di bawah kuasa-Mu.’
44
Daud menyebut Kristus yang dijanjikan itu ‘Tuhan’, bagaimana mungkin Dia itu anak Daud?”
45
[Peringatan Terhadap Guru Taurat] Sementara orang banyak mendengarkan, Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya,
46
“Hati-hatilah terhadap guru Taurat. Mereka suka berjalan-jalan dengan jubah panjang. Mereka juga senang dihormati orang di pasar. Mereka suka duduk di tempat-tempat paling penting di rumah pertemuan. Begitu juga mereka senang duduk di tempat terhormat pada pesta-pesta.
47
Mereka bermaksud mencuri di rumah janda-janda dan berpura-pura berdoa panjang lebar. Mereka pasti akan mendapat hukuman yang sangat berat.”
← Chapter 19
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 21 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24