bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Mark 14
Mark 14
Indonesian VMD 2005
← Chapter 13
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 15 →
1
[Pemimpin Yahudi Berencana Membunuh Yesus] Sekarang tinggal dua hari sebelum Hari Raya Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi. Imam-imam kepala dan guru Taurat berusaha mencari jalan menangkap Yesus tanpa dilihat orang banyak.
2
Mereka mengatakan, “Kita jangan melakukannya selama masa perayaan. Kita tidak mau orang banyak marah dan melakukan kekacauan.”
3
[Seorang Perempuan Mengurapi Yesus] Yesus ada di Betania. Ia sedang makan di rumah Simon, si kusta itu. Ketika Ia di sana, seorang perempuan datang membawa sebuah botol marmer putih berisikan wangi-wangian mahal terbuat dari narwastu murni. Ia memecahkan botol itu lalu menyiramkan wangi-wangian itu ke atas kepala Yesus.
4
Beberapa murid-Nya melihat itu. Mereka marah dan berkata satu sama lain, “Mengapa wangi-wangian itu dihambur-hamburkan begitu saja?
5
Wangi-wangian itu dapat dijual seharga 300 kantung uang perak. Dan uang itu dapat diberikan kepada orang miskin.” Itulah kecaman mereka kepadanya.
6
Yesus mengatakan, “Biarkanlah dia. Mengapa kamu mengganggunya? Ia melakukan sesuatu yang indah bagi-Ku.
7
Orang miskin akan selalu ada di sekelilingmu. Kamu dapat membantu mereka kapan saja, tetapi Aku tidak selalu ada di tengah-tengahmu.
8
Ia sudah berbuat yang dapat dilakukannya. Ia menuangkan wangi-wangian pada tubuh-Ku mendahului waktunya sebagai persiapan untuk penguburan-Ku.
9
Yakinlah, di mana-mana Kabar Baik diberitakan di dunia ini, yang telah dilakukannya akan diceritakan juga untuk mengingatnya.”
10
[Yudas Setuju Membantu Musuh Yesus] Kemudian Yudas Iskariot, salah satu dari ke-12 murid, pergi kepada imam-imam kepala untuk mengkhianati Yesus.
11
Mereka sangat senang mendengar itu. Mereka menjanjikan memberi uang kepadanya. Yudas mulai mencari kesempatan yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada mereka.
12
[Makan Paskah] Pada hari pertama perayaan Roti Tidak Beragi ketika domba Paskah dikurbankan, murid-murid Yesus bertanya kepada-Nya, “Di manakah Engkau menginginkan supaya kami mempersiapkan makanan Paskah?”
13
Ia menyuruh dua dari murid-murid-Nya ke kota. Ia berkata, “Pergilah ke kota. Dan ada seorang yang membawa guci air akan menemui kamu. Ikuti dia
14
ke rumah yang dimasukinya dan katakan kepada pemilik rumah itu, ‘Guru meminta supaya engkau menunjukkan kepada kami tempat yang dapat dipakai-Nya untuk makan Paskah bersama murid-murid-Nya.’
15
Ia akan menunjukkan sebuah ruangan atas yang besar kepada kamu. Tempat itu telah tersedia bagimu. Persiapkanlah makanan untuk kita di sana.”
16
Murid-murid-Nya berangkat dan masuk ke kota. Mereka menemukan tepat seperti yang dikatakan Yesus kepada mereka, dan mereka mempersiapkan makanan Paskah.
17
Ketika sudah mulai malam, Ia datang bersama ke-12 murid-Nya.
18
Sementara mereka makan, kata-Nya, “Yakinlah, salah seorang dari antara kamu akan mengkhianati Aku. Ia sedang makan bersama Aku.”
19
Mendengar itu mereka menjadi sangat sedih dan masing-masing mengatakan, “Pasti bukan aku.”
20
Ia berkata kepada mereka, “Salah satu dari kamu yang 12. Ia yang mencelupkan rotinya ke dalam mangkuk bersama Aku, dialah itu.
21
Anak Manusia akan mati seperti yang tertulis dalam Kitab Suci, tetapi celakalah orang yang mengkhianati-Nya. Lebih baik bagi dia sekiranya ia tidak dilahirkan.”
22
[Perjamuan Malam Tuhan] Sementara mereka makan, Yesus mengambil roti dan berdoa mengucap syukur. Ia memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka. Ia berkata, “Ambillah. Roti ini adalah tubuh-Ku.”
23
Kemudian Dia mengambil cawan berisi anggur, Ia berdoa mengucap syukur atasnya dan memberikannya kepada mereka. Mereka semua minum dari cawan itu.
24
Kemudian kata-Nya, “Anggur ini adalah darah-Ku, darah perjanjian, yang ditumpahkan bagi banyak orang.
25
Yakinlah, Aku tidak akan minum anggur lagi sampai pada hari Aku minum anggur yang baru di Kerajaan Allah.”
26
Kemudian mereka menyanyikan lagu puji-pujian lalu pergi ke Bukit Zaitun.
27
[Pengikut Yesus akan Meninggalkan-Nya] Yesus berkata kepada mereka, “Kamu semua akan kehilangan iman karena ada tertulis dalam Kitab Suci, ‘Aku akan membunuh gembala itu, dan domba-domba itu akan tercerai-berai.’
28
Setelah Aku bangkit, Aku akan pergi mendahului kamu ke Galilea.”
29
Petrus mengatakan, “Biar semua yang lain kehilangan imannya, tetapi aku tidak.”
30
Jawab Yesus, “Yakinlah, malam ini engkau akan berkata bahwa engkau tidak mengenal Aku. Engkau akan mengatakan itu tiga kali sebelum ayam berkokok dua kali.”
31
Petrus menjawab dengan tegas, “Biar aku harus mati, aku tidak akan menyangkal Engkau.” Murid-murid yang lain pun mengatakan hal yang sama.
32
[Yesus Berdoa Sendirian] Kemudian mereka sampai ke suatu tempat bernama Getsemani. Yesus berkata kepada murid-murid-Nya, “Duduklah di sini sementara Aku berdoa.”
33
Ia berkata kepada Petrus, Yakobus, dan Yohanes supaya mengikut Dia. Ia mulai dilanda ketakutan yang amat besar dan kecemasan yang mendalam.
34
Ia berkata kepada mereka, “Hati-Ku begitu sedih, hampir mau mati rasanya. Tinggallah di sini, dan berjaga-jagalah.”
35
Ia pergi agak jauh dari mereka. Ia merebahkan diri ke tanah lalu berdoa, jika mungkin, kiranya Ia tidak mengalami penderitaan saat itu.
36
Ia berkata, “Abba, Bapa, segala sesuatu dapat Engkau lakukan. Ambillah penderitaan itu dari Aku, tetapi lakukanlah kehendak-Mu, bukan kehendak-Ku.”
37
Kemudian Dia kembali kepada murid-murid-Nya dan mendapatinya tertidur. Ia berkata kepada Petrus, “Simon, engkau tidur? Tidak dapatkah engkau berjaga walau satu jam saja?
38
Berjaga-jaga dan berdoalah supaya kamu tidak tergoda. Memang jiwa menurut, tetapi tubuh lemah.”
39
Kembali Ia pergi untuk berdoa dan mengatakan hal yang sama.
40
Kemudian Dia kembali kepada murid-murid-Nya dan menemukannya tertidur sebab mata mereka terasa sangat berat. Mereka tidak tahu, apa yang harus mereka katakan kepada-Nya.
41
Sesudah Ia berdoa untuk ketiga kalinya, Ia datang kepada mereka dan berkata, “Masih tidurkah kamu dan beristirahat? Cukuplah. Waktunya sudah tiba. Lihatlah, Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan orang berdosa.
42
Bangunlah. Mari kita pergi. Lihatlah, orang yang mengkhianati Aku sudah datang.”
43
[Yesus Ditangkap] Dengan segera, sementara Yesus masih berbicara, Yudas, salah satu dari ke-12 murid datang bersama orang banyak membawa pedang dan pentung. Mereka disuruh imam-imam kepala, guru Taurat, dan tua-tua.
44
Si pengkhianat sudah memberi tanda kepada mereka, “Ia yang kucium adalah Yesus. Tangkap Dia, dan bawa dengan penjagaan ketat.”
45
Segera setelah Yudas tiba, ia mendekati Yesus dan berkata, “Guru!” Ia langsung mencium Yesus.
46
Kemudian mereka memegang Dia dan menangkap-Nya.
47
Salah seorang dari yang berdiri di sana mengeluarkan pedangnya lalu memotong telinga hamba imam besar dengan pedangnya.
48
Kata Yesus kepada mereka, “Kamu datang lengkap dengan pedang dan pentungan untuk menangkap Aku, seakan-akan Aku seorang penjahat.
49
Setiap hari Aku bersama kamu dan mengajar di pelataran Bait. Mengapa kamu tidak menangkap Aku waktu itu? Kitab Suci memang harus digenapi.”
50
Kemudian semua pengikut-Nya meninggalkan-Nya dan melarikan diri.
51
Seorang pemuda mengikuti Dia. Ia hanya memakai sehelai kain lenan. Mereka mencoba menangkapnya,
52
tetapi ia meninggalkan kainnya dan melarikan diri dengan telanjang bulat.
53
[Yesus di Depan Pemimpin Yahudi] Mereka membawa Yesus kepada imam besar. Semua imam-imam kepala, tua-tua, dan guru Taurat berkumpul.
54
Petrus mengikuti Yesus dari jauh sampai ke pelataran tempat tinggal imam besar. Di sana ia duduk bersama penjaga-penjaga. Ia memanaskan badan dekat api.
55
Imam-imam kepala dan seluruh Mahkamah Agama berusaha mencari bukti kesalahan Yesus supaya Ia dihukum mati, tetapi mereka tidak menemukannya.
56
Banyak orang memberi kesaksian palsu melawan Dia, tetapi kesaksian mereka tidak cocok satu sama lain.
57
Kemudian beberapa orang berdiri dan memberi kesaksian palsu terhadap Yesus.
58
Mereka mengatakan, “Kami mendengar Dia mengatakan, ‘Aku akan merobohkan Bait buatan tangan manusia itu dan dalam tiga hari Aku akan bangun yang lain, yang tidak dibuat tangan manusia.’”
59
Namun kesaksian mereka dalam hal itu pun tidak tepat.
60
Imam besar berdiri di depan mereka lalu bertanya kepada Yesus, “Engkau tidak akan menjawab tuduhan itu? Apa artinya tuduhan yang disebut orang melawan Engkau?”
61
Ia tetap diam dan tidak menjawab. Sekali lagi imam besar bertanya kepada-Nya, “Apakah Engkau Kristus yang dijanjikan itu, Anak dari Yang Diberkati?”
62
Jawab Yesus, “Akulah Dia. Dan kamu akan melihat Anak Manusia duduk di tempat yang paling terhormat di surga dekat Yang Mahakuasa dan datang dalam awan dari surga.”
63
Mendengar itu, imam besar merobek pakaiannya dan berkata, “Apakah kita masih memerlukan saksi-saksi lain lagi?
64
Kamu sudah mendengar hujatan itu. Bagaimana pendapatmu?” Mereka semua menyatakan Dia harus dihukum mati.
65
Ada di antara mereka yang mulai meludahi-Nya, menutupi muka-Nya, dan memukul-Nya. Mereka mengatakan, “Selaku seorang nabi, terkalah siapa memukulmu.” Kemudian para pengawal membawa-Nya ke luar serta memukul-Nya.
66
[Petrus Menyangkal Yesus] Sementara Petrus masih ada di pelataran, seorang pelayan perempuan dari imam besar datang.
67
Ketika dilihatnya Petrus memanaskan diri, ia menatapnya serta mengatakan, “Engkau juga bersama Yesus, orang Nazaret itu.”
68
Namun, dia menyangkal, katanya, “Aku tidak mengerti yang kaukatakan.” Ia pergi ke gerbang masuk [lalu ayam berkokok].
69
Ketika pelayan perempuan itu melihatnya, ia berkata kepada orang yang berdiri di sana, “Orang itu adalah salah seorang dari mereka.”
70
Petrus menyangkalnya lagi. Setelah beberapa lama orang yang berdiri di sekitar itu berkata kepada Petrus, “Benar. Kau salah seorang dari mereka sebab engkau adalah orang Galilea.”
71
Petrus mulai memaki-maki dan bersumpah, “Aku tidak kenal Orang yang kamu sebut-sebut itu.”
72
Setelah itu ayam berkokok untuk kedua kalinya, lalu Petrus teringat akan perkataan Yesus kepadanya, “Sebelum ayam berkokok dua kali, engkau mengatakan tiga kali bahwa engkau tidak mengenal Aku.” Petrus sangat sedih dan mulailah dia menangis.
← Chapter 13
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 15 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16