bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Numbers 22
Numbers 22
Indonesian VMD 2005
← Chapter 21
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 23 →
1
[Bileam dan Raja Moab] Kemudian orang Israel melanjutkan perjalanannya ke Lembah Yordan di Moab. Mereka berkemah dekat Sungai Yordan, di seberang Yerikho.
2
Balak anak Zipor melihat semua hal yang dilakukan orang Israel terhadap Amori. Raja Moab sangat takut karena orang Israel banyak. Moab sesungguhnya ketakutan.
3
(22:2)
4
Raja Moab berkata kepada para pemimpin Midian, “Kumpulan orang banyak itu akan membinasakan segala sesuatu di sekitar kita seperti seekor lembu memakan semua rumput di ladang.” Balak anak Zipor adalah raja Moab waktu itu.
5
Ia mengirim utusan memanggil Bileam anak Beor. Bileam ada di Petor dekat Sungai Efrat. Di sanalah keluarga Bileam tinggal. Inilah pesan Balak, “Suatu bangsa yang baru telah datang dari Mesir. Mereka begitu banyaknya sehingga menduduki seluruh negeri. Mereka berkemah dekat kepadaku.
6
Datang dan tolonglah aku. Mereka terlalu kuat untukku. Aku tahu bahwa engkau mempunyai kekuatan besar. Jika engkau memberkati orang, hal-hal yang baik akan terjadi padanya. Jika engkau mengutuk orang, hal-hal yang jahat akan terjadi padanya. Jadi, datanglah dan kutuklah orang itu. Semoga aku mampu menyerang mereka dan mengusir mereka dari negeriku.”
7
Para pemimpin Moab dan Midian pergi dan berbicara kepada Bileam. Mereka membawa uang untuk membayar pekerjaannya. Mereka berkata kepadanya apa yang telah dikatakan Balak.
8
Bileam berkata kepada mereka, “Bermalamlah di sini, aku akan sampaikan kepadamu yang dikatakan TUHAN kepadaku.” Jadi, para pemimpin Moab tinggal bersama Bileam malam itu.
9
Allah mendatangi Bileam dan bertanya, “Siapa orang yang bersama engkau?”
10
Bileam berkata kepada Allah, “Raja Moab, Balak anak Zipor, mengutus mereka kepadaku dan memberikan pesan kepadaku.
11
Inilah pesan itu, ‘Suatu bangsa baru telah datang dari Mesir. Mereka begitu banyak sehingga memadati negeri. Jadi, datanglah dan kutuklah mereka. Semoga aku mampu menyerang dan mengusir mereka dari negeriku.’”
12
Allah berkata kepada Bileam, “Jangan pergi bersama mereka. Jangan mengutuk bangsa itu. Mereka adalah umat-Ku.”
13
Besoknya Bileam bangun dan berkata kepada para pemimpin Balak, “Pergilah kembali ke negerimu. TUHAN tidak membiarkan aku pergi bersamamu.”
14
Jadi, para pemimpin Moab kembali kepada Balak dan berkata, “Bileam tidak mau datang bersama kami.”
15
Jadi, Balak mengirim pemimpin lainnya kepada Bileam. Mereka lebih banyak daripada yang pertama. Mereka jauh lebih penting daripada yang pertama.
16
Mereka pergi kepada Bileam dan berkata, “Inilah yang dikatakan Balak, anak Zipor kepadamu, ‘Janganlah ada sesuatu yang menghalangimu untuk datang.
17
Aku akan membayar sangat banyak kepadamu jika engkau melakukan yang kuminta. Datanglah, dan kutuklah bangsa itu demi aku.’”
18
Bileam menjawab pegawai Balak, katanya, “Aku harus mematuhi TUHAN Allahku.
19
Kamu dapat bermalam di sini sebagaimana dilakukan oleh rombongan lainnya. Dan malam ini aku tahu apa yang akan dikatakan TUHAN kepadaku.”
20
Malam itu Allah datang kepada Bileam. Allah berkata kepadanya, “Orang itu telah mengundangmu untuk pergi bersama mereka. Jadi, pergilah dengan mereka, namun lakukanlah hanya yang Kukatakan kepadamu.”
21
[Bileam dan Keledainya] Besoknya Bileam bangun dan memasang pelana pada keledainya. Kemudian dia berangkat bersama pemimpin Moab itu.
22
Bileam menunggang keledainya. Dua orang hambanya ikut bersama dia. Ketika ia pergi, Allah marah. Jadi, malaikat TUHAN berdiri di jalan di depan Bileam. Malaikat menghentikan Bileam.
23
Keledainya melihat malaikat TUHAN berdiri di jalan dengan memegang pedang. Jadi, keledai itu menyimpang dari jalan dan pergi ke ladang. Bileam tidak dapat melihat malaikat itu. Jadi, ia sangat marah kepada keledai itu dan memukulinya dan memaksa kembali ke jalan.
24
Sesudah itu malaikat TUHAN berdiri di jalan yang sempit, di antara dua kebun anggur dengan tembok pada kedua sisi jalan.
25
Keledai itu melihat malaikat TUHAN lagi. Jadi, keledai itu berjalan sangat rapat pada tembok, sehingga kaki Bileam tergores pada tembok, lalu Bileam memukul keledai itu lagi.
26
Sesudah itu malaikat TUHAN berpindah lagi ke tempat lain di sebuah tempat yang semakin sempit. Tidak ada lagi tempat keledai itu lewat, tidak dapat bergerak ke kiri maupun ke kanan.
27
Keledai itu melihat malaikat TUHAN dan merebahkan diri sambil Bileam duduk di atasnya. Bileam sangat marah kepada keledai itu dan memukulinya dengan tongkatnya.
28
Kemudian TUHAN membuat keledai itu berbicara. Keledai itu berkata kepada Bileam, “Mengapa engkau marah kepadaku? Apa yang telah kuperbuat kepadamu? Engkau telah memukul aku tiga kali.”
29
Bileam menjawab keledai itu, “Engkau mempermainkan aku. Sekiranya aku memegang pedang, aku membunuhmu sekarang.”
30
Keledai itu berkata kepadanya, “Lihatlah, aku keledaimu. Engkau telah menunggangi aku selama bertahun-tahun. Engkau tahu bahwa aku tidak pernah melakukan hal seperti itu sebelumnya.” Bileam mengatakan, “Itu benar.”
31
Kemudian TUHAN membuka mata Bileam dan dia melihat malaikat. Malaikat TUHAN sedang berdiri di jalan dan memegang pedangnya. Bileam bersujud.
32
Kemudian malaikat TUHAN bertanya kepadanya, “Mengapa engkau memukul keledaimu tiga kali? Aku sendiri telah menghambatmu, tetapi pada saat itu,
33
keledaimu melihat aku dan menghindar dari aku. Hal itu telah terjadi tiga kali. Jika keledai itu tidak menghindar, aku pasti sudah membunuhmu dan menyelamatkan keledai itu.”
34
Bileam berkata kepada malaikat TUHAN, “Aku telah berdosa. Aku tidak tahu bahwa engkau berdiri di jalan. Jika aku melakukan yang salah, aku akan kembali.”
35
Kemudian malaikat TUHAN berkata kepada Bileam, “Tidak! Engkau dapat pergi bersama orang itu, tetapi hati-hatilah. Sampaikan yang telah Kusuruh yang harus kaukatakan.” Jadi, Bileam pergi bersama para pemimpin Balak.
36
Balak mendengar bahwa Bileam telah datang. Jadi, ia keluar untuk menemuinya di Kota Moab, dekat Sungai Arnon, yaitu di perbatasan sebelah utara negerinya.
37
Ketika Balak melihat Bileam, ia berkata kepadanya, “Aku telah meminta sebelumnya supaya engkau datang. Aku mengatakan bahwa hal itu sangat penting. Mengapa engkau tidak datang kepadaku? Apakah engkau kira aku tidak mampu membayar upahmu?”
38
Jawab Bileam, “Aku ada di sini sekarang. Aku datang, tetapi aku mungkin tidak dapat melakukan yang kauminta. Aku hanya menyampaikan yang telah dikatakan Allah kepadaku.”
39
Kemudian Bileam pergi bersama Balak ke Kiryat-Huzot.
40
Balak menyembelih beberapa lembu dan domba sebagai kurban. Dia memberikan sebagian kepada Bileam dan para pemimpin yang ada bersamanya.
41
Besok paginya Balak membawa Bileam ke kota Bamot-Baal. Dari sana mereka dapat melihat sebagian perkemahan orang Israel.
← Chapter 21
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 23 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36