bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Romans 3
Romans 3
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 2
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 4 →
1
[Apa gunanya menjadi orang Yahudi?] Kalau begitu, apakah orang Yahudi lebih beruntung daripada orang bukan Yahudi? Dan apakah ada gunanya orang disunat?
2
Tentu saja banyak gunanya! Pertama-tama, karena kepada orang Yahudilah Allah menyampaikan perkataan-perkataan-Nya untuk ditaati.
3
Tetapi, seandainya ada orang Yahudi yang tidak setia taat kepada perkataan Allah, lalu bagaimana? Apakah karena orang itu tidak setia kepada Allah, lalu Allah menjadi tidak setia juga kepadanya?
4
Tentu tidak! Sebab, Allah selalu benar! Itu sudah jelas, meskipun setiap orang adalah pendusta. Dalam Kitab Suci tertulis begini. “Apabila engkau berbicara, hendaklah orang melihat bahwa engkau benar. Dan apabila engkau membela dirimu sendiri, engkau akan selalu menang terhadap mereka yang berkata bahwa engkau salah.”
5
Tetapi, mungkin ada yang berkata, “Kalau kita berbuat yang tidak benar, bukankah dengan demikian orang dapat melihat dengan jelas bahwa Allah adil?” Nah, jika ada yang berpikir begitu, apa jawaban kita? Apakah kita akan berkata, “Kalau begitu, Allah tidak adil jika Ia menghukum kita!”? (Saya mengatakan ini sebagai manusia biasa.)
6
Tidak mungkin! Sebab, kalau Allah tidak adil, bagaimanakah Ia dapat menghakimi dunia ini?
7
Mungkin ada yang berkata, “Tetapi seandainya saya berbuat yang tidak benar, bukankah itu menyebabkan apa yang benar tentang Allah lebih kelihatan? Dan dengan demikian Allah dipuji, bukan? Nah, kalau dengan saya berbuat dosa, Allah dipuji, mengapa Allah menghukum saya?”
8
Kalau begitu, mengapa kita tidak berkata saja, “Ayo, mari kita berbuat dosa supaya Allah dihormati!”? Memang ada orang-orang yang berkata bahwa saya pernah berkata begitu. Itu suatu penghinaan terhadap saya! Orang-orang semacam itu akan dihukum Allah, dan memang sewajarnya mereka dihukum.
9
[Tidak ada seorang pun yang berbuat yang benar] Nah, apakah di hadapan Allah orang Yahudi lebih baik daripada orang-orang bangsa lain? Sama sekali tidak. Di hadapan Allah, kita orang Yahudi sama saja dengan bangsa-bangsa lain. Saya sudah mengatakan sebelumnya bahwa semua orang, baik orang Yahudi maupun orang bangsa lain, dikuasai oleh keinginan untuk berbuat dosa.
10
Di dalam Kitab Suci tertulis begini, “Di hadapan Allah tidak ada seorang pun yang benar,
11
tidak ada yang mengerti Allah, dan tidak ada yang percaya dan taat kepada Allah.
12
Semua orang tidak mau ingat lagi kepada Allah; semua sudah tidak berguna lagi; tidak ada yang berbuat baik, seorang pun tidak!
13
Dengan kata-kata, mereka menghancurkan orang lain; mereka selalu menipu, dan kata-kata fitnahan mereka seperti bisa ular yang menyebabkan kematian.
14
Mereka selalu mengutuk dan menuduh orang.
15
Mereka selalu dengan cepat mau menyiksa dan membunuh orang.
16
Ke mana pun mereka pergi, mereka selalu menyebabkan kehancuran dan penderitaan.
17
Mereka tidak pernah berbuat sesuatu supaya orang hidup rukun satu sama lain,
18
mereka tidak punya perasaan hormat dan takut kepada Allah.”
19
Sekarang kita tahu bahwa semua yang tertulis di dalam hukum agama Yahudi adalah untuk orang-orang yang sudah mengakui bahwa mereka akan taat kepada hukum itu.
20
Karena itu, hukum agama diberikan oleh Allah supaya semua orang tidak dapat lagi memberikan alasan bahwa mereka tidak tahu apa yang harus mereka lakukan untuk menyenangkan hati Allah. Hukum itu diberikan juga untuk menunjukkan bahwa Allah akan menghakimi setiap orang di dunia. Sebab, dengan melakukan apa yang tercantum di dalam hukum agama tidak berarti bahwa orang itu sudah menjadi sahabat Allah lagi. Hukum agama hanya berguna untuk menunjukkan kepada manusia bahwa mereka berdosa.
21
[Allah memberi jalan supaya manusia berbaik kembali dengan Dia] Sekarang Allah memberi jalan kepada manusia untuk berbaik kembali dengan Dia. Tetapi, jalannya bukan dengan menaati hukum-hukum agama, meskipun Musa dan nabi-nabi sudah menuliskan hal itu di dalam buku mereka. Jalannya ialah dengan percaya kepada Yesus Kristus.
22
Allah melakukan itu untuk semua orang yang percaya kepada Kristus, tidak ada yang dibeda-bedakan.
23
Sebab, semua orang sudah berdosa dan jauh dari Allah yang mau menyelamatkan mereka.
24
Tetapi, Allah mengasihi mereka dan menjadikan mereka sebagai sahabat-Nya lagi. Ia melakukan itu dengan cuma-cuma karena Yesus Kristus sudah mati sebagai kurban untuk membebaskan mereka.
25
Allah memberikan Yesus Kristus sebagai kurban supaya dengan kematian Yesus, Allah bisa mengampuni manusia, asal mereka percaya kepada Yesus. Allah berbuat begitu untuk menunjukkan bahwa Ia adil. Pada zaman dahulu, Allah sabar dan membiarkan saja manusia berdosa tanpa menghukumnya.
26
Tetapi, sekarang Ia bertindak untuk menghukum dosa supaya orang bisa melihat betapa adilnya Allah. Dengan demikian, Allah menunjukkan bahwa Ia adil, dan Ia membuat setiap orang yang percaya kepada Yesus menjadi sahabat-Nya.
27
Sekarang jelas bahwa kita tidak mempunyai alasan untuk menyombongkan diri. Mengapa? Apakah karena kita taat kepada hukum-hukum agama? Tidak, melainkan karena kita percaya kepada Yesus.
28
Sebab kami yakin, kita dapat menjadi sahabat Allah lagi hanya dengan percaya kepada Yesus, bukan dengan melakukan hukum-hukum agama!
29
Atau, apakah Allah itu adalah Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia adalah Allah bangsa lain juga? Ya, memang Ia adalah Allah bangsa lain juga!
30
Sebab, Allah hanya satu dan untuk menjadi sahabat-Nya lagi, Ia memberikan hanya satu jalan, yaitu dengan percaya kepada Yesus. Bangsa Yahudi harus percaya kepada Yesus untuk menjadi sahabat Allah lagi. Dan bangsa-bangsa lain pun harus percaya kepada Yesus untuk menjadi sahabat Allah.
31
Apakah itu berarti kita tidak menghargai hukum-hukum agama karena kita sudah percaya kepada Yesus? Tentu saja tidak! Justru karena kita sudah percaya kepada Yesus, maka kita menghargai hukum-hukum agama.
← Chapter 2
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 4 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16