bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Romans 9
Romans 9
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 8
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 10 →
1
[Bangsa yang telah dipilih oleh Allah secara khusus] Saya ingin mengatakan sesuatu kepadamu dan apa yang akan saya katakan ini adalah benar; saya tidak berdusta, sebab saya adalah milik Kristus. Roh Allah yang membimbing hati nurani saya, juga meyakinkan saya bahwa perkataan saya benar.
2
Yang mau saya katakan ialah bahwa hati saya merasa sangat berat memikirkan keadaan bangsa saya. Mereka seperti darah daging saya sendiri! Saya sedih memikirkan mereka. Saya boleh dikatakan rela dikutuk oleh Allah dan tidak lagi menjadi milik Kristus, demi kepentingan mereka.
3
(9:2)
4
Mereka adalah umat yang sudah dipilih oleh Allah. Ia menjadikan mereka anak-anak-Nya sendiri dan menunjukkan kepada mereka bahwa Ia sangat berkuasa. Ia sudah mengikat janji dengan mereka dan memberikan peraturan-peraturan-Nya kepada mereka. Ia sudah memberitahukan kepada mereka bagaimana seharusnya mereka menyembah Dia. Mereka juga sudah menerima janji-janji-Nya.
5
Mereka adalah keturunan tokoh-tokoh besar yang menjadi nenek moyang bangsa. Dan Kristus, secara lahir, berasal dari bangsa mereka. Ia lebih agung dari semuanya. Hendaknya semua orang selalu memuji Allah yang menguasai segala-galanya! Amin.
6
Saya tidak berkata bahwa janji Allah tidak berguna; sebab, tidak semua orang Israel adalah orang-orang yang dipilih oleh Allah.
7
Dan tidak semua keturunan Abraham adalah anak-anak Allah. Allah berkata kepada Abraham, “Hanya keturunan Ishak sajalah yang akan disebut keturunanmu.”
8
Itu berarti bahwa keturunan Abraham yang menjadi anak-anak Allah adalah hanya mereka yang dilahirkan karena janji Allah dan bukan semua keturunan Abraham. Sebab, janji Allah ialah begini,
9
“Pada waktu yang sudah ditentukan, Aku akan kembali, dan Sarah akan mempunyai seorang anak laki-laki.”
10
Lagi pula, Ribka melahirkan dua orang anak laki-laki dari satu ayah, yaitu Ishak nenek moyang kita. Yang dipilih hanya satu orang dan ia dipilih oleh Allah sendiri supaya apa yang direncanakan oleh Allah tetap bisa terlaksana. Oleh karena itu, Allah berkata kepada Ribka, “Anakmu yang lebih tua akan melayani adiknya.” Allah berkata begitu sebelum mereka lahir dan sebelum mereka dapat melakukan sesuatu yang baik atau yang jahat. Jadi, Allah memilih berdasarkan maksud-Nya untuk orang yang dipilih-Nya, bukan berdasarkan apa yang sudah dilakukan oleh siapa pun dari antara kedua anak Ribka itu.
11
(9:10)
12
(9:10)
13
Dalam Kitab Suci tertulis, “Aku mengasihi Yakub, tetapi benci kepada Esau.”
14
Oleh karena itu, apakah kita akan berkata bahwa Allah tidak adil? Tentu saja Allah adil! Sebab, Allah pernah berkata kepada Musa,
15
“Kalau Aku ingin berbelas kasihan kepada seseorang, Aku akan berbelas kasihan kepadanya. Dan kalau Aku ingin baik hati kepada seseorang, Aku akan berbaik hati kepadanya.”
16
Jadi, kalau Allah memilih seseorang, Allah melakukan itu bukan karena apa yang orang itu inginkan atau lakukan, tetapi hanya karena Allah mau menunjukkan belas kasihan-Nya kepada orang itu.
17
Sebab, dalam Kitab Suci tertulis, “Allah berkata kepada raja Mesir, ‘Aku mengangkat engkau menjadi raja hanya karena satu maksud; yaitu, Aku mau memakai engkau untuk menunjukkan bahwa Aku berkuasa dan membuat semua orang di seluruh dunia tahu mengenai Aku.’”
18
Jadi, kalau Allah ingin baik hati kepada seseorang, Ia baik hati kepada orang itu. Dan kalau Allah ingin membuat seseorang keras kepala, Ia akan membuat orang itu demikian.
19
[Allah menghukum, tetapi Allah juga berbelas kasihan] Nah, Saudara akan berkata kepada saya, “Kalau begitu, mengapa Allah masih mau berkata bahwa manusia bersalah? Bukankah tidak ada seorang pun yang bisa melawan keinginan Allah?”
20
Tetapi, Saudara! Anda hanya manusia; Anda tidak boleh berani menyahut kepada Allah! Apakah boleh pot kembang bertanya kepada orang yang membuatnya, “Mengapa engkau membuat saya begini?”
21
Tentu saja orang yang membuat pot kembang itu berhak mengerjakan tanah liat yang dipakainya itu menjadi apa saja sesuka hatinya, bukan? Dari segumpal tanah liat, ia berhak membuat dua macam pot kembang: satu yang bagus untuk dipakai pada waktu-waktu yang istimewa, dan yang lainnya yang kurang bagus untuk dipakai pada hari-hari biasa.
22
Begitu juga dengan apa yang dilakukan oleh Allah. Ia ingin menunjukkan bahwa Ia marah dan Ia mau orang tahu bahwa Ia berkuasa. Tapi, meskipun begitu, Ia sabar sekali terhadap orang-orang yang harus dihukum karena membuat Ia sangat marah.
23
Ia juga mau menunjukkan bahwa Ia mempunyai banyak hal indah yang sudah dicurahkan-Nya kepada kita yang Ia kasihani. Ia sudah menyiapkan kita untuk menerima hal-hal yang indah itu.
24
Kitalah orang-orang yang Ia panggil. Sebagian dari kita adalah orang Yahudi, dan sebagian lagi adalah orang-orang dari bangsa-bangsa lain.
25
Sebab, dalam buku Nabi Hosea, Allah berkata, “Kepada orang-orang yang sesungguhnya bukan umat-Ku, Aku akan berkata, ‘Kamu adalah umat-Ku.’ Dan kepada bangsa yang tidak Aku kasihi, Aku akan berkata, ‘Kekasih-Ku.’
26
Di tempat di mana Allah berkata, ‘Kamu bukan umat-Ku,’ di sanalah Allah yang hidup akan berkata kepada mereka, ‘Kamu adalah anak-anak-Ku.’”
27
Nabi Yesaya pernah berbicara dengan tegas mengenai orang Israel. Ia berkata, “Walaupun jumlah orang Israel banyak sekali seperti pasir di laut, tapi hanya sedikit yang akan selamat.
28
Sebab, Tuhan pasti akan segera menjatuhkan hukuman ke atas semua orang di seluruh dunia.”
29
Yesaya juga berkata begini, “Untung Tuhan yang Mahakuasa sudah membiarkan hidup beberapa orang dari antara bangsa kita. Seandainya tidak, pasti bangsa kita sudah lenyap seperti yang terjadi dengan orang-orang di Sodom dan Gomora.”
30
[Kabar Baik dari Allah adalah kabar baik untuk orang Israel juga] Nah, inilah yang kami maksudkan: Bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi tidak berusaha supaya mereka menjadi sahabat Allah. Tetapi, Allah menerima mereka sebagai sahabat-Nya karena mereka percaya kepada-Nya.
31
Sebaliknya, orang Yahudi selalu berusaha taat kepada hukum agama supaya Allah menerima mereka sebagai sahabat-Nya. Tetapi, justru merekalah yang tidak berhasil membuat Allah menerima mereka sebagai sahabat-Nya.
32
Mengapa mereka tidak berhasil? Sebab, mereka bergantung pada apa yang mereka lakukan, bukan pada kepercayaannya kepada Allah. Maka mereka tersandung pada batu yang membuat orang jatuh.
33
Mengenai batu itu, di dalam Kitab Suci tertulis begini: “Allah berkata, ‘Perhatikan baik-baik, Aku sudah meletakkan di Sion sebuah batu yang akan membuat orang tersandung yaitu sebuah batu besar yang akan membuat orang jatuh. Tetapi orang yang percaya kepadanya tidak akan kecewa.’”
← Chapter 8
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 10 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16