bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
1 Kings 22
1 Kings 22
Indonesian VMD 2005
← Chapter 21
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
1
[Mikha Memberi Peringatan kepada Ahab] Selama dua tahun berikutnya, tidak terjadi perang antara Aram dan Israel.
2
Kemudian pada tahun ketiga, Raja Yosafat dari Yehuda mengadakan kunjungan kepada Raja Ahab dari Israel.
3
Ahab bertanya kepada pejabatnya, “Apakah kamu masih ingat ketika raja Aram mengambil Ramot-Gilead dari kita? Kota itu adalah milik kita, mengapa kita tidak berbuat apa-apa untuk mengambilnya kembali?”
4
Jadi, Ahab bertanya kepada Yosafat, “Maukah engkau bergabung dengan kami untuk menyerang Aram di Ramot-Gilead?” Jawab Yosafat, “Ya, aku bergabung dengan engkau. Tentaraku dan kudaku siap untuk bergabung dengan pasukanmu,
5
tetapi kita harus meminta petunjuk dari TUHAN.”
6
Jadi, Ahab menghimpun para nabi. Ada kira-kira 400 orang pada saat itu. Ahab bertanya kepada nabi-nabi, “Haruskah aku pergi dan berperang melawan Aram di Ramot-Gilead atau tidak?” Para nabi itu menjawab, “Ya, sebab Tuhan membiarkan engkau mengalahkan Ramot-Gilead.”
7
Yosafat bertanya, “Apakah TUHAN tidak mempunyai nabi yang lain di sini? Mari kita tanya dia apa yang dikatakan Allah.”
8
Raja Ahab menjawab, “Ya, ada nabi yang lain. Namanya Mikha anak Yimla, tetapi aku membenci dia. Apabila dia berbicara demi TUHAN, dia tidak pernah mengatakan sesuatu yang baik kepadaku. Ia selalu mengatakan yang tidak kusukai.” Yosafat mengatakan, “Hai Raja, jangan katakan demikian.”
9
Jadi, Raja Ahab memerintahkan salah seorang pejabatnya untuk menjemput Mikha.
10
Saat itu raja Yehuda dan raja Israel memakai pakaian kebesaran. Mereka duduk di atas takhta, di tempat penghakiman dekat pintu gerbang Samaria. Semua nabi berdiri di hadapan mereka sambil bernubuat.
11
Seorang di antara para nabi itu bernama Zedekia, anak Kenaana. Zedekia membuat beberapa tanduk besi. Kemudian dia berkata kepada Ahab, “TUHAN mengatakan, ‘Dengan alat ini engkau akan mengalahkan pasukan Aram sampai mereka binasa semuanya.’”
12
Semua nabi yang lain setuju dengan perkataan Zedekia. Nabi itu mengatakan, “Pasukanmu harus maju sekarang. Mereka menyerang pasukan Aram di Ramot. Kamu akan menang. TUHAN mengizinkan kamu mengalahkan mereka.”
13
Ketika hal itu terjadi, pejabat pergi menjemput Mikha. Pejabat itu bertemu dengan Mikha dan berkata kepadanya, “Semua nabi yang lain itu telah berkata bahwa raja akan berhasil. Jadi, aku berkata kepadamu bahwa yang paling aman untuk kaulakukan adalah mengatakan hal yang sama.”
14
Namun, Mikha menjawab, “Tidak, aku berjanji demi kuasa TUHAN, aku akan mengatakan yang dikatakan TUHAN kepadaku untuk kusampaikan.”
15
Kemudian Mikha berdiri di depan Raja Ahab. Raja bertanya kepadanya, “Mikha, apakah Raja Yosafat dan aku harus menggabungkan tentara? Apakah kami harus pergi sekarang melawan tentara Aram di Ramot?” Mikha menjawab, “Ya! Pergi dan berhasillah. TUHAN membiarkan kamu merebut kota itu.”
16
Raja Ahab mengatakan, “Berulang kali aku meminta kepadamu untuk berjanji mengatakan yang benar dalam nama TUHAN.”
17
Kemudian Mikha mengatakan, “Aku melihat semua orang Israel berserak di gunung-gunung. Mereka seperti domba tanpa gembala. TUHAN berkata, ‘Mereka tidak mempunyai pemimpin. Biarlah setiap orang pulang dengan aman.’”
18
Ahab raja Israel berkata kepada Yosafat, “Sudah kukatakan kepadamu bahwa Mikha tidak pernah memberikan berita baik tentang aku. Ia hanya mempunyai berita buruk tentang aku.”
19
Mikha mengatakan, “Dengarkanlah berita ini dari TUHAN. Aku melihat TUHAN duduk di atas takhta-Nya di surga. Para malaikat-Nya berdiri mengelilingi-Nya.
20
TUHAN berkata, ‘Siapa di antara kamu mau menipu Raja Ahab? Aku mau supaya dia pergi dan berperang melawan pasukan Aram di Ramot, supaya dia dibunuh di situ.’ Para malaikat mengajukan banyak usulan yang berbeda.
21
Akhirnya salah satu mendekati TUHAN dan berkata, ‘Aku akan menipu dia.’
22
TUHAN menjawab, ‘Bagaimana engkau menipu Raja Ahab?’ Malaikat itu menjawab, ‘Aku membingungkan semua nabi Ahab. Aku mengatakan kepada nabi-nabi itu untuk berdusta kepada Raja Ahab. Pesan dari nabi-nabi itu adalah dusta.’ Jadi, TUHAN mengatakan, ‘Baiklah. Lakukan hal itu. Engkau akan berhasil.’”
23
Mikha mengakhiri perkataannya. Kemudian dia mengatakan, “Jadi, inilah yang telah terjadi. TUHAN sudah membuat para nabimu berdusta kepadamu. TUHAN sendiri telah memutuskan bahwa kesusahan besar akan terjadi atasmu.”
24
Kemudian Nabi Zedekia pergi kepada Mikha dan menampar mukanya. Dia berkata, “Bagaimanakah Roh TUHAN berbicara melalui engkau dan bukan melalui aku?”
25
Mikha menjawab, “Lihatlah, apa yang kukatakan akan terjadi. Dan apabila engkau melihatnya, engkau akan pergi ke tempat yang paling dalam di rumahmu untuk bersembunyi.”
26
Kemudian Raja Ahab memerintahkan seorang dari pegawainya menangkap Mikha. Ahab mengatakan, “Tangkaplah dia dan bawa kepada Gubernur Amon dan kepada Yoas, anak raja.
27
Katakan kepada mereka untuk memasukkan Mikha ke dalam penjara. Berikan kepadanya hanya roti dan air sampai aku kembali dari peperangan.”
28
Mikha menjawab dengan kuat, “Semua kamu, dengarkanlah kepadaku. Hai Raja Ahab, jika engkau kembali dalam keadaan hidup dari peperangan, maka engkau tahu bahwa TUHAN tidak berbicara melalui aku.”
29
[Peperangan di Ramot-Gilead] Raja Ahab dari Israel dan Raja Yosafat dari Yehuda menyerang kota Ramot-Gilead.
30
Raja Ahab berkata kepada Yosafat, “Kita bersiap untuk perang. Aku memakai pakaian seakan-akan aku tampaknya bukan raja, tetapi engkau memakai pakaian kebesaranmu sebagai raja.” Menyamarlah raja Israel lalu masuk ke medan perang.
31
Raja Aram mempunyai 32 komandan kereta perang. Raja memerintahkan ketiga puluh dua komandan itu jangan mengejar yang lain, hanya raja. Raja Aram berkata kepada para komandan bahwa mereka harus membunuh raja.
32
Pada saat pertempuran para panglima itu melihat Raja Yosafat. Mereka menyangka bahwa dialah raja Israel. Mereka mendekatinya untuk membunuhnya, tetapi Yosafat mulai berteriak.
33
Ketika mereka melihat bahwa Yosafat bukan raja Israel, mereka berhenti mengejarnya.
34
Tentara menembakkan panah dari busurnya tanpa arah yang jelas. Panah itu melukai Ahab raja Israel pada baju besinya yang terbuka. Ahab berkata kepada pengendara kereta perangnya, “Berputarlah dan bawa aku keluar dari peperangan ini. Aku terluka.”
35
Pada hari itu perang semakin hebat. Ahab menyandarkan dirinya pada kereta perangnya untuk melihat orang Aram berperang hingga sore hari. Darah dari lukanya terus mengalir dan menutupi lantai keretanya dan pada petang harinya dia meninggal.
36
Menjelang terbenamnya matahari semua orang dalam pasukan Israel diperintahkan supaya masing-masing pulang ke kota dan negerinya.
37
Jadi, demikianlah Raja Ahab mati dan mayatnya diangkut ke Samaria. Mereka menguburkannya di sana.
38
Mereka membawa kereta perangnya ke kolam besar di Samaria untuk membersihkannya. Para pelacur membersihkan kereta itu dan anjing-anjing menjilati darahnya. Hal itu terjadi sesuai dengan perkataan TUHAN.
39
Hal-hal tentang riwayat Raja Ahab selama pemerintahannya tertulis dalam Sejarah Raja-raja Israel. Kitab itu juga menceritakan tentang gading yang dipakai raja untuk membuat istananya semakin indah, dan tentang kota yang dibangunnya.
40
Ahab mati dan dikubur bersama nenek moyangnya. Ahazia, anaknya menggantikan kedudukannya sebagai raja.
41
[Yosafat, Raja Yehuda] Yosafat, anak Asa menjadi raja Yehuda pada tahun keempat pemerintahan Ahab, raja Israel.
42
Yosafat menjadi raja pada usia 35 tahun dan memerintah di Yerusalem selama 25 tahun. Nama ibunya Azuba anak Silhi.
43
Hidupnya serupa dengan ayahnya. Dia baik. Dia berbuat hal-hal yang benar di hadapan TUHAN, tetapi ia tidak membinasakan tempat-tempat yang tinggi. Orang terus memberikan persembahan dan membakar kemenyan di sana.
44
Yosafat juga hidup berdamai dengan raja Israel.
45
Yosafat sangat berani dan banyak melakukan perang. Segala sesuatu tentang yang dilakukannya tertulis dalam Sejarah Raja-raja Yehuda.
46
Yosafat memaksa semua laki-laki dan perempuan yang menjual dirinya untuk pelacuran meninggalkan tempat peribadatan. Mereka telah beribadat di sana selama pemerintahan ayahnya Asa.
47
Pada waktu itu tidak ada raja di Edom. Daerah itu diperintah oleh seorang gubernur. Gubernur dipilih oleh raja Yehuda.
48
[Kapal Yosafat] Raja Yosafat membuat kapal-kapal barang dengan maksud untuk berlayar ke Ofir mengambil emas. Namun, kapal-kapal itu tidak pernah sampai ke sana, karena rusak di pelabuhan Ezion-Geber.
49
Raja Ahazia dari Israel menolong Yosafat dengan memberikan beberapa orangnya untuk anak buah Yosafat dalam kapal-kapal itu. Namun, tawaran Ahazia itu ditolaknya.
50
Yosafat mati dan dikubur bersama nenek moyangnya di Kota Daud. Kemudian anaknya, Yoram menjadi raja.
51
[Ahazia, Raja Israel] Ahazia anak Ahab menjadi raja Israel pada tahun ketujuh belas pemerintahan Raja Yosafat di Yehuda. Dia memerintah di Samaria selama dua tahun.
52
Ia berdosa terhadap TUHAN sama seperti yang dilakukan orang tuanya, Ahab dan Izebel. Ia membuat Israel berdosa sama seperti yang dilakukan Yerobeam anak Nebat.
53
Ia beribadat kepada dewa palsu Baal sama seperti yang dilakukan oleh ayahnya sebelumnya. Ia melakukan semua yang dilakukan oleh ayahnya, yang membuat TUHAN Allah Israel marah.
← Chapter 21
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22