bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
2 Kings 4
2 Kings 4
Indonesian VMD 2005
← Chapter 3
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 5 →
1
[Janda Nabi Minta Tolong kepada Elisa] Salah seorang istri nabi dari kelompok nabi menyampaikan keluhannya kepada Elisa, “Hambamu, yaitu suamiku sudah mati dan engkau pun tahu bahwa dia memuliakan TUHAN. Seorang yang meminjamkan uang kepadanya telah datang untuk mengambil kedua anakku menjadi hambanya.”
2
Elisa bertanya kepada perempuan itu, “Dengan cara bagaimanakah aku dapat menolong engkau? Katakan kepadaku apa saja yang kaumiliki di rumahmu.” Perempuan itu mengatakan, “Aku tidak mempunyai apa-apa, kecuali sebuah botol berisi minyak zaitun.”
3
Kemudian Elisa mengatakan, “Pergilah dan mintalah dari para tetanggamu botol-botol kosong. Mintalah sebanyak mungkin.
4
Masuklah ke dalam rumahmu kemudian tutup pintu, hanya engkau dan anak-anakmu berada di dalam. Tuangkan minyak ke dalam semua botol. Sesudah penuh taruhlah pada suatu tempat.”
5
Jadi, perempuan itu meninggalkan Elisa dan setelah ia dan anak-anaknya masuk, ditutupnyalah pintu. Sementara anak-anaknya itu memegang botol di hadapannya, perempuan itu terus menuangkan minyak ke dalamnya.
6
Ketika semua botol terisi minyak sampai penuh, ia meminta kepada salah seorang anaknya, “Berikan botol lain kepadaku.” Anaknya menjawab, “Tidak ada lagi botol yang kosong.” Pada saat itu juga minyak itu berhenti mengalir.
7
Kemudian pergilah dia melaporkan kejadian itu kepada Elisa. Abdi Allah itu berkata kepadanya, “Pergilah dan jual minyak itu lalu bayar utangmu. Dan dari sisanya engkau serta anak-anakmu dapat hidup.”
8
[Perempuan Sunem Memberikan Kamar kepada Elisa] Pada suatu hari pergilah Elisa ke Sunem. Seorang perempuan yang kaya di kota itu mengajak Elisa untuk mampir dan makan bersama. Setiap kali ia datang ke kota itu, ia singgah untuk makan di sana.
9
Perempuan itu berkata kepada suaminya, “Aku tahu bahwa orang yang sering lewat dari rumah kita adalah nabi Allah yang kudus.
10
Sebaiknya kita buatkan sebuah kamar yang kecil di atas atap rumah ini untuk Elisa. Kita buat sebuah ranjang, meja, kursi, dan lampu di dalamnya. Dengan demikian, dia dapat memakainya kalau ia datang kemari.”
11
Suatu hari Elisa datang ke rumah perempuan itu. Ia masuk ke kamar itu lalu istirahat di sana.
12
Elisa berkata kepada Gehazi hambanya, “Panggillah perempuan Sunem itu.” Hamba itu memanggil perempuan itu lalu ia berdiri di depan Elisa.
13
Kepada hambanya Elisa mengatakan, “Katakanlah kepadanya, ‘Sebenarnya selama ini engkau sangat banyak melayani kami, jadi sekarang apakah yang dapat aku perbuat bagimu? Apakah perlu aku berbicara untukmu kepada raja atau komandan tentara?’” Ia menjawab, “Aku cukup senang tinggal di tengah-tengah bangsaku.”
14
Kemudian Elisa berkata kepada Gehazi, “Apa yang dapat kita perbuat bagi dia?” Ia menjawab, “Aku tahu, ia tidak mempunyai anak dan suaminya sudah tua.”
15
Kemudian Elisa mengatakan, “Panggil dia.” Gehazi memanggil perempuan itu. Ia datang dan berdiri di pintu kamar Elisa.
16
Elisa mengatakan, “Kira-kira waktu seperti ini pada musim semi yang akan datang, engkau menggendong seorang bayi laki-laki.” Jawab perempuan itu, “Tidak Tuan! Nabi Allah, jangan berbohong kepadaku.”
17
[Perempuan Sunem Mempunyai Anak] Kemudian perempuan itu hamil, dan pada musim semi berikutnya sesuai dengan yang dikatakan Elisa, ia melahirkan seorang anak.
18
Anak itu menjadi besar. Pada suatu hari anak itu pergi jalan-jalan untuk menemui ayahnya yang sedang bekerja dengan para pemotong gandum di ladang.
19
Anak itu berkata kepada ayahnya, “Aduh, kepalaku sakit. Kepalaku sakit.” Ayah itu berkata kepada hambanya, “Bawa dia kepada ibunya.”
20
Hamba itu mengangkat anak itu kepada ibunya. Anak itu duduk di pangkuan ibunya hingga tengah hari, kemudian dia mati.
21
[Perempuan itu Pergi mencari Elisa] Perempuan itu membaringkan anak itu di atas tempat tidur nabi Allah. Setelah dia menutup pintu kamar, ia pergi ke luar.
22
Kemudian dia memanggil suaminya dan berkata, “Suruhlah seorang hamba dan seekor keledai kepadaku. Aku akan segera mencari nabi Allah itu lalu aku kembali.”
23
Suaminya bertanya, “Mengapa engkau ingin menemui nabi Allah itu hari ini? Sekarang bukan Bulan Baru atau Hari Sabat.” Ia menjawab, “Segala sesuatu baik.”
24
Ia memasang pelana di atas punggung keledai dan berkata kepada hambanya, “Marilah kita pergi cepat-cepat. Berjalanlah lambat hanya bila kukatakan kepadamu.”
25
Kemudian berangkatlah perempuan itu untuk menemui nabi Allah di Gunung Karmel. Dari kejauhan nabi Allah melihat dia lalu nabi itu berkata kepada hambanya, “Lihatlah. Perempuan Sunem itu datang kemari.
26
Larilah, temui dia dan tanyakan bagaimana keadaannya, bagaimana keadaan suaminya, bagaimana keadaan anaknya.” Ia menjawab, “Semuanya baik-baik saja.”
27
Dan ketika ia tiba di puncak gunung itu, ia memegang kaki Elisa. Gehazi datang mendekat untuk mengusir perempuan itu. Nabi Allah itu menegurnya, “Biarkan dia sendirian. Dia sangat cemas, dan TUHAN tidak mengatakan hal itu kepadaku. Ia merahasiakan berita itu kepadaku.”
28
Kemudian perempuan itu mengatakan, “Tuan, aku tidak pernah memohon seorang anak. Aku telah mengatakan, ‘Janganlah mendustai aku.’”
29
Elisa berkata kepada Gehazi, “Bersiaplah, ambil tongkatku, dan pergilah. Jika engkau bertemu dengan seseorang di perjalanan, jangan sapa dia. Dan jika ada orang memberi salam kepadamu, jangan balas salamnya, sesudah itu letakkan tongkatku di atas muka anak itu.”
30
Ibu anak itu mengatakan, “Demi TUHAN yang hidup dan engkau yang hidup, aku tidak akan berangkat tanpa engkau.” Jadi, berdirilah Elisa dan mengikut dia.
31
Gehazi telah lebih dahulu berjalan dan menaruh tongkat Elisa di atas muka anak itu, tetapi anak itu tidak berbicara atau menunjukkan bahwa dia mendengar sesuatu. Gehazi kembali menemui Elisa untuk melaporkan bahwa anak itu tidak mau bangun.
32
[Anak Perempuan itu Hidup Kembali] Elisa sampai di rumah itu. Anak itu sudah mati di atas tempat tidur.
33
Elisa masuk ke dalam kamar itu kemudian menutup pintu di belakangnya. Hanya Elisa dan anak itu yang ada dalam kamar. Sesudah itu Elisa berdoa kepada TUHAN.
34
Elisa pergi ke tempat tidur itu dan merebahkan dirinya di atas anak itu dengan mulutnya pada mulut anak itu, matanya pada mata anak itu, tangannya pada tangan anak itu. Elisa tidur menindih tubuh anak itu hingga badan anak itu menjadi panas.
35
Setelah itu Elisa berdiri kembali dan berjalan ke sana kemari dalam kamar itu, kemudian sekali lagi dia menindih tubuh anak itu dengan tubuhnya, maka anak itu mulai bersin 7 kali dan membuka matanya.
36
Elisa memanggil Gehazi dan berkata kepadanya, “Panggillah perempuan Sunem itu.” Ia pun memanggilnya dan dia datang kepada Elisa. Elisa mengatakan, “Ambillah anakmu ini.”
37
Perempuan itu masuk, ia sujud ke kaki Elisa. Kemudian diangkatnya anaknya lalu pergi.
38
[Elisa dan Sup Beracun] Elisa kembali ke Gilgal dan pada waktu itu sedang terjadi bahaya kelaparan. Para nabi sedang duduk berhadapan dengan Elisa. Elisa berkata kepada hambanya, “Letakkanlah sebuah panci besar di atas bara api dan masaklah sesuatu untuk para nabi itu.”
39
Kemudian keluarlah seorang dari antara mereka, pergi ke ladang untuk mengumpulkan tumbuh-tumbuhan dan labu liar. Dipetiknya beberapa buah labu liar dan membawanya dalam pakaiannya. Setelah ia kembali, maka diiris-irisnya labu itu, lalu dimasukkannya ke dalam panci, namun tidak ada yang tahu buah apa itu.
40
Kemudian dituangkanlah masakan itu untuk disajikan kepada para nabi itu. Begitu mereka memakan masakan itu, berteriaklah mereka sambil mengatakan, “Nabi Allah, ada racun dalam panci itu.” Makanan itu rasanya seperti racun, mereka tidak dapat memakan masakan itu.
41
Elisa menjawab, “Ambil tepung dan bawa kemari.” Ditumpahkannya tepung ke dalam panci itu sambil mengatakan, “Sajikanlah masakan ini kepada orang itu untuk dimakan.” Tidak ada lagi masalah dengan sup itu.
42
[Elisa memberi Makan Kelompok Nabi] Seorang dari Baal-Salisa datang membawa 20 roti gandum dari hasil panen yang pertama serta setumpuk gandum baru dalam kantong untuk diserahkan kepada nabi Allah. “Berikanlah makanan ini kepada orang itu supaya mereka makan,” kata Elisa.
43
Hambanya menjawab, “Bagaimana mungkin dapat aku menyajikan makanan ini kepada 100 orang?” Elisa mengatakan, “Berikan saja kepada orang itu untuk dimakan, karena TUHAN sudah mengatakan, ‘Mereka akan makan dan masih ada yang tersisa’”
44
Hamba itu menaruh makanan itu di depan para nabi, lalu mereka semua makan bersama. Masih ada yang tersisa sesuai dengan yang dikatakan oleh TUHAN.
← Chapter 3
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 5 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25