bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
2 Kings 6
2 Kings 6
Indonesian VMD 2005
← Chapter 5
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 7 →
1
[Elisa dan Mata Kapak] Suatu ketika para nabi berkata kepada Elisa, “Lihatlah, tempat yang kami diami di dekatmu ini terlalu sempit bagi kami.
2
Sebaiknya kami pergi ke Sungai Yordan dan masing-masing mengambil satu tiang kayu dan membangun tempat tinggal di sana.” Elisa menjawab, “Silakan, pergilah.”
3
Ada seorang mengatakan, “Marilah pergi bersama kami.” “Baiklah, aku akan ikut dengan kamu,” jawab Elisa.
4
Elisa pun pergi bersama mereka. Ketika mereka tiba di Sungai Yordan, mereka mulai menebang beberapa pohon.
5
Ketika seseorang sedang menebang pohon, kapaknya terlepas dari kayu pegangannya dan jatuh ke dalam air. “Tolonglah tuanku, kapak itu barang pinjaman.” Seru orang itu.
6
Abdi Allah itu bertanya, “Ke mana kapak itu jatuh?” Orang itu menunjukkan tempat kapak itu terjatuh. Kemudian Elisa memotong sebuah kayu dan melemparkannya ke arah tempat itu dalam air, kemudian timbullah mata kapak itu ke permukaan air.
7
Elisa mengatakan, “Ambillah kapak itu.” Jadi, orang itu mengulurkan tangannya dan mengambilnya.
8
[Aram Berusaha Menipu Israel] Raja Aram berperang melawan Israel. Setelah berunding dengan para pegawainya, ia mengatakan, “Tempatkanlah pasukan kita di sini dan di sana supaya kita bisa menyerang orang Israel, bila mereka datang.”
9
Abdi Allah mengirim pesan kepada raja Israel, katanya, “Hati-hatilah, jangan lewat di tempat itu karena tentara Aram sedang bersembunyi di sana.”
10
Raja Israel mengirim pesan kepada orang-orangnya di tempat yang disebutkan oleh nabi Allah. Dan raja Israel menyelamatkan beberapa orang.
11
Hal itu membuat raja Aram sangat marah lalu dipanggilnya para komandan pasukannya dan berkata kepada mereka, “Katakan kepadaku siapa mata-mata bagi raja Israel.”
12
Salah seorang di antara para komandannya mengatakan, “Tuanku dan Rajaku, tidak seorang pun di antara kami menjadi mata-mata. Elisa nabi Israel dapat mengatakan kepada raja Israel hal-hal yang rahasia — termasuk yang kaukatakan dalam kamar tidurmu.”
13
Raja Aram mengatakan, “Carilah nabi itu dan aku akan menyuruh orang menangkapnya.” Para hamba mengatakan kepada raja Aram, “Elisa ada di Dotan.”
14
Kemudian raja Aram mengirim kuda dan tentara dalam jumlah besar ke Dotan. Mereka tiba di kota itu pada malam hari dan mengepungnya.
15
Pada saat hamba Elisa bangun pagi-pagi dan melangkah ke luar rumah, maka dilihatnya sejumlah tentara berkuda dan kereta perang sekeliling kota itu. Hamba itu berkata kepada Elisa, “Tuanku, apa yang harus kita perbuat?”
16
“Engkau tidak perlu khawatir,” jawab nabi itu, “jumlah tentara di pihak kita jauh lebih banyak daripada jumlah yang dimilikinya.”
17
Kemudian Elisa berdoa, katanya, “TUHAN, kiranya Engkau berkenan, bukalah mata hambaku agar ia dapat melihat.” TUHAN membuka mata orang muda itu sehingga ia melihat kuda dan kereta-kereta berapi penuh mengelilingi bukit di sekitar tempat Elisa berada.
18
Pada saat orang Aram mendatangi Elisa, Elisa berdoa kepada TUHAN, “Aku berdoa, kiranya Engkau dapat membutakan mata orang itu.” Kemudian Dia membuat mata pasukan Aram itu buta sesuai permohonan Elisa.
19
Elisa berkata kepada tentara Aram, “Bukan ini jalan yang benar. Bukan ini kota yang benar. Ikutlah aku! Aku akan menunjukkan kepadamu orang yang sedang kamu cari.” Kemudian Elisa membawa mereka menuju Samaria.
20
Ketika mereka memasuki Samaria, Elisa mengatakan, “Ya TUHAN bukalah kiranya mata mereka supaya mereka bisa melihat.” Kemudian TUHAN membuka mata mereka dan mereka melihat bahwa mereka ada di kota Samaria.
21
Raja Israel melihat tentara Aram itu, ia bertanya kepada Elisa, “Bapa, apakah aku harus membunuh mereka?”
22
Jawab Elisa, “Tidak, jangan bunuh mereka. Engkau jangan membunuh orang yang engkau tangkap dengan pedang dan panahmu. Berikanlah bagi mereka makanan dan minuman supaya mereka dapat makan dan minum, biarkan mereka pulang kepada tuannya.”
23
Raja Israel menyediakan banyak makanan bagi tentara Aram. Setelah mereka makan dan minum, raja Israel menyuruh mereka pulang. Mereka pulang kepada tuannya. Sejak saat itu tidak ada lagi pasukan Aram yang menyerang wilayah Israel.
24
[Kelaparan Besar Melanda Samaria] Beberapa waktu kemudian Benhadad raja Aram mengumpulkan seluruh tentaranya dan pergi mengepung dan menyerang kota Samaria.
25
Tentara tidak mengizinkan orang membawa makanan ke kota sehingga masa kelaparan hebat terjadi di Samaria. Karena susahnya, kepala keledai mencapai harga 920 gram perak, dan 0,3 liter kotoran burung merpati harganya 57,5 gram perak.
26
Raja Israel sedang berjalan di atas tembok sekeliling kota, seorang perempuan berseru kepadanya, “Tuanku raja, tolonglah aku.”
27
Raja Israel menjawab, “Jika TUHAN tidak menolong engkau, bagaimanakah dapat aku menolongmu? Di tempat pemisahan gandum tidak ada apa-apa. Di tempat pemeras anggur pun tidak ada apa-apa.”
28
Kemudian raja bertanya, “Apa masalahmu?” Ia menjawab, “Perempuan ini berkata kepadaku, ‘Serahkanlah anakmu kepadaku supaya kita dapat memakannya hari ini. Dan kita makan anakku besok.’
29
Jadi, kita memasak anakku dan memakannya. Besoknya aku berkata kepada perempuan ini, ‘Berilah anakmu supaya kita bisa memakannya,’ tetapi dia menyembunyikan anaknya.”
30
Setelah raja mendengar perkataan perempuan itu, dikoyakkannyalah pakaiannya menunjukkan kesedihannya. Ketika ia berjalan di atas tembok, orang banyak melihat bahwa ia memakai kain kabung di bawah pakaiannya.
31
Raja mengatakan, “Allah kiranya menghukum aku jika kepala Elisa anak Safat masih ada di atas tubuhnya hari ini.”
32
Raja mengutus utusan kepada Elisa. Waktu itu Elisa sedang duduk di rumahnya bersama tua-tua. Sebelum suruhan itu tiba, Elisa berkata kepada tua-tua itu, “Lihatlah, anak pembunuh itu mengutus orang untuk memenggal kepalaku. Bila suruhan itu tiba, tutup pintu dan tahan, jangan biarkan dia masuk. Aku mendengar langkah kaki tuannya menyusul dari belakangnya.”
33
Ketika Elisa sedang berbicara dengan tua-tua itu, utusan itu mendatanginya. Inilah pesan itu, “Bencana ini datangnya dari TUHAN. Untuk apa aku harus menunggu TUHAN lebih lama lagi?”
← Chapter 5
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 7 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25