bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Daniel 3
Daniel 3
Indonesian VMD 2005
← Chapter 2
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 4 →
1
[Berhala Emas dan Perapian yang Panas] Raja Nebukadnezar membuat berhala emas yang tingginya 30 meter dan lebarnya 3 meter. Kemudian dia mendirikan berhala itu di dataran Dura di Propinsi Babel.
2
Kemudian dia memanggil wakil raja, para pegawai tinggi, gubernur, penasihat, bendahara, hakim, penguasa, dan semua pegawai lainnya dalam kerajaannya untuk berkumpul. Ia ingin supaya mereka semua datang mengadakan peresmian berhala itu.
3
Semua orang datang dan berdiri di depan berhala yang didirikan Raja Nebukadnezar.
4
Kemudian orang yang memberikan pengumuman dari raja berbicara dengan suara keras, “Hai kamu semua yang berasal dari banyak bangsa dan bahasa, dengarkanlah aku. Inilah yang harus kamu lakukan:
5
Kamu harus sujud menyembah segera setelah kamu mendengar berbagai suara musik. Ketika kamu mendengar suara terompet, seruling, kecapi, rebab, harpa, serdam, dan semua jenis musik lainnya, sembahlah berhala emas itu. Raja Nebukadnezar telah mendirikan berhala itu.
6
Siapa yang tidak bersujud dan menyembah berhala emas itu segera dilemparkan ke perapian yang panas.”
7
Jadi, segera setelah mereka mendengar suara terompet, seruling, kecapi, rebab, harpa, serdam, dan semua jenis musik lainnya, mereka sujud dan menyembah berhala emas itu. Semua orang, bangsa, dan kelompok bahasa yang berbeda menyembah berhala emas yang didirikan Raja Nebukadnezar.
8
Kemudian beberapa orang Kasdim datang menghadap raja. Mereka mulai berbicara menentang orang Yehuda.
9
Mereka berkata kepada Raja Nebukadnezar, “Raja, semoga engkau hidup selamanya.
10
Raja, engkau memberi perintah. Engkau mengatakan bahwa setiap orang yang mendengar suara terompet, seruling, kecapi, rebab, harpa, serdam, dan semua jenis musik lainnya, harus sujud dan menyembah berhala emas itu.
11
Dan engkau juga mengatakan siapa yang tidak sujud dan menyembah berhala emas itu akan dilemparkan ke dalam perapian yang sangat panas.
12
Di sana ada orang Yehuda yang engkau berikan kedudukan yang sangat penting di Propinsi Babel. Mereka bernama Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Mereka mengabaikan perintahmu, Raja. Mereka tidak menyembah allahmu dan tidak sujud menyembah berhala emas yang engkau dirikan.”
13
Nebukadnezar sangat marah. Ia memanggil Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Kemudian mereka dibawa kepadanya.
14
Dan Nebukadnezar berkata kepada mereka, “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, benarkah bahwa kamu tidak menyembah allahku? Dan benarkah bahwa kamu tidak sujud dan menyembah berhala emas yang kudirikan itu?
15
Sekarang apabila kamu mendengar suara terompet, seruling, kecapi, rebab, harpa, serdam, dan semua jenis musik lainnya, sujud dan sembahlah berhala emas itu. Jika kamu bersedia menyembah berhala yang kubuat, baguslah. Tetapi jika kamu tidak menyembahnya, kamu segera dilemparkan ke perapian yang panas. Tidak ada allah yang akan menyelamatkanmu dari kuasaku.”
16
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego menjawab raja, “Nebukadnezar, kami tidak perlu menjelaskannya kepadamu.
17
Jika engkau melemparkan kami ke perapian yang panas, Allah yang kami sembah menyelamatkan kami. Dan jika Ia mau, Ia juga dapat menyelamatkan kami dari kuasamu.
18
Namun, sekalipun Allah tidak menyelamatkan kami, kami mau agar Raja tahu bahwa kami tidak mau menyembah allahmu. Kami tidak menyembah berhala emas yang engkau dirikan.”
19
Kemudian Nebukadnezar menjadi sangat marah terhadap Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ia memerintahkan agar perapian itu dipanaskan tujuh kali dari biasanya.
20
Kemudian dia menyuruh beberapa tentaranya yang kuat mengikat erat-erat Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Ia menyuruh tentara itu melemparkan mereka ke perapian yang panas.
21
Jadi, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego diikat erat-erat dan dilemparkan ke perapian yang panas. Mereka memakai pakaian, celana panjang, topi, dan pakaian lainnya.
22
Raja sangat marah ketika ia memberi perintah itu, jadi mereka segera membuat perapian sangat panas. Api itu sangat panas sehingga nyalanya membunuh tentara yang kuat itu, ketika mereka mendekati api dan melemparkan Sadrakh, Mesakh, dan Abednego.
23
Sadrakh, Mesakh, dan Abednego jatuh ke dalam api. Mereka diikat sangat erat.
24
Kemudian Raja Nebukadnezar melompat. Ia sangat terkejut dan bertanya kepada penasihatnya, “Yang kita ikat dan yang kita lemparkan ke dalam api hanya tiga orang, betul, kan?” Penasihatnya menjawab, “Benar, Raja.”
25
Raja mengatakan, “Lihatlah, aku melihat empat orang berjalan dalam api. Mereka tidak terikat dan tidak terbakar. Orang yang keempat itu seperti malaikat.”
26
Kemudian Nebukadnezar pergi ke bagian yang terbuka dari perapian itu, ia berteriak, “Sadrakh, Mesakh, dan Abednego, keluarlah. Hamba dari Allah Yang Mahatinggi, marilah.” Jadi, Sadrakh, Mesakh, dan Abednego keluar dari api.
27
Ketika mereka keluar, wakil raja, para pegawai tinggi, gubernur, para penasihat kerajaan mengelilingi mereka. Mereka dapat melihat api itu tidak membakar Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Tubuh mereka sama sekali tidak terbakar. Rambutnya tidak terbakar, pakaiannya tidak terbakar, dan mereka tidak tercium seperti orang yang baru berada dalam api.
28
Kemudian Nebukadnezar mengatakan, “Terpujilah Allah dari Sadrakh, Mesakh, dan Abednego. Allah mereka mengirimkan malaikat-Nya dan menyelamatkan hamba-Nya dari api. Ketiga orang itu percaya kepada Allahnya. Mereka tidak mau menaati perintahku dan bersedia mati daripada melayani atau menyembah allah lain.
29
Jadi, sekarang aku membuat hukum ini: Setiap orang dari setiap bangsa dan bahasa yang berbeda-beda mengatakan sesuatu menentang Allah Sadrakh, Mesakh, dan Abednego akan dipotong-potong, dan rumahnya dihancurkan menjadi debu dan abu. Tidak ada allah lain yang dapat menyelamatkan umatnya seperti itu.”
30
Kemudian raja memberi kepada Sadrakh, Mesakh, dan Abednego pekerjaan yang lebih penting lagi di Propinsi Babel.
← Chapter 2
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 4 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12