bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Genesis 21
Genesis 21
Indonesian VMD 2005
← Chapter 20
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 22 →
1
[Ishak Lahir] TUHAN datang kembali mengunjungi Sara seperti yang dikatakan-Nya bahwa Ia memperhatikannya, dan Dia memegang janji-Nya kepadanya.
2
Pada waktu yang tepat sesuai dengan perkataan-Nya, mengandunglah Sara dan melahirkan anak Abraham pada usia tuanya.
3
Abraham menamai anaknya Ishak.
4
Abraham melakukan yang diperintahkan oleh Allah dan menyunat anaknya yang baru lahir, Ishak, ketika ia berumur delapan hari.
5
Abraham berumur 100 tahun ketika anaknya Ishak lahir.
6
Sara mengatakan, “Allah telah membuat aku bahagia, dan setiap orang yang mendengar tentang itu bersukacita dengan aku.
7
Tidak ada seorang pun yang mengira bahwa aku, Sara, sanggup mempunyai anak bagi Abraham, tetapi aku telah memberikan seorang anak kepada Abraham bahkan pada masa tuanya.”
8
[Masalah dalam Rumah Tangga] Ishak terus bertambah besar dan segera ia sudah cukup dewasa untuk mulai makan makanan keras. Jadi, Abraham mengadakan suatu pesta besar.
9
Sara melihat anak Hagar bermain-main. Hagar, hamba Mesir yang melahirkan anak yang pertama bagi Abraham.
10
Sara berkata kepada Abraham, “Usirlah hamba itu bersama anaknya. Suruh mereka pergi. Apabila kita mati, anak kita Ishaklah yang mewarisi segala sesuatu milik kita. Aku tidak mau anak hamba itu turut ambil bagian atas sesuatu bersama anakku Ishak.”
11
Abraham sangat bingung. Ia khawatir tentang anaknya Ismael.
12
Allah berkata kepada Abraham, “Jangan khawatir tentang anak dan hamba itu. Lakukanlah yang dikehendaki Sara. Hanya Ishak menjadi pewarismu.
13
Aku juga memberkati anak hambamu. Ia anakmu, jadi Aku juga membuat suatu bangsa besar dari keluarganya.”
14
Besok paginya Abraham mengambil beberapa makanan dan air. Ia memberikan itu kepada Hagar. Hagar membawa makanan itu dan pergi bersama anaknya. Hagar meninggalkan tempat itu dan pergi ke padang gurun Bersyeba.
15
Setelah beberapa lama, semua air habis. Di sana tidak ada minuman, jadi Hagar meletakkan anaknya di bawah semak.
16
Ia pergi agak jauh. Kemudian dia berhenti lalu duduk. Ia berpikir anaknya akan mati karena di sana tidak ada air. Ia tidak mau melihat anaknya mati. Ia duduk di sana dan mulai menangis.
17
Allah mendengar anak itu menangis. Dan malaikat Allah memanggil Hagar dari surga. Ia berkata, “Apa masalahmu, Hagar? Jangan takut! Allah telah mendengar anak itu menangis di sana.
18
Pergilah menolongnya. Pegang tangannya dan bawa dia. Aku membuatnya menjadi bapa dari banyak orang.”
19
Kemudian Allah mengizinkan Hagar melihat sebuah sumur. Jadi, ia pergi ke sumur dan mengisi kantong kulitnya dengan air, lalu memberikan air itu kepada anak itu.
20
Allah terus menyertai anak itu semasa pertumbuhannya. Ismael hidup di padang gurun dan dapat memanah dengan sangat baik.
21
Ibunya menemukan seorang istri baginya di Mesir. Mereka terus tinggal di padang gurun Paran.
22
[Abraham Tawar-menawar dengan Abimelekh] Kemudian Abimelekh dan Pikhol berbicara dengan Abraham. Pikhol ialah pemimpin pasukan Abimelekh. Mereka berkata kepada Abraham, “Allah beserta dengan engkau dalam segala sesuatu yang engkau lakukan.
23
Jadi, buatlah suatu perjanjian kepadaku di sini di hadapan Allah. Berjanjilah bahwa engkau jujur terhadap aku dan anak-anakku. Berjanjilah bahwa engkau baik kepadaku dan terhadap negeri di mana engkau tinggal. Berjanjilah bahwa engkau baik kepadaku sebagaimana aku baik kepadamu.”
24
Dan Abraham mengatakan, “Aku berjanji memperlakukan engkau sama seperti engkau telah memperlakukan aku.”
25
Kemudian Abraham menuntut kepada Abimelekh karena hamba-hamba Abimelekh merampas sumur itu.
26
Abimelekh mengatakan, “Aku tidak tahu siapa yang melakukannya. Engkau tidak pernah berkata tentang itu kepadaku sebelumnya.”
27
Jadi, Abraham dan Abimelekh membuat perjanjian. Abraham memberikan kepada Abimelekh beberapa domba dan lembu sebagai bukti perjanjian.
28
Abraham juga menaruh tujuh domba betina di depan Abimelekh.
29
Abimelekh bertanya kepada Abraham, “Mengapa engkau membuat ketujuh domba betina itu tersendiri?”
30
Jawab Abraham, “Ketika engkau menerima domba ini dari aku, itu menjadi bukti bahwa aku menggali sumur ini.”
31
Sesudah itu sumur itu dinamai Bersyeba. Ia memberikan nama untuk sumur itu karena di tempat itulah mereka membuat perjanjian sesama mereka.
32
Abraham dan Abimelekh membuat perjanjian di Bersyeba. Kemudian Abimelekh dan pemimpin pasukannya kembali ke negeri Filistin.
33
Abraham menanam pohon khusus di Bersyeba. Di tempat itu, ia berdoa kepada TUHAN, Allah yang hidup selama-lamanya.
34
Dan Abraham lama tinggal di negeri Filistin.
← Chapter 20
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 22 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50