bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Isaiah 28
Isaiah 28
Indonesian VMD 2005
← Chapter 27
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
Chapter 29 →
1
[Peringatan kepada Israel Utara] Lihatlah Samaria! Pemabuk-pemabuk Efraim bangga atas kota itu. Kota itu ada di atas bukit dengan lembah yang kaya di sekelilingnya. Orang Samaria menganggap kotanya mahkota bunga yang indah, tetapi mereka mabuk karena anggur. Dan “mahkota indah” itu hanyalah tanaman yang layu.
2
Lihatlah, Tuhanku mempunyai orang yang kuat dan berani. Ia akan datang ke negeri itu seperti badai dan hujan batu. Ia datang ke negeri itu seperti badai. Ia seperti sungai yang deras membanjiri negeri itu. Ia melemparkan mahkota itu ke tanah.
3
Pemabuk-pemabuk Efraim bangga atas mahkota yang indah itu, tetapi kota itu akan diinjak-injak.
4
Kota itu ada di atas bukit dengan sebuah lembah yang kaya di sekelilingnya, tetapi mahkota bunga yang indah itu hanya tanaman layu. Itu hanya seperti buah ara pertama pada musim panas. Baru saja dilihat orang, mereka memetik dan memakannya.
5
Pada waktu itu TUHAN Yang Mahakuasa akan menjadi “Mahkota yang Indah.” Ia menjadi “Mahkota Bunga yang sangat Bagus” bagi umat-Nya yang masih tinggal.
6
Kemudian Dia memberikan kebijaksanaan kepada hakim yang memerintah atas umat-Nya. Ia memberikan kekuatan kepada umat-Nya dalam pertempuran di pintu gerbang kota,
7
tetapi sekarang para pemimpin mabuk. Semua imam dan nabi mabuk karena anggur dan bir. Mereka tersandung dan jatuh. Para nabi mabuk ketika mimpinya dilihatnya. Para hakim mabuk ketika keputusan dibuatnya.
8
Setiap meja ditutupi dengan muntah. Tidak ada tempat yang bersih di mana-mana.
9
[Allah Mau Menolong Umat-Nya] Orang mengatakan, “Siapa dianggap-Nya yang akan mengajarkan dan menerangkan pesan itu? Apakah kita dianggap-Nya bayi yang menyusu dari ibunya hanya sebentar saja?
10
Ia mengatakan kepada kita meskipun kita masih bayi: ‘Saw lasaw saw lasaw Qaw laqaw qaw laqaw Ze’er sham ze’er sham.’”
11
Tuhan akan memakai cara berbicara yang aneh ini dan Dia memakai bahasa yang lain berbicara kepada bangsa itu.
12
TUHAN berbicara kepada mereka pada masa Lampau, kata-Nya, “Inilah tempat beristirahat. Biarlah orang yang lelah datang dan beristirahat. Inilah tempat kedamaian.” Mereka tidak mau mendengarkan-Nya,
13
jadi pesan dari TUHAN seperti bahasa asing: “Saw lasaw saw lasaw Qaw laqaw qaw laqaw Ze’er sham ze’er sham.” Orang melakukan yang ingin dilakukannya sehingga mereka jatuh dan kalah. Mereka diinjak-injak dan ditangkap.
14
[Tidak Ada yang Luput dari Hukuman Allah] Kamu pemimpin di Yerusalem, kamu harus mendengarkan pesan TUHAN, tetapi sekarang kamu tidak mau mendengarkan-Nya.
15
Kamu mengatakan, “Kita telah membuat perjanjian dengan kematian. Kita telah membuat perjanjian dengan Syeol. Jadi, kita tidak akan dihukum. Hukuman akan berlalu tanpa menyiksa kita. Kita akan bersembunyi di belakang tipu dan dusta kita.”
16
Karena hal-hal itu, Tuhan ALLAH mengatakan, “Aku akan meletakkan batu — batu penjuru — dalam tanah di Sion. Batu itu sangat berharga. Segala sesuatu akan dibangun di atas batu yang sangat penting itu. Siapa saja yang percaya kepada batu itu tidak akan kecewa.
17
Pekerja memakai tali dan ukuran berat menunjukkan pekerjaannya lurus dan benar. Aku memakai keadilan sebagai tali dan kebaikan sebagai ukuran berat apabila Aku meletakkan dasar, tetapi tempat perlindunganmu telah dibangun di atas dusta. Jadi, itu akan binasa dan hapus, bila kesulitan datang terhadap kamu seperti hujan batu dan banjir.
18
Persetujuanmu dengan kematian akan hapus. Persetujuanmu dengan Syeol tidak menolong kamu. Seseorang akan datang dan menghukum kamu. Ia akan membuat kamu seperti kotoran yang diinjaknya.
19
Ia datang dan mengambil kamu. Hukumanmu akan datang pagi-pagi benar dan berlanjut hingga larut malam. Kemudian kamu mengerti cerita ini:
20
Seorang mencoba tidur di atas tempat tidur yang terlalu pendek baginya. Dan dia mempunyai selimut yang tidak cukup lebarnya untuk menyelimutinya.”
21
Ia melakukan yang harus dilakukan-Nya. Itulah yang harus dilakukan beberapa pendatang, tetapi ia harus menyelesaikan pekerjaannya. Ya, itulah pekerjaan orang pendatang.
22
Sekarang jangan mengeluh tentang hal-hal itu. Jika kamu melawan tali, tali itu semakin kencang melilitmu dan membuatnya lebih buruk. Perkataan yang telah kudengar tidak akan berubah, datangnya dari Tuhan ALLAH Yang Mahakuasa, yang memerintah atas seluruh bumi, dan semuanya akan terjadi.
23
[Tuhan Menghukum Dengan Jujur] Dengarlah baik-baik pesan yang kukatakan kepadamu.
24
Apakah seorang petani membajak ladangnya sepanjang waktu? Tidak, ia tidak mengerjakan tanahnya sepanjang waktu.
25
Petani menyediakan tanah dan kemudian menanam benih. Ia menanam benih yang berbeda-beda dengan cara yang berbeda. Ia menebarkan bibit jintan hitam dan menanam bibit jintan putih ke tanah, dan menanam gandum berbaris-baris. Petani menanam sejenis gandum di tempat tersendiri dan terigu di pinggir ladangnya.
26
Allah kita menggunakan itu untuk mengajar kamu. Contoh itu menunjukkan kepada kita bahwa Allah jujur, apabila Ia menghukum umat-Nya.
27
Apakah seorang petani memakai papan yang lebar dengan gigi yang tajam untuk menindas bibit jintan hitam? Tidak, dan Dia tidak memakai kereta untuk menindas jintan putih. Petani memakai tongkat kecil memecahkan kulit bibit gandum.
28
Orang menggiling gandum untuk membuat tepung, tetapi mereka tidak terus-menerus menggilingnya. Allah melakukan hal yang sama apabila Ia menghukum umat-Nya. Ia mungkin membuatnya takut dengan roda kereta, tetapi tidak dibiarkan-Nya kuda menginjak-injaknya dan menindasnya.
29
Pelajaran ini datang dari TUHAN Yang Mahakuasa, yang memberikan nasihat yang sangat bagus. Dia sungguh bijaksana.
← Chapter 27
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 32
Chapter 33
Chapter 34
Chapter 35
Chapter 36
Chapter 37
Chapter 38
Chapter 39
Chapter 40
Chapter 41
Chapter 42
Chapter 43
Chapter 44
Chapter 45
Chapter 46
Chapter 47
Chapter 48
Chapter 49
Chapter 50
Chapter 51
Chapter 52
Chapter 53
Chapter 54
Chapter 55
Chapter 56
Chapter 57
Chapter 58
Chapter 59
Chapter 60
Chapter 61
Chapter 62
Chapter 63
Chapter 64
Chapter 65
Chapter 66
Chapter 29 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66