bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
1 Corinthians 7
1 Corinthians 7
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 6
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 8 →
1
[Pertanyaan-pertanyaan mengenai perkawinan] Kalian telah menulis surat kepada saya, sekarang saya mau membicarakan hal-hal yang kalian tanyakan. Kalau seorang laki-laki tidak menikah, itu baik.
2
Namun, supaya jangan tergoda melakukan hal yang tidak pantas, sebaiknya ia menikah dan mempunyai istrinya sendiri. Begitu juga setiap perempuan harus mempunyai suaminya sendiri.
3
Suami harus melakukan kewajibannya sebagai suami terhadap istrinya. Begitu juga istri harus melakukan kewajibannya sebagai istri terhadap suami. Jadi, masing-masing harus saling memenuhi kewajibannya satu sama lain.
4
Istri tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, sebab suaminya juga mempunyai hak atas tubuh istrinya itu. Begitu juga suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, sebab istrinya juga mempunyai hak atas tubuh suaminya itu.
5
Janganlah saling menjauhi sebagai suami istri. Kalau untuk sementara waktu saja boleh, asalkan keduanya sama-sama setuju. Dengan begitu, masing-masing dapat berdoa dengan sungguh-sungguh. Sesudah itu kalian harus kembali hidup bersama sebagai suami istri. Kalau tidak begitu, nanti kalian bisa kena godaan Iblis, sebab kalian tidak bisa menahan nafsu.
6
Semua yang saya katakan ini adalah nasihat, bukan perintah.
7
Sebenarnya saya lebih senang kalau semua orang bisa hidup tanpa menikah, seperti saya. Namun, Allah sudah memberi kemampuan yang berbeda kepada masing-masing orang. Ada yang menerima kemampuan yang ini, yang lain menerima kemampuan yang itu.
8
Kepada orang-orang yang belum menikah dan janda-janda saya nasihatkan agar mereka tetap hidup sendiri seperti saya.
9
Kalau Saudara tidak bisa menahan nafsu, lebih baik Saudara menikah, sebab lebih baik menikah daripada nafsu Saudara meluap-luap.
10
Kepada mereka yang sudah menikah, saya memberi perintah ini (sebenarnya ini bukan perintah saya sendiri, tetapi perintah Tuhan): Seorang perempuan yang sudah menikah dilarang meninggalkan suaminya.
11
Kalau ia sudah berpisah dari suaminya, ia tidak boleh menikah lagi, atau ia harus kembali kepada suaminya. Suami juga tidak boleh menceraikan istrinya.
12
Ada beberapa nasihat tambahan dari saya. Ini bukan perintah langsung dari Tuhan. Kalau seorang laki-laki Kristen mempunyai istri yang bukan Kristen, dan istrinya mau hidup bersama dengan dia, ia tidak boleh meninggalkan istrinya itu. Istri yang belum percaya kepada Kristus itu, bisa menjadi anggota umat Allah karena suaminya yang sudah menjadi milik Allah itu. Begitu juga kalau seorang perempuan Kristen mempunyai suami yang bukan Kristen. Jika suaminya mau hidup bersama dengan dia, ia tidak boleh meninggalkan suaminya itu. Suami yang belum percaya kepada Kristus itu bisa menjadi anggota umat Allah karena istrinya yang sudah menjadi milik Allah itu. Kalau tidak begitu, anak-anak mereka tidak akan diterima Allah, padahal mereka anggota umat Allah.
13
(7:12)
14
(7:12)
15
Namun, kalau orang yang bukan Kristen itu meninggalkan suami atau istrinya, biarkanlah. Janganlah suami atau istri yang Kristen itu memaksa orang yang bukan Kristen untuk tetap tinggal bersamanya. Allah memanggil Saudara untuk hidup rukun dan damai.
16
Sebab, sebenarnya saudara tidak bisa menjamin bahwa istri atau suami yang belum percaya itu dapat menjadi anggota umat Allah.
17
[Hidup seperti yang dikehendaki Tuhan] Setiap orang harus hidup seperti yang ditentukan Tuhan baginya. Masing-masing harus hidup seperti ketika ia dipanggil Allah untuk percaya kepada Allah. Itulah peraturan yang saya ajarkan di semua gereja.
18
Umpamanya, jika orang sudah disunat ketika ia menerima panggilan Allah, ia tidak usah berusaha menghilangkan tanda-tanda bahwa ia sudah disunat. Begitu juga, jika orang tidak disunat ketika ia menerima panggilan Allah, ia tidak usah meminta untuk disunat.
19
Sebab, disunat atau tidak disunat, itu tidak jadi soal. Yang penting ialah taat kepada perintah-perintah Allah.
20
Setiap orang harus tetap hidup seperti ketika ia dipanggil Allah untuk percaya kepada Allah.
21
Jika kalian menjadi hamba ketika dipanggil Allah, janganlah bersusah-susah memikirkan keadaan kalian sebagai hamba. Biarkan saja begitu! Tetapi, jika kalian nanti mendapat kesempatan untuk bebas, pakailah kesempatan itu untuk bebas.
22
Sebab, hamba yang sudah percaya kepada Tuhan adalah orang bebas, milik Tuhan. Dan seorang bebas yang percaya kepada Tuhan adalah hamba Kristus.
23
Allah sudah membeli kalian dan sudah membayarnya dengan lunas. Karena itu, janganlah mau menjadi hamba orang.
24
Masing-masing harus tetap bersatu dengan Allah dan hidup seperti ketika Allah memanggil kalian untuk percaya kepada-Nya.
25
[Nasihat mengenai orang-orang yang belum menikah dan janda-janda] Sekarang tentang orang-orang yang belum menikah. Saya memang tidak menerima perintah khusus dari Tuhan tentang mereka. Namun saya akan menasihatimu, karena Tuhan yang murah hati memberikan kebijaksanaan kepada saya.
26
Kita tahu bahwa keadaan sekarang ini memang sangat sulit. Menurut saya, lebih baik orang tetap hidup seperti keadaannya sekarang ini.
27
Maksudnya, kalau Saudara sudah beristri, janganlah menceraikannya. Kalau belum menikah, jangan berusaha untuk menikah.
28
Namun, kalau Saudara menikah, itu bukanlah suatu dosa. Begitu juga kalau seorang gadis menikah, itu bukan dosa. Hanya ingatlah, mereka yang menikah akan menghadapi masalah tambahan, dan saya berharap hal itu tidak perlu terjadi pada Saudara.
29
Maksud saya begini, kita tidak mempunyai banyak waktu lagi. Mulai saat ini, mereka yang menikah harus hidup seolah-olah tidak menikah.
30
Orang-orang yang menangis, harus hidup seolah-olah tidak sedih; orang-orang yang gembira, harus hidup seolah-olah tidak gembira; dan orang-orang yang membeli sesuatu, harus hidup seolah-olah tidak mempunyai sesuatu.
31
Demikian juga dengan orang yang menggunakan barang-barang duniawi, harus hidup seolah-olah tidak sibuk dengan barang-barang itu. Tidak lama lagi dunia yang sekarang ini akan lenyap.
32
Saya ingin supaya Saudara bebas dari kesusahan. Orang yang tidak beristri akan menggunakan waktunya untuk melakukan pekerjaan Tuhan, sebab ingin menyenangkan Dia.
33
Namun, orang yang sudah beristri lebih memperhatikan hal-hal di dunia ini, sebab ia ingin menyenangkan istrinya,
34
jadi perhatiannya terbagi-bagi. Seorang perempuan yang tidak bersuami, atau seorang gadis, akan menggunakan waktunya untuk melakukan pekerjaan yang menyenangkan Allah, sebab ia mau melayani Allah dengan seluruh jiwa dan raganya. Sebaliknya, seorang perempuan yang bersuami harus memikirkan hal-hal duniawi, sebab ia ingin menyenangkan hati suaminya.
35
Saya menulis semua itu untuk menolong, bukan untuk menghalangi Saudara. Saya ingin supaya Saudara melakukan hal yang benar dan pantas supaya dapat melakukan pekerjaan Tuhan dengan sebaik-baiknya.
36
Jika seseorang merasa tidak melakukan yang pantas terhadap tunangannya dan ia merasa lebih baik menikah, maka lebih baik ia menikah. Hal itu bukan dosa.
37
Namun, kalau seseorang sudah memutuskan untuk tidak menikah, dan ia bisa mengendalikan dirinya, hal itu baik.
38
Jadi, orang yang tidak menikah berbuat baik, dan orang yang tidak menikah berbuat lebih baik.
39
Istri terikat pada suaminya selama suaminya hidup. Kalau suaminya meninggal, ia bebas menikah dengan siapa pun, asal calonnya itu orang Kristen.
40
Namun menurut saya, ia akan lebih bahagia kalau tidak menikah lagi. Saya merasa dipimpin Roh Allah waktu mengucapkan pendapat saya ini.
← Chapter 6
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 8 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16