bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
John 1
John 1
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 2 →
1
[Sabda Allah yang memberi hidup] Sebelum dunia dijadikan, Sabda Allah sudah ada. Sabda itu ada bersama Allah dan sama dengan Allah.
2
Sejak semula Sabda itu ada bersama Allah.
3
Melalui Sabda itulah Allah menciptakan segala sesuatu. Tidak ada satu pun yang diciptakan Allah tanpa Dia.
4
Sabda itulah yang memberi hidup kepada semua yang ada di dunia ini, dan hidup-Nya itu memberi terang kepada manusia.
5
Terang itu bercahaya di dalam kegelapan, dan kegelapan tak dapat memadamkan terang itu.
6
Lalu Allah mengutus seseorang, namanya Yohanes.
7
Yohanes datang untuk memberitakan tentang terang itu, supaya semua orang mendengar dan percaya kepada terang itu.
8
Yohanes sendiri bukan terang itu, ia hanya menyiarkan berita tentang terang itu.
9
Terang itu adalah terang sejati yang datang ke dunia dan menerangi semua orang.
10
Sabda itu ada di dunia, dan walaupun Allah menjadikan dunia melalui Dia, dunia tidak mengenal Sabda itu.
11
Ia datang ke negeri-Nya sendiri, tetapi bangsa-Nya tidak menerima Dia.
12
Namun ada juga orang yang menerima Dia dan percaya kepada-Nya; maka Ia memberikan hak kepada mereka untuk menjadi anak-anak Allah.
13
Mereka menjadi anak-anak Allah, bukan melalui kelahiran biasa, yaitu dilahirkan karena keinginan dari manusia. Tetapi, Allah sendiri yang menjadikan mereka sebagai anak-anak-Nya.
14
Sabda itu sudah menjadi manusia, dan tinggal di antara kita. Dan kita sudah melihat keagungan-Nya. Ia memiliki keagungan itu, karena Ia satu-satunya Anak Bapa. Melalui Dialah kita sepenuhnya melihat kebaikan dan kebenaran Allah. Kami sudah melihat keagungan-Nya.
15
Yohanes berbicara tentang Dia dan mengumumkan: “Inilah Dia yang kukatakan dulu bahwa Ia akan datang sesudah aku tetapi lebih besar daripada aku, sebab sebelum aku ada, Ia sudah ada.”
16
Ia sangat mengasihi kita dan terus-menerus memberkati kita.
17
Melalui Musa, Allah memberikan hukum-hukum-Nya kepada kita, tetapi melalui Yesus Kristus, Allah memperkenalkan diri-Nya kepada kita dan menunjukkan bahwa Ia sangat mengasihi kita.
18
Tidak seorang pun pernah melihat Allah, selain Anak Tunggal Bapa. Ia sama dengan Allah dan selalu ada bersama Bapa. Dialah yang menyatakan kepada kita, siapa Allah itu.
19
[Yohanes Pembaptis] Pada suatu hari, pemimpin-pemimpin Yahudi di Yerusalem mengutus beberapa orang imam dan pembantu-pembantu imam kepada Yohanes. Mereka disuruh bertanya kepada Yohanes, “Siapakah engkau ini? Apakah engkau Raja Penyelamat yang dipilih oleh Allah?”
20
Yohanes mengaku dengan terus terang, “Saya bukan Raja Penyelamat yang dipilih oleh Allah!”
21
“Kalau begitu, siapakah engkau?” tanya mereka. “Apakah engkau Nabi Elia?” “Bukan,” jawab Yohanes. “Apakah engkau Nabi yang Besar itu?” tanya mereka. “Bukan,” jawabnya.
22
“Kalau begitu, beritahukanlah kepada kami siapa engkau,” kata mereka. “Kami harus memberi jawaban kepada orang-orang yang menyuruh kami. Katakanlah siapa engkau ini!”
23
Maka Yohanes memberitahukan kepada mereka apa yang dikatakan oleh Nabi Yesaya. Nabi itu berkata, “Akulah orang yang berseru-seru di padang gurun. Aku menyuruh orang meratakan jalan untuk Tuhan.”
24
Di antara orang-orang yang disuruh pergi kepada Yohanes, ada beberapa yang taat sekali kepada agama Yahudi.
25
Mereka bertanya kepada Yohanes, “Engkau berkata bahwa engkau bukan Raja Penyelamat yang dipilih oleh Allah, bukan Elia, dan juga bukan Nabi yang Besar itu. Kalau begitu, mengapa engkau membaptis orang?”
26
Yohanes menjawab, “Saya membaptis orang dengan air. Tetapi, di sini ada Seseorang yang tidak kalian kenal.
27
Ia datang sesudah saya, tetapi saya tidak layak untuk melayani Dia, sekalipun hanya untuk membuka tali sepatu-Nya.”
28
Itu terjadi dekat Betania, sebuah kota kecil di sebelah timur Sungai Yordan, tempat Yohanes membaptis orang.
29
[Anak Domba Allah] Pada suatu hari, Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Lalu Yohanes berkata kepada orang-orang yang ada di situ, “Lihat, itulah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia!
30
Dialah yang saya katakan akan datang sesudah saya. Tetapi, Dia lebih besar daripada saya,
31
sebab sebelum saya ada, Dia sudah ada. Sebelumnya saya tidak tahu siapa Dia. Tetapi, saya datang dan membaptis dengan air supaya bangsa Israel mengenal Dia.”
32
Yohanes juga memberikan kesaksian ini tentang Dia. Yohanes berkata, “Saya melihat Roh Allah seperti burung merpati turun dari langit dan hinggap di atas diri-Nya.
33
Pada waktu itu, saya belum tahu siapa Dia. Tetapi, Allah yang menyuruh saya membaptis dengan air berkata kepada saya, ‘Apabila engkau melihat Roh Allah turun dan hinggap di atas diri seseorang, Dialah yang akan membaptis dengan Roh Allah.’
34
Saya sudah melihat sendiri hal itu. Dan percayalah, Ia memang Anak Allah!”
35
[Pengikut-pengikut Yesus yang pertama] Keesokan harinya kira-kira pukul empat sore, Yohanes berada di tempat itu lagi di dekat Sungai Yordan. Dua orang pengikutnya ada di situ juga.
36
Yohanes melihat Yesus lewat, lalu ia berkata, “Lihat! Itulah Anak Domba Allah.”
37
Mendengar Yohanes berkata begitu, kedua pengikutnya itu pun mengikuti Yesus dari belakang.
38
Yesus menoleh dan melihat mereka sedang mengikuti-Nya. Ia bertanya, “Apakah yang kalian cari?” Mereka menjawab, “Di manakah Rabi tinggal?” (Dalam bahasa Ibrani, “Rabi” berarti “Guru”.)
39
“Mari lihat,” kata Yesus kepada mereka. Maka mereka berjalan bersama-Nya dan melihat di mana Ia tinggal. Hari itu mereka tinggal di situ dengan Dia.
40
Salah seorang dari mereka ialah Andreas. Ia mempunyai seorang saudara bernama Simon.
41
Andreas cepat-cepat mencari Simon dan berkata kepadanya, “Simon, kami sudah bertemu dengan Kristus, Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah!”
42
Lalu Andreas membawa Simon kepada Yesus. Yesus menatap Simon dan berkata, “Namamu Simon, tetapi engkau akan disebut Petrus.” (Petrus berarti “gunung batu”.)
43
[Yesus memanggil Filipus dan Natanael untuk menjadi pengikut-Nya] Hari berikutnya Yesus memutuskan untuk pergi ke Galilea.
44
Ia bertemu dengan Filipus, seorang laki-laki dari Betsaida. Betsaida adalah tempat tinggal Andreas dan Petrus. Yesus berkata kepada Filipus, “Mari ikut Aku!”
45
Kemudian Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya, “Kami sudah bertemu dengan orang yang disebut Musa dalam Buku Hukum Allah dan yang diberitakan oleh nabi-nabi. Dia Yesus anak Yusuf dari Nazaret.”
46
Natanael menjawab, “Apakah sesuatu yang baik bisa datang dari Nazaret?” “Mari lihat sendiri,” jawab Filipus.
47
Yesus melihat Natanael datang, lalu Ia berkata, “Lihat, inilah orang Israel sejati. Sama sekali tidak ada yang palsu di dalam hatinya.”
48
“Bagaimana Bapak tahu tentang saya?” tanya Natanael kepada Yesus. Yesus menjawab, “Sebelum Filipus memanggilmu, ketika engkau berada di bawah pohon ara itu, Aku sudah melihatmu.”
49
“Bapak Guru,” kata Natanael, “Bapak adalah Anak Allah! Bapak adalah raja bangsa Israel!”
50
Yesus berkata, “Natanael, apakah engkau percaya, karena Aku berkata bahwa Aku melihatmu di bawah pohon ara? Kau akan melihat hal-hal yang jauh lebih ajaib daripada itu!”
51
Lalu Yesus berkata kepada mereka, “Percayalah, kalian akan melihat langit terbuka dan malaikat-malaikat Allah naik turun di hadapan Anak Manusia.”
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 2 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21