bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
Judges 5
Judges 5
Indonesian VMD 2005
← Chapter 4
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 6 →
1
[Nyanyian Debora] Pada hari itu orang Israel mengalahkan Sisera, Debora dan Barak anak Abinoam menyanyikan nyanyian ini:
2
“Orang Israel mempersiapkan diri untuk berperang. Mereka dengan suka rela pergi berperang. Pujilah TUHAN!
3
Dengarlah, hai raja-raja. Perhatikanlah, hai para penguasa. Aku akan bernyanyi. Aku sendiri bernyanyi bagi TUHAN. Aku memainkan alat musik bagi TUHAN, bagi Allah orang Israel.
4
TUHAN, pada masa lampau Engkau datang dari Seir. Engkau berjalan dari negeri Edom. Engkau berjalan dan bumi gemetar. Langit mendung. Awan meneteskan air.
5
Gunung bergetar di hadapan TUHAN Allah Gunung Sinai, di hadapan TUHAN Allah Israel.
6
Pada zamannya Samgar anak Anat, pada zamannya Yael, jalan-jalan besar kosong. Kafilah dan para pejalan kaki mengambil jalan belakang.
7
Di sana tidak ada tentara di Israel sampai Debora bangkit sebagai ibu bagi Israel.
8
Allah memilih pemimpin yang baru untuk berperang di pintu gerbang kota. Tidak terlihat perisai atau tombak di tengah-tengah 40.000 tentara Israel.
9
Hatiku bersama para komandan Israel yang pergi berperang dengan sukarela. Pujilah TUHAN!
10
Perhatikanlah, hai orang-orang yang mengendarai keledai putih, yang duduk di atas karpet berharga, dan yang berjalan di sepanjang jalan.
11
Di tempat-tempat penimbaan air buat hewan, kami mendengar alat-alat musik canang. Orang-orang menyanyikan kemenangan TUHAN, kemenangan para tentara di Israel, ketika umat TUHAN berperang di pintu gerbang kota dan menang.
12
Bangunlah, bangunlah, hai Debora. Bangunlah, bangunlah, nyanyikanlah nyanyian itu. Bangkitlah Barak. Tangkaplah musuhmu, hai anak Abinoam.
13
Sekarang hai orang yang selamat, pergilah kepada para pemimpin. Hai umat TUHAN, datanglah bersama aku dan para tentara.
14
Orang Efraim datang dari daerah pebukitan Amalek. Hai Benyamin, orang-orang itu mengikut engkau dan umatmu. Dan ada para komandan dari keluarga Makir. Para pemimpin dari suku Zebulon datang bersama tongkat pemukul.
15
Para pemimpin dari Isakhar datang bersama Debora. Keluarga Isakhar baik terhadap Barak. Mereka berjalan kaki ke lembah. Hai Ruben, di antara pasukanmu banyak tentara yang berani.
16
Jadi, mengapa engkau duduk di sana menghadap tembok-tembok kandang kambing dombamu? Tentara Ruben yang berani memikirkan dengan sangat berat tentang perang, tetapi mereka tinggal di rumah sambil mendengarkan musik yang dimainkannya untuk dombanya.
17
Orang Gilead tinggal di kemah mereka di seberang Sungai Yordan. Bagi kamu orang Dan, mengapa kamu tinggal di dalam kapal-kapalmu? Orang Asyer tinggal dekat laut, berkemah dekat pelabuhan yang aman.
18
Orang Zebulon dan Naftali mempertaruhkan hidupnya berperang di bukit-bukit.
19
Raja-raja Kanaan datang bertempur, tetapi mereka tidak mengambil barang-barang rampasan. Mereka berperang di kota Taanakh, dekat air Megido.
20
Bintang-bintang melawan mereka dari langit. Dari jalannya melewati angkasa, mereka bertempur melawan Sisera.
21
Sungai Kison, sungai tua itu, menghanyutkan mereka. Jiwaku, majulah dengan kekuatan.
22
Telapak kaki kuda menghentak tanah. Kuda Sisera terus berlari.
23
Malaikat TUHAN berkata, ‘Terkutuklah kota Meroz. Terkutuklah penduduknya. Mereka tidak datang menolong peperangan TUHAN.’ Mereka tidak menolong TUHAN melawan musuh-musuh-Nya yang kuat.
24
Yael adalah istri Heber orang Keni. Dia akan diberkati melebihi segala perempuan.
25
Sisera minta air, Yael memberikan susu kepadanya. Dalam mangkuk yang pantas untuk penguasa, ia membawa susu kepadanya.
26
Kemudian Yael mengambil patok kemah itu. Dengan tangan kanannya diambilnya martil, yang biasa dipakai tukang. Kemudian dia memakainya pada Sisera. Ia membinasakan kepalanya, membuat lubang pada pelipisnya.
27
Ia rebah di antara kaki Yael. Ia jatuh dan di sanalah dia tergeletak. Ia rebah di antara kakinya. Ia jatuh di sana. Di mana Sisera rebah, di sanalah ia jatuh. Dan di sanalah dia tergeletak, mati!
28
Lihatlah, ada ibu Sisera mengintip melalui jendela. Mengintip melalui kisi-kisi jendelanya dan berseru, ‘Mengapa kereta perang Sisera begitu terlambat? Mengapa aku tidak dapat mendengar keretanya?’
29
Hamba perempuannya yang paling bijaksana menjawabnya. Ya, hamba memberikan jawaban kepadanya.
30
‘Pasti, mereka menang dalam peperangan dan mengambil barang rampasan dari yang dikalahkannya. Mereka membagi-baginya di antara sesamanya. Setiap tentara mengambil satu atau dua perempuan. Mungkin Sisera mendapat kain dari yang telah mati. Sisera menemukan sepotong kain yang beraneka warna — atau mungkin dua potong — bagi Sisera pejuang itu untuk dipakainya.’
31
Semoga semua musuh-Mu mati seperti itu, ya TUHAN. Dan semoga semua orang yang mengasihi Engkau menjadi kuat bagaikan matahari yang terbit.” Amanlah negeri itu selama 40 tahun.
← Chapter 4
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 6 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21