bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Luke 2
Luke 2
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 1
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 3 →
1
[Kelahiran Tuhan Yesus] Pada zaman itu, raja kerajaan Romawi yang bernama Kaisar Agustus memerintahkan semua orang yang tinggal di dalam wilayah kerajaannya mendaftarkan diri untuk sensus.
2
Mereka harus pergi ke kota kelahirannya masing-masing supaya dihitung dan dicatat namanya. Hal itu baru pertama kali diadakan. Dan gubernur Siria pada waktu itu ialah Kirenius.
3
(2:2)
4
Karena itu, Yusuf berangkat dari kota Nazaret di Galilea dan pergi ke kota Betlehem di Yudea. Raja Daud lahir di kota itu dan karena Yusuf keturunan Daud, ia harus mendaftarkan diri di sana.
5
Yusuf pergi bersama Maria, tunangannya yang pada waktu itu sedang hamil.
6
Ketika mereka di Betlehem, tibalah saatnya Maria melahirkan anaknya.
7
Pada waktu itu semua rumah penginapan sudah penuh. Jadi, Yusuf dan Maria pergi ke kandang binatang. Di situ Maria melahirkan seorang putra, anaknya yang pertama. Maria membungkus Anak itu dengan kain, lalu meletakkan-Nya di dalam palungan berisi jerami.
8
[Gembala-gembala dan malaikat] Di dekat kota Betlehem, ada beberapa orang gembala yang bermalam di padang rumput. Mereka sedang menjaga ternak dombanya di sana.
9
Tiba-tiba seorang malaikat Tuhan menampakkan diri kepada mereka, dan cahaya dari Tuhan bersinar di sekeliling mereka. Mereka takut sekali,
10
tetapi malaikat itu berkata, “Jangan takut! Saya membawa kabar baik kepadamu. Semua orang akan menjadi gembira oleh kabar itu.
11
Pada hari ini di kota Daud sudah lahir Raja Penyelamatmu. Ia Kristus, Tuhan.
12
Inilah tandanya supaya kamu dapat menemukan Dia: Ia berbaring di dalam palungan dan dibungkus dengan kain.”
13
Tiba-tiba banyak malaikat lain turun dari sorga. Mereka semua menyanyi memuji Tuhan. Mereka berkata:
14
“Terpujilah Allah, di surga yang mahatinggi. Dan damai di bumi bagi orang yang menyenangkan hati Allah. ”
15
Sesudah itu, malaikat-malaikat itu kembali ke surga. Lalu gembala-gembala itu berkata satu sama lain, “Mari kita pergi ke Betlehem dan melihat apa yang terjadi di situ. Mari kita lihat apa yang sudah dikatakan oleh Tuhan kepada kita.”
16
Lalu mereka cepat-cepat pergi ke Betlehem. Di sana mereka menemukan bayi itu bersama Maria dan Yusuf. Bayi itu berbaring di dalam palungan, tepat seperti yang dikatakan malaikat.
17
Lalu mereka menceritakan kepada Maria dan Yusuf apa yang malaikat katakan kepada mereka tentang bayi itu. Mereka juga menceritakan hal itu kepada orang lain.
18
Setiap orang heran mendengar cerita para gembala itu.
19
Tetapi, Maria mengingat terus kejadian-kejadian itu dan sering memikirkannya.
20
Gembala-gembala itu kembali ke padang rumput dan di tengah jalan mereka menyanyi memuji Tuhan. Mereka senang karena semua yang mereka lihat dan dengar, tepat seperti yang dikatakan malaikat.
21
[Yesus diberi nama] Sesudah berumur delapan hari, anak itu disunat. Orang tua-Nya menamakan Dia Yesus. Itu adalah nama yang diberikan malaikat kepada-Nya sebelum dikandung oleh ibu-Nya.
22
[Yesus diserahkan kepada Tuhan di Rumah Tuhan] Ketika sudah tiba saatnya bagi Yusuf dan Maria untuk menjalani upacara penyucian menurut Hukum Musa, mereka pergi ke Yerusalem bersama Yesus. Di sana mereka hendak mempersembahkan kurban berupa sepasang burung tekukur atau dua ekor burung merpati yang masih muda. Itulah peraturan yang ditentukan di dalam Hukum Tuhan untuk orang yang mau mengadakan upacara penyucian. Mereka juga bermaksud menyerahkan Yesus kepada Tuhan. Sebab, di dalam Hukum Tuhan tertulis begini, “Setiap anak laki-laki yang pertama, harus diserahkan kepada Tuhan.”
23
(2:22)
24
(2:22)
25
Pada waktu itu, di Yerusalem ada seorang bernama Simeon. Ia orang baik yang takut akan Allah. Ia sedang menunggu saatnya Allah menyelamatkan bangsa Israel.
26
Roh Allah menyertai dia. Roh Allah mengatakan bahwa ia tidak akan meninggal dunia sebelum melihat Raja Penyelamat yang datang dari Allah.
27
Roh Allah menggerakkan hati Simeon untuk masuk ke Rumah Tuhan. Pada waktu itu, Yesus yang masih kecil itu dibawa masuk oleh Yusuf dan Maria untuk dipersembahkan kepada Tuhan.
28
Ketika mereka masuk, Simeon mengambil Anak itu dan menggendong-Nya serta memuji Allah. Ia berkata,
29
“Tuhan, Engkau sudah menepati janji-Mu. Jadi, sekarang biarlah saya meninggal dengan tenang.
30
Sebab, saya sudah melihat Penyelamat yang Kauberikan, dan yang telah Kaupersiapkan
31
supaya dilihat oleh semua orang di seluruh dunia.
32
Ia bagaikan terang yang membuat bangsa-bangsa bukan Yahudi mengenal kehendak-Mu dan yang membuat umat-Mu orang Israel dihormati.”
33
Ayah dan ibu Yesus heran mendengar Simeon berkata begitu tentang Anak mereka.
34
Lalu Simeon meminta Tuhan memberkati mereka. Kemudian ia berkata kepada Maria, ibu Anak itu, “Allah sudah menentukan bahwa Anak ini akan menyebabkan banyak orang Israel menjauh dari Tuhan atau mendekat pada Tuhan. Allah mengutus Dia untuk membuat orang mengerti apa yang belum mereka pahami. Banyak orang akan menentang Dia.
35
Dengan demikian Ia menunjukkan apa yang mereka pikirkan dalam hati. Dan hatimu akan terasa sakit seperti ditusuk pedang yang tajam.”
36
Di Yerusalem ada juga seorang nabi wanita yang sudah tua sekali. Umurnya sudah delapan puluh empat tahun. Namanya Hana.
37
Ia anak Fanuel dari suku Asyer. Sesudah kawin tujuh tahun, suaminya meninggal dan ia menjadi janda. Ia tinggal terus di Rumah Tuhan dan beribadat kepada-Nya siang dan malam dengan berdoa dan berpuasa.
38
Tepat pada waktu itu, ia juga datang dan memuji Allah karena sudah memberikan Yesus. Hana terus berbicara mengenai Yesus kepada semua orang yang sedang menunggu saatnya Allah melepaskan Yerusalem dari kesusahan.
39
[Yusuf dan Maria kembali bersama Yesus ke Nazaret] Setelah Yusuf dan Maria melakukan semua yang harus mereka lakukan menurut Hukum Tuhan, mereka pulang ke kota Nazaret di Galilea.
40
Yesus bertambah besar dan kuat. Ia bijaksana sekali dan Allah sangat mengasihi Dia.
41
[Yesus di Rumah Tuhan] Sekali setahun, biasanya orang Yahudi merayakan peringatan pembebasan mereka dari perbudakan di Mesir. Hari itu disebut Hari Raya Paskah. Karena itu, setiap tahun ayah dan ibu Yesus pergi ke kota Yerusalem untuk merayakan hari itu.
42
Ketika Yesus berumur dua belas tahun, mereka sekeluarga pergi ke perayaan itu seperti biasanya.
43
Sesudah perayaan itu selesai, mereka pulang. Tetapi, Yesus tertinggal di Yerusalem. Orang tua-Nya tidak tahu bahwa Ia masih di situ.
44
Mereka pikir, Ia ada bersama orang-orang lain yang juga sedang dalam perjalanan pulang ke Nazaret. Sesudah berjalan sepanjang hari, barulah mereka mulai mencari Dia di antara sanak saudara dan teman-teman mereka.
45
Tetapi, mereka tidak menemukan Dia. Maka mereka kembali ke Yerusalem dan mulai mencari-Nya di sana.
46
Pada hari yang ketiga, mereka menemukan Dia di dalam Rumah Tuhan di tengah-tengah beberapa guru agama. Ia sedang duduk mendengarkan pembicaraan guru-guru agama itu. Ia juga mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada mereka.
47
Dan setiap kali mereka mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepada-Nya, Ia menjawabnya dengan sangat bijaksana, sehingga semua orang kagum.
48
Orang tua-Nya juga heran melihat Ia bersoal jawab dengan guru-guru agama di situ. Ibu-Nya bertanya, “Nak, mengapa Kaulakukan ini kepada kami? Aku dan ayah-Mu cemas sekali. Kami mencari Engkau ke mana-mana.”
49
Yesus menjawab, “Mengapa Ayah dan Ibu mencari Aku? Apakah Ayah dan Ibu tidak tahu bahwa Aku harus berada di rumah Bapa-Ku?”
50
Tetapi, orang tua-Nya tidak mengerti maksud-Nya.
51
Kemudian Yesus pulang bersama mereka ke Nazaret. Ia tinggal di sana dengan mereka dan taat kepada mereka. Tetapi, ibu-Nya tidak dapat melupakan peristiwa itu. Ia tetap mengingat dan memikirkan hal itu.
52
Yesus bertambah besar dan kuat serta bijaksana. Orang-orang suka kepada-Nya dan Allah semakin mengasihi-Nya.
← Chapter 1
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 3 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24