bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Luke 22
Luke 22
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 21
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 23 →
1
[Yudas setuju untuk membantu musuh-musuh Yesus] Perayaan Paskah sudah dekat.
2
Imam-imam kepala dan para pemimpin agama Yahudi ingin membunuh Yesus, tetapi mereka takut kepada orang banyak. Jadi, mereka mencari jalan untuk membunuh Dia secara diam-diam.
3
Pada waktu itu, Iblis masuk ke dalam hati Yudas yang disebut juga Iskariot. Ia seorang dari dua belas pengikut Yesus yang dekat dengan Yesus.
4
Yudas pergi kepada imam-imam kepala dan para kepala pengawal Rumah Tuhan dan berkata bahwa ia bersedia menyerahkan Yesus kepada mereka.
5
Mereka senang sekali dengan usul itu dan berjanji untuk memberi uang kepadanya.
6
Yudas setuju, lalu mulai mencari waktu yang baik untuk menyerahkan Yesus kepada para imam kepala tanpa diketahui orang.
7
[Pengikut-pengikut Yesus menyiapkan makanan Paskah] Ketika tiba waktunya untuk perayaan itu dan domba harus disembelih untuk makanan Paskah,
8
Yesus memanggil Petrus dan Yohanes, yaitu dua orang pengikut-Nya. Ia berkata kepada mereka, “Pergilah kalian menyiapkan makanan Paskah untuk kita!”
9
“Di mana Bapak mau kami menyiapkan perjamuan itu?” tanya mereka.
10
Yesus menjawab, “Pergilah ke Yerusalem. Nanti begitu kalian memasuki kota itu, seorang laki-laki yang sedang membawa sebuah kendi berisi air, akan menemui kalian. Ikutilah dia sampai ke rumah yang dimasukinya.
11
Katakanlah kepada pemilik rumah itu, ‘Bapak Guru ingin tahu di mana tempat Ia dan pengikut-pengikut-Nya akan mengadakan perjamuan Paskah.’
12
Pemilik rumah itu akan menunjukkan kepada kalian sebuah ruangan besar di loteng. Di ruangan itu sudah tersedia semua yang kita perlukan. Siapkanlah perjamuan itu di situ!”
13
Maka pergilah Petrus dan Yohanes ke Yerusalem. Ketika mereka baru saja memasuki kota itu, terjadilah semua yang telah Yesus katakan. Lalu mereka menyiapkan perjamuan itu.
14
[Perjamuan terakhir dengan Yesus] Ketika hari mulai malam, Yesus dan pengikut-pengikut-Nya masuk ke ruangan itu,
15
lalu duduk untuk menikmati perjamuan. Sementara makan, Yesus berkata kepada para pengikut-Nya, “Aku ingin sekali makan dengan kalian dalam perjamuan ini sebelum Aku ditangkap dan dihukum mati.
16
Kalian harus tahu bahwa Aku tidak akan menikmati perjamuan seperti ini lagi sampai Dunia Baru dari Allah datang. Pada waktu itulah kalian akan mengerti apa arti perjamuan ini.”
17
Kemudian Yesus mengambil segelas anggur dan mengucap terima kasih kepada Allah. Lalu Ia berkata, “Ambillah ini dan bagi-bagikanlah di antaramu.
18
Aku mau kalian tahu bahwa Aku tidak akan minum anggur ini lagi sampai Dunia Baru dari Allah datang dan Allah memerintah sebagai Raja.”
19
Sesudah itu, Yesus mengambil roti dan mengucap terima kasih kepada Allah. Lalu Ia membelah-belah roti itu dan memberikannya kepada pengikut-pengikut-Nya serta berkata, “Roti ini adalah tubuh-Ku yang diserahkan untuk kalian. Makanlah supaya kalian ingat kepada-Ku.”
20
Begitu juga setelah mereka makan, Ia mengambil piala yang berisi anggur dan memberikannya kepada mereka sambil berkata, “Piala dengan anggur ini adalah perjanjian baru yang dibuat antara Allah dengan umat-Nya. Perjanjian itu dijamin oleh kematian-Ku untuk kalian.”
21
“Tetapi lihatlah! Orang yang mengkhianati-Ku ada di sini bersama-Ku!
22
Aku sebagai Anak Manusia memang akan mati seperti yang sudah ditentukan oleh Allah. Tetapi, celakalah orang yang mengkhianati Aku!”
23
Karena Yesus berkata begitu, maka pengikut-pengikut Yesus mulai bertanya-tanya satu sama lain mengenai siapa dari antara mereka yang akan melakukan hal itu.
24
[Pemimpin harus menjadi seperti pelayan] Pengikut-pengikut Yesus bertengkar mengenai siapa dari antara mereka yang akan dianggap paling penting.
25
Yesus berkata kepada mereka, “Bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah mempunyai raja yang menindas rakyatnya dan raja-raja itu menamakan diri sebagai ‘Pelindung Rakyat’.
26
Tetapi kalian tidak boleh begitu! Sebaliknya, orang yang terbesar di antara kalian haruslah menjadi seperti yang terkecil dan orang yang memimpin haruslah menjadi seperti seorang pelayan.
27
Siapakah yang lebih besar: Orang yang duduk makan di meja, atau yang melayani dia? Tentu saja orang yang duduk itu yang lebih besar! Tetapi, Aku sudah melakukan pekerjaan seorang pelayan di antara kalian.
28
Selama Aku mengalami banyak kesusahan, kalianlah yang tetap setia mendampingi-Ku.
29
Bapa-Ku sudah memberikan kepada-Ku hak untuk memerintah umat-Nya. Maka Aku pun memberikan hak itu juga kepada kalian.
30
Karena itu, kalian nanti boleh turut bersenang-senang dengan-Ku apabila Aku memerintah sebagai Raja. Kalian akan diberi kuasa untuk memerintah kedua belas kelompok bangsa keturunan nenek moyang kita Israel.”
31
[Ramalan bahwa Petrus akan menyangkali Yesus] Yesus berkata, “Simon, dengarkan! Allah sudah mengizinkan Iblis untuk menguji kalian semua. Dengan demikian, orang yang setia bisa dipisahkan dari yang tidak setia; seperti orang memisahkan gandum dari kulitnya.
32
Tetapi, Aku sudah meminta kepada Allah untuk engkau, Simon, supaya Ia menjaga jangan sampai engkau berhenti percaya kepada-Ku. Dan nanti apabila engkau sudah diuji dan engkau kembali kepada-Ku, engkau harus menolong teman-temanmu, sesama pengikut-Ku, supaya mereka semakin percaya kepada-Ku.”
33
Petrus menjawab, “Tuhan, Aku bersedia masuk penjara dengan Tuhan dan mati bersama Tuhan!”
34
“Percayalah, Petrus,” kata Yesus, “malam ini juga sebelum ayam berkokok, engkau sudah tiga kali menyangkal bahwa engkau mengenal-Ku.”
35
[Sebuah peringatan kepada pengikut-pengikut Yesus] Setelah itu, Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Dahulu Aku pernah mengutus kalian untuk memberitakan Kabar Baik dari Allah. Pada waktu itu, Aku tidak mengizinkan kalian membawa dompet, kantong, atau sepatu, bukan? Apakah kalian kekurangan apa-apa pada waktu itu?” “Tidak,” jawab mereka.
36
“Tetapi sekarang,” kata Yesus, “kalau kalian keluar untuk memberitakan Kabar Baik dari Allah dan kalian mempunyai dompet atau kantong, bawalah dompet dan kantong itu. Bawalah juga pedang. Dan kalau tidak mempunyai pedang, juallah jubahmu untuk membeli pedang.
37
Di dalam Kitab Suci ada ayat yang berbunyi begini: ‘Ia diperlakukan sebagai penjahat.’ Ayat itu adalah mengenai Aku. Dan percayalah bahwa semua yang ditulis di dalam Kitab Suci mengenai Aku, harus terjadi.”
38
“Tuhan,” kata pengikut-pengikut Yesus, “lihat, di sini ada dua pedang.” “Sudahlah,” jawab Yesus, “tidak usah bicara mengenai itu lagi.”
39
[Yesus berdoa di Bukit Zaitun] Yesus dan pengikut-pengikut-Nya meninggalkan kota dan pergi, seperti biasanya, ke Bukit Zaitun.
40
Ketika sampai di bukit itu, Ia berkata kepada mereka, “Kalian harus berdoa, supaya apabila kalian dicobai, kalian tidak berbuat dosa.”
41
Setelah berkata begitu, Yesus meninggalkan mereka dan pergi agak jauh sedikit dari situ, kira-kira sejauh tiga puluh meter. Lalu di tempat itu Ia berlutut dan berdoa kepada Allah. Ia berkata,
42
“Bapa, Aku mohon, sekiranya boleh, janganlah biarkan penderitaan ini menimpa-Ku. Tetapi, kalau Bapa memang mau supaya Aku menanggungnya, Aku bersedia.” [
43
Seorang malaikat datang kepada-Nya dan menghibur serta menguatkan hati-Nya.
44
Yesus sangat menderita dalam hati-Nya sehingga Ia semakin sungguh-sungguh berdoa. Keringat-Nya seperti darah menetes ke tanah.]
45
Setelah selesai berdoa, Yesus kembali lagi kepada pengikut-pengikut-Nya. Ia menemukan mereka sedang tidur, karena mereka sangat sedih.
46
Lalu Ia berkata kepada mereka, “Mengapa kalian tidur? Bangunlah sekarang dan mintalah Allah menolong supaya kalian tidak mengalami cobaan.”
47
[Yesus ditangkap] Sementara Yesus masih berbicara, datang serombongan orang. Mereka dipimpin oleh Yudas, salah seorang pengikut Yesus. Yudas mendekati Yesus lalu mencium Dia.
48
Tetapi Yesus berkata kepadanya, “Yudas, apakah kau mencium-Ku untuk menyerahkan Aku, Anak Manusia, kepada musuh-musuh-Ku?”
49
Ketika pengikut-pengikut Yesus yang ada di situ melihat apa yang akan terjadi, mereka berkata kepada Yesus, “Tuhan, kami serang saja mereka dengan pedang!”
50
Lalu salah seorang di antara mereka memukul hamba Imam Agung dengan pedang sehingga putus telinga kanannya.
51
Tetapi Yesus berkata, “Berhenti!” Lalu Ia menjamah telinga orang itu dan menyembuhkannya.
52
Di antara orang-orang yang datang ke situ untuk menangkap Yesus, ada juga imam-imam kepala, perwira-perwira pengawal Rumah Tuhan, dan pemimpin-pemimpin bangsa Yahudi. Yesus berkata kepada mereka, “Mengapa kalian datang menangkap-Ku dengan memakai pedang dan pentungan? Apakah Aku ini penjahat?
53
Setiap hari Aku dan kalian ada bersama-sama di Rumah Tuhan, dan kalian tidak menangkap Aku. Tetapi, memang inilah saatnya kalian bertindak -- saat penguasa kejahatan melakukan keinginannya.”
54
[Petrus berkata bahwa ia tidak mengenal Yesus] Orang-orang yang datang ke tempat Yesus itu, menangkap Yesus dan membawa Dia ke rumah Imam Agung. Petrus mengikuti Dia dari jauh dan masuk sampai ke halaman rumah Imam Agung.
55
Di tengah-tengah halaman itu, orang sudah menyalakan api unggun dan ada orang-orang yang sudah duduk di sekeliling api itu. Petrus datang dan duduk di situ bersama mereka.
56
Seorang pelayan wanita melihat Petrus duduk di situ. Ia memperhatikan Petrus, lalu berkata, “Orang ini juga pengikut Yesus!”
57
Tetapi, Petrus menyangkal. Ia berkata, “Saya sama sekali tidak mengenal orang itu!”
58
Sesaat kemudian seorang lain melihat Petrus. Orang itu berkata, “Engkau juga seorang dari antara pengikut orang itu!” Tetapi, Petrus menjawab, “Tidak, saya bukan pengikut Dia!”
59
Kira-kira satu jam kemudian, seorang lain berkata lagi, “Memang orang ini pengikut Yesus itu!” Dan ia berkeras bahwa Petrus adalah pengikut Yesus sebab Petrus juga orang Galilea!
60
Tetapi, Petrus menjawab, “Apa maksudmu, saya tidak tahu!” Saat itu juga, sementara Petrus masih berbicara, ayam berkokok.
61
Yesus menoleh dan memandang Petrus. Lalu Petrus teringat Tuhan sudah berkata kepadanya, “Malam ini juga, sebelum ayam berkokok, kau sudah tiga kali berkata kepada orang-orang bahwa kau tidak mengenal Aku.”
62
Maka Petrus keluar dari situ dan menangis tersedu-sedu.
63
[Para pengawal mempermainkan dan memukuli Yesus] Para pengawal yang sedang menjaga Yesus, mempermainkan dan memukuli Dia.
64
Mereka menutup mata-Nya lalu bertanya kepada-Nya, “Siapa yang memukul Engkau? Coba terka!”
65
Dan mereka melontarkan banyak lagi kata-kata penghinaan kepada-Nya.
66
[Yesus diadili oleh Mahkamah Agama orang Yahudi] Pagi harinya, pemimpin-pemimpin orang Yahudi, imam-imam kepala, dan guru-guru agama berkumpul. Lalu Yesus dibawa ke hadapan Mahkamah Agama dan diadili di situ.
67
“Beritahukan kepada kami,” kata mereka, “apakah Engkau ini Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah?” Yesus menjawab, “Sekalipun Aku memberitahukan kepadamu bahwa Aku Raja Penyelamat yang dijanjikan oleh Allah, kalian tidak akan percaya.
68
Dan kalau Aku mengajukan pertanyaan kepadamu, kalian juga tidak akan menjawab.
69
Tetapi mulai sekarang, Aku, Anak Manusia, akan menerima penghormatan dan kekuasaan bersama Allah Yang Mahakuasa.”
70
Mereka semua berkata, “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Yesus menjawab, “Kalian sendiri berkata bahwa Aku Anak Allah!”
71
Maka mereka berkata, “Tidak perlu lagi memanggil saksi! Kita sudah mendengar sendiri pengakuan-Nya!”
← Chapter 21
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 23 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24