bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Luke 6
Luke 6
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 5
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 7 →
1
[Perdebatan mengenai hari Sabat] Pada suatu hari Sabat, Yesus dan pengikut-pengikut-Nya sedang berjalan melewati sebuah ladang gandum. Pengikut-pengikut-Nya memetik gandum di ladang itu, lalu menggosoknya dengan tangan untuk mengupas kulitnya kemudian memakan gandumnya.
2
Ada orang-orang Farisi yang melihat hal itu. Mereka berkata, “Mengapa kalian melakukan hal ini pada hari Sabat? Kalian melanggar peraturan agama kita!”
3
Yesus menjawab, “Masakan kalian belum pernah membaca apa yang dilakukan oleh Daud ketika ia dan anak buahnya lapar!
4
Ia masuk ke dalam Rumah Tuhan dan mengambil dari situ roti yang sudah dipersembahkan kepada Allah. Lalu ia makan roti itu dan memberikannya kepada anak buahnya juga. Padahal menurut hukum agama kita, hanya imam-imam saja yang boleh makan roti itu, orang lain tidak boleh.”
5
Kemudian Yesus menambahkan, “Anak Manusia berkuasa menentukan peraturan hari Sabat!”
6
[Yesus menyembuhkan orang yang tangannya lumpuh sebelah] Pada suatu hari Sabat yang lain, Yesus pergi mengajar di rumah ibadat. Di situ ada orang yang tangannya lumpuh sebelah.
7
Ada juga di situ beberapa guru agama dan orang-orang Farisi. Mereka ingin melihat Yesus membuat kesalahan supaya mereka bisa mengadukan Dia kepada yang berwajib. Jadi, pada hari Sabat itu mereka terus memperhatikan apakah Ia akan menyembuhkan orang.
8
Yesus tahu apa yang mereka pikirkan. Jadi, Yesus berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, “Mari berdiri di sini di depan!” Maka orang itu bangun dan berdiri di depan.
9
Yesus bertanya kepada orang-orang yang ada di situ, “Aku mau bertanya kepada kalian. Menurut agama kita, kita boleh berbuat apa pada hari Sabat? Berbuat baik atau berbuat jahat? Menyelamatkan orang atau mencelakakan orang?”
10
Setelah berkata begitu, Yesus memandang sekelilingnya kepada orang-orang yang ada di situ, lalu Ia berkata kepada orang yang tangannya lumpuh itu, “Ulurkan tanganmu!” Orang itu mengulurkan tangannya, dan tangannya pun sembuh.
11
Guru-guru agama dan orang-orang Farisi yang ada di situ marah sekali. Mereka mulai berunding mengenai apa yang dapat mereka lakukan terhadap Yesus.
12
[Yesus memilih dua belas pengikut-Nya untuk menjadi rasul] Pada waktu itu Yesus naik ke sebuah bukit untuk berdoa. Sepanjang malam Ia berdoa di situ.
13
Ketika hari sudah mulai terang, Ia memanggil pengikut-pengikut-Nya lalu memilih dua belas orang dari antara mereka, dan Ia menamakan kedua belas pengikut-Nya itu rasul. Inilah nama-nama mereka:
14
Simon, yang oleh Yesus dinamakan Petrus Andreas saudara Simon Yakobus Yohanes Filipus Bartolomeus Matius Tomas Yakobus anak Alfeus Simon yang disebut juga si Pahlawan Yudas anak Yakobus Yudas, anak Iskariot, yang kemudian mengkhianati Yesus.
15
(6:14)
16
(6:14)
17
[Yesus mengajar dan menyembuhkan orang] Setelah itu Yesus turun dari bukit itu bersama dengan rasul-rasul-Nya. Ketika tiba di kaki bukit, Ia berdiri di tempat yang datar bersama dengan banyak pengikut-pengikut-Nya yang lain. Di situ ada banyak sekali orang yang datang dari mana-mana di seluruh Yudea dan Yerusalem, bahkan dari kota Tirus dan Sidon di tepi laut.
18
Mereka datang untuk mendengar Yesus mengajar dan untuk meminta Ia menyembuhkan mereka dari penyakit mereka. Orang-orang yang kemasukan roh jahat datang juga ke sana dan mereka disembuhkan.
19
Semua orang berusaha menjamah Yesus sebab ada kuasa yang keluar dari diri-Nya -- kuasa yang menyembuhkan mereka semua.
20
[Keberuntungan dan kemalangan] Yesus memandang kepada pengikut-pengikut-Nya dan berkata, “Beruntunglah kalian yang miskin kalian adalah anggota umat Allah!
21
Beruntunglah kalian yang sekarang ini lapar; Allah akan memberikan semua yang kalian perlukan! Beruntunglah kalian yang sekarang ini bersedih hati Allah akan membuat kalian gembira!
22
Beruntunglah kalian kalau kalian dibenci, dan tidak diterima oleh orang serta dihina dan nista, karena kalian adalah pengikut Anak Manusia;
23
nabi-nabi zaman dahulu juga dibenci, dihina dan dinista! Bergembiralah, apabila hal itu terjadi, sebab Allah sudah siap di surga untuk membalas kalian dengan berlimpah-limpah!
24
Tetapi, celakalah kalian yang kaya sekarang ini; kalian sudah menerima kesenanganmu!
25
Celakalah kalian yang sekarang ini kenyang; kalian nanti akan kelaparan! Celakalah kalian yang tertawa sekarang ini; kalian nanti akan bersedih hati dan menangis!
26
Celakalah kalian kalau semua orang memuji kalian, sebab nenek moyang mereka juga memuji nabi-nabi palsu pada zaman dahulu!”
27
[Yesus mengajar supaya orang mengasihi musuh] Yesus masih mengajar orang-orang. Ia berkata, “Nah, kepada kalian yang mendengar ajaran-Ku hari ini, inilah pesan-Ku buat kalian: Kalian harus mengasihi orang yang memusuhi kalian. Kalian harus berbuat baik kepada orang yang membenci kalian.
28
Kalau ada orang mengutuk kalian, mintalah Allah memberkati dia. Kalau orang berlaku jahat kepadamu, berdoalah untuk dia.
29
Kalau orang menampar pipimu yang sebelah kiri, biarkan dia menampar pipimu yang sebelah kanan juga. Kalau orang merampas jubahmu, berikanlah kepadanya bajumu juga.
30
Jika orang meminta sesuatu kepadamu, berikanlah itu kepadanya, jangan ditahan. Dan jika orang merampas sesuatu milikmu, biarkan dia mengambilnya, jangan memintanya kembali.
31
Bagaimanakah kalian ingin orang lain memperlakukan kalian? Nah, perlakukanlah mereka juga seperti itu!
32
Apa istimewanya kalau kalian mengasihi orang yang mengasihi kalian? Tidak ada istimewanya! Sebab, orang berdosa pun mengasihi orang yang mengasihi mereka!
33
Dan apa istimewanya kalau kalian berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada kalian? Tidak ada istimewanya! Sebab, orang berdosa pun berbuat baik kepada orang yang berbuat baik kepada mereka!
34
Dan kalau kalian memberi pinjaman uang kepada orang yang dapat membayar kembali pinjaman itu, apakah ada keistimewaannya dalam perbuatanmu itu? Tidak ada istimewanya! Sebab, orang berdosa pun memberi pinjaman kepada orang lain, tetapi mereka menagihnya kembali! Kalian tidak boleh begitu!
35
Sebaliknya, kalian harus mengasihi orang yang memusuhi kalian dan kalian harus berbuat baik kepada mereka. Berilah pinjaman kepada orang lain dan jangan berharap mendapatnya kembali! Kalau kalian melakukan hal-hal itu, Allah akan membalas perbuatanmu itu dengan berkat yang berlimpah-limpah. Kalian akan menjadi orang-orang yang mempunyai sifat-sifat seperti Allah Yang Mahatinggi! Sebab, Allah baik hati kepada orang yang tidak tahu berterima kasih dan kepada orang yang mementingkan diri sendiri!
36
Kalian harus berbelaskasihan kepada semua orang seperti Bapamu di surga juga berbelaskasihan kepada semua orang!”
37
[Mengenai menghakimi orang lain] Yesus melanjutkan ajaran-Nya. Ia berkata, “Jangan kalian menghakimi orang lain, maka kalian sendiri tidak akan dihakimi oleh Allah. Jangan menghukum orang lain, maka kalian sendiri juga tidak akan dihukum oleh Allah. Ampunilah orang yang bersalah kepadamu, maka kalian sendiri pun akan diampuni oleh Allah.
38
Kalian harus bermurah hati kepada orang lain, maka Allah juga akan bermurah hati kepadamu. Kalian akan menerima berkat dari Allah dengan berlimpah-limpah dan ditakar padat-padat. Sebab, takaran yang kalian pakai untuk orang lain, akan dipakai Allah juga untukmu.”
39
Setelah mengatakan semua itu, Yesus memberikan kepada mereka contoh yang mengandung pelajaran berikut ini. Yesus berkata, “Kalau orang buta memimpin orang buta yang lain, pasti kedua-duanya akan jatuh ke dalam selokan.
40
Tidak ada murid yang lebih besar daripada gurunya. Tetapi, murid yang sudah lulus akan menjadi sama seperti gurunya.
41
Kalau di dalam mata saudaramu ada sepotong kayu yang kecil sekali, mengapa kalian sangat memperhatikan kayu yang kecil itu, padahal di matamu sendiri ada kayu yang besar dan kalian tidak memperhatikannya?
42
Tidak mungkin kalian dapat mengatakan kepada saudaramu, ‘Mari saya keluarkan kayu yang kecil itu dari matamu!’ kalau kayu besar yang ada di matamu sendiri tidak kalian lihat! Kalian munafik! Keluarkan dulu kayu besar yang ada di dalam matamu sendiri, supaya kalian bisa melihat dengan jelas, baru kalian dapat mengeluarkan kayu kecil yang ada di dalam mata saudaramu itu!”
43
[Buah yang baik dan buah yang jelek] Yesus berkata lagi, “Pohon yang subur tidak menghasilkan buah yang jelek. Begitu juga sebaliknya, pohon yang tidak subur tidak akan menghasilkan buah yang baik.
44
Kalau orang mau mengenal sebuah pohon, lihat saja pada buahnya! Tidak mungkin belukar berduri menghasilkan buah ara, dan tidak mungkin semak berduri menghasilkan buah anggur! Begitu juga dengan orang.
45
Orang yang baik akan berbuat hal-hal yang baik karena dalam hatinya ada banyak sekali hal-hal yang baik. Orang yang jahat akan berbuat hal-hal yang jahat karena dalam hatinya ada banyak sekali hal-hal yang jahat. Sebab, apa yang melimpah di dalam hati orang, itulah juga yang akan keluar lewat ucapan-ucapannya!”
46
[Dua pondasi yang berbeda] Yesus berkata, “Kalian memanggil Aku, ‘Tuhan, Tuhan,’ tetapi mengapa kalian tidak melakukan apa yang Aku suruh kalian lakukan?
47
Ada orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan ajaran-ajaran-Ku, lalu ia melakukan apa yang Kuajarkan kepada mereka. Seperti siapakah orang seperti itu dapat kita umpamakan? Aku akan menunjukkan kepadamu.
48
Mereka adalah seperti orang yang membangun rumah. Ia menggali dalam-dalam, lalu membuat pondasi pada batu. Rumah itu kuat sekali. Kalau datang banjir dan air sungai meluap sehingga melanda rumah itu, rumah itu tidak akan dapat diguncangkan, sebab dibangun di atas pondasi yang baik.
49
Ada juga orang yang datang kepada-Ku dan mendengar ajaran-ajaran-Ku, tetapi tidak melakukan apa yang Kuajarkan kepadanya. Ia adalah seperti orang yang membangun rumah begitu saja di atas tanah tanpa pondasi. Pada waktu air sungai meluap dan menghantam rumah itu, rumah itu langsung roboh dan rusak berat!”
← Chapter 5
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 7 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24