bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Mark 6
Mark 6
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 5
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 7 →
1
[Yesus pulang ke Nazaret] Yesus pulang ke kampung halaman-Nya di Nazaret dan pengikut-pengikut-Nya pergi bersama Dia.
2
Ketika tiba hari Sabat, yaitu hari beribadat untuk orang Yahudi, Yesus pergi ke rumah ibadat dan mengajar. Banyak orang hadir di situ. Mereka semua heran mendengar pengajaran Yesus. Mereka bertanya, “Dari mana Ia tahu semua itu? Kepandaian apa ini yang diberikan kepada-Nya? Bagaimana Ia melakukan hal-hal yang ajaib?
3
Dia tukang kayu anak Maria! Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon itu saudara-saudara-Nya. Dan saudara-saudara-Nya yang perempuan pun ada di kota kita ini!” Maka mereka tidak mau menerima ajaran-Nya.
4
Yesus berkata kepada mereka, “Di mana-mana orang menghormati seorang nabi. Tetapi, di kotanya sendiri dan oleh sanak saudara serta keluarganya, nabi tidak dihormati.”
5
Di kota Nazaret Yesus tidak dapat melakukan satu keajaiban pun. Ia hanya meletakkan tangan-Nya ke atas beberapa orang sakit dan menyembuhkan mereka.
6
(6:6a) Ia heran bahwa mereka tidak percaya kepada-Nya. (6:6b) [Yesus mengutus dua belas pengikut-Nya] Kemudian Yesus pergi di kampung-kampung sekitar tempat itu dan mengajar orang-orang.
7
Ia memanggil kedua belas pengikut-Nya dan menyuruh mereka berkumpul. Lalu ia mengutus mereka berdua-dua dan Ia memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh jahat dari dalam orang-orang. Sebelum mereka berangkat,
8
Ia memberi perintah ini kepada mereka, “Jangan membawa apa-apa di perjalanan, selain tongkat. Jangan membawa makanan, jangan membawa kantong sedekah, jangan membawa uang.
9
Pakailah sepatu, tetapi jangan membawa dua helai baju.
10
Kalau kalian tiba di sebuah kota dan orang-orang di situ menerima kalian, tinggallah di satu rumah saja sampai kalian pergi dari kota itu, jangan pindah-pindah.
11
Tetapi kalau kalian sampai di suatu tempat, dan orang-orang di situ tidak mau menerima kalian atau tidak mau mendengar berita yang kalian sampaikan kepada mereka, tinggalkan tempat itu dan kebaskan debu yang menempel di kakimu. Itu akan menjadi peringatan kepada orang-orang di tempat itu!”
12
Setelah menerima perintah itu, kedua belas pengikut Yesus itu pergi dan memberitahukan kepada orang-orang bahwa mereka harus berhenti berbuat dosa dan mulai melakukan apa yang dikehendaki Allah.
13
Pengikut-pengikut Yesus juga mengusir banyak roh jahat dan menyembuhkan banyak orang sakit dengan mengoleskan minyak zaitun pada mereka.
14
[Yohanes Pembaptis dihukum mati] Raja Herodes mendengar tentang semua yang dilakukan Yesus. Sebab, di seluruh Galilea, orang berbicara mengenai keajaiban-keajaiban yang dilakukan-Nya. Ada yang berkata, “Ia Yohanes Pembaptis yang hidup kembali! Itu sebabnya Ia mempunyai kuasa untuk melakukan keajaiban.”
15
Tetapi, ada pula yang berkata, “Dia Elia.” Yang lain lagi berkata, “Dia nabi, seperti seorang nabi zaman dahulu.”
16
Ketika Herodes mendengar itu, ia berkata, “Ini tentu Yohanes Pembaptis. Dahulu saya menyuruh orang memancung kepalanya. Sekarang ia hidup kembali!”
17
Memang dahulu Herodes sudah menyuruh orang menangkap Yohanes dan memerintahkan supaya ia diikat dan dimasukkan ke dalam penjara. Herodes melakukan itu karena Yohanes berulang kali menegur dia mengenai Herodias. Sebab, Herodes sudah mengawini Herodias iparnya sendiri, istri saudaranya yang bernama Filipus.
18
Yohanes terus berkata kepada Herodes, “Engkau tidak boleh kawin dengan istri saudaramu. Itu melanggar hukum agama!”
19
Karena itu, Herodias dendam kepada Yohanes dan ingin membunuh dia. Tetapi, Herodias tidak dapat melakukan hal itu karena dihalang-halangi Herodes.
20
Sebab, Herodes sudah menyuruh orang menjaga Yohanes baik-baik, karena ia takut kepada Yohanes. Ia tahu Yohanes orang yang baik, yang diutus oleh Allah. Dan memang setiap kali Yohanes berbicara, Herodes suka mendengarkannya. Tetapi, setiap kali ia mendengarkan Yohanes, ia menjadi gelisah sekali.
21
Akhirnya Herodias mendapat kesempatan pada hari ulang tahun Herodes. Pada waktu itu, Herodes mengadakan pesta untuk semua pejabat tinggi kerajaan, untuk perwira-perwira, dan untuk tokoh-tokoh masyarakat Galilea.
22
Di pesta itu anak gadis Herodias menari dan tariannya menyenangkan hati Herodes dan tamu-tamunya.
23
Karena itu, Herodes berkata kepada gadis itu, “Kau boleh minta apa saja yang kauinginkan. Aku bersumpah bahwa sekalipun engkau minta separuh dari kerajaanku, aku akan memberikannya kepadamu!”
24
Lalu gadis itu keluar dan bertanya kepada ibunya, “Ibu, apa sebaiknya yang akan saya minta?” Ibunya menjawab, “Mintalah kepala Yohanes Pembaptis.”
25
Gadis itu cepat-cepat kembali kepada Herodes dan berkata, “Saya minta kepala Yohanes Pembaptis sekarang juga di atas baki!”
26
Permintaan itu membuat Herodes sedih. Tetapi, ia sudah bersumpah di depan para tamu, jadi ia tidak dapat menolak permintaan itu.
27
Karena itu, ia langsung memerintahkan seorang pengawal untuk pergi mengambil kepala Yohanes. Pengawal itu segera pergi ke penjara dan memancung kepala Yohanes.
28
Lalu ia membawa kepala itu di atas baki dan menyerahkannya kepada gadis itu. Dan gadis itu memberikannya kepada ibunya.
29
Ketika pengikut-pengikut Yohanes mendengar hal itu, mereka pergi mengambil jenazah Yohanes dan menguburkannya.
30
[Yesus memberi makan lima ribu orang] Setelah melakukan apa yang diperintahkan Yesus kepada mereka, kedua belas pengikut Yesus itu kembali dan berkumpul lagi dengan Yesus. Mereka melaporkan semua yang telah mereka lakukan dan ajarkan kepada orang-orang.
31
Pada waktu itu, banyak sekali orang datang ke tempat Yesus berada. Yang satu datang, yang lain pergi. Begitu seterusnya sehingga Yesus dan pengikut-pengikut-Nya tidak mempunyai waktu sama sekali, biarpun hanya untuk makan. Karena itu, Yesus berkata kepada kedua belas pengikut-Nya, “Mari kita pergi ke tempat yang sepi di mana kita bisa sendirian, supaya kalian dapat beristirahat sedikit.”
32
Maka mereka berangkat dengan perahu menuju ke tempat yang sepi.
33
Tetapi, banyak orang melihat mereka ketika mereka berangkat. Orang-orang itu tahu siapa mereka. Jadi, dari semua kota di daerah itu, orang-orang keluar dan berlari melalui jalan darat mendahului Yesus dan pengikut-pengikut-Nya ke tempat yang akan didatangi Yesus.
34
Ketika Yesus turun dari perahu, ia melihat orang banyak itu sudah ada di situ. Mereka seperti domba yang tidak mempunyai gembala. Ia kasihan kepada mereka dan mulai mengajarkan banyak hal kepada mereka.
35
Ketika hari sudah mulai malam, pengikut-pengikut Yesus berkata kepada Yesus, “Bapak Guru, tempat ini sepi, dan hari sudah hampir malam.
36
Lebih baik Bapak menyuruh orang-orang ini pergi supaya mereka bisa membeli makanan di desa-desa dan kampung-kampung di sekitar sini.”
37
Tetapi Yesus menjawab, “Kalian saja yang memberi mereka makan!” Pengikut-pengikut Yesus menyahut, “Bagaimana mungkin? Untuk membeli roti bagi orang-orang ini, harus ada uang sebanyak gaji delapan bulan!”
38
Lalu Yesus berkata, “Kalian punya berapa roti? Coba periksa!” Maka mereka pergi memeriksanya, lalu kembali kepada-Nya dan berkata, “Ada lima roti dan dua ekor ikan.”
39
Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Suruh orang-orang itu duduk berkelompok di atas rumput.”
40
Maka orang banyak itu duduk berkelompok secara teratur. Ada yang seratus orang sekelompok dan ada yang lima puluh orang sekelompok.
41
Yesus mengambil lima roti dan dua ikan itu, lalu menengadah ke langit dan mengucap terima kasih kepada Allah. Kemudian Ia membelah-belah roti itu dengan tangan-Nya dan memberikannya kepada pengikut-pengikut-Nya supaya dibagi-bagikan kepada orang banyak itu. Begitu juga dengan kedua ikan itu. Ia membagi-bagikannya kepada mereka semua dan
42
mereka makan sampai kenyang.
43
Lalu pengikut-pengikut Yesus mengumpulkan roti dan ikan yang tidak dimakan, semuanya ada dua belas bakul penuh.
44
Ada kira-kira lima ribu orang laki-laki yang makan pada waktu itu.
45
[Yesus berjalan di atas air] Setelah itu, Yesus langsung menyuruh pengikut-pengikut-Nya naik ke perahu dan berlayar mendahului Dia ke kota Betsaida di seberang Danau Galilea. Sementara itu, Ia tinggal dan menyuruh orang banyak itu pulang.
46
Setelah mengucapkan selamat jalan kepada mereka, Yesus pergi ke sebuah bukit untuk berdoa di situ.
47
Hari sudah malam ketika perahu yang ditumpangi pengikut-pengikut Yesus itu berada di tengah-tengah danau. Pada waktu itu Yesus masih sendirian di darat,
48
tetapi Ia melihat mereka mendayung perahu dengan susah payah, sebab angin berlawanan arah dengan perahu. Karena itu, kira-kira antara pukul tiga dan enam pagi Ia pergi kepada mereka dengan berjalan di atas air. Ia berjalan seolah-olah akan melewati mereka,
49
tetapi mereka melihat Dia berjalan di atas air. Dan mereka berpikir itu hantu, jadi mereka berteriak ketakutan.
50
Saat itu juga Yesus berbicara kepada mereka. Ia berkata, “Tenanglah! Aku Yesus, jangan takut!”
51
Lalu Ia masuk ke dalam perahu mereka, dan angin pun reda.
52
Mereka heran sekali, sebab mereka belum bisa memahami arti dari keajaiban yang dibuat Yesus ketika Ia memberi makan lima ribu orang. Hal itu terlalu sulit untuk mereka.
53
[Yesus menyembuhkan orang-orang sakit di Genesaret] Yesus dan pengikut-pengikut-Nya sampai di Genesaret dan berlabuh di sana.
54
Ketika mereka keluar dari perahu, orang-orang langsung mengenali Dia. Mereka segera pergi ke mana-mana ke seluruh daerah itu dan mengambil orang-orang mereka yang sakit. Mereka meletakkan orang-orang sakit itu di atas tikar dan membawanya kepada Yesus.
55
Kalau mereka mendengar bahwa Yesus ada di suatu tempat, mereka pergi ke sana membawa orang-orang sakit itu.
56
Ke mana saja Yesus pergi, baik ke desa, ke kota atau ke kampung, orang juga selalu pergi ke sana sambil membawa orang-orang mereka yang sakit ke alun-alun. Mereka minta supaya Yesus mengizinkan orang-orang sakit itu menyentuh jubah Yesus, meskipun hanya ujungnya. Semua yang menyentuhnya menjadi sembuh.
← Chapter 5
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 7 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16