bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Mark 9
Mark 9
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 8
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 10 →
1
Akhirnya Yesus berkata, “Percayalah, di antara kalian di sini ada yang masih hidup untuk melihat Allah memerintah manusia dengan kuasa yang ada pada-Nya.”
2
[Yesus, Musa dan Elia] Enam hari setelah itu, Yesus mengajak Petrus, Yakobus, dan Yohanes naik ke sebuah gunung yang tinggi. Hanya mereka sendiri di tempat itu, tidak ada orang lain. Di situ mereka melihat rupa Yesus berubah.
3
Pakaian-Nya menjadi putih berkilauan. Tidak ada seorang binatu pun di dunia ini yang bisa mencuci seputih itu.
4
Ketiga pengikut Yesus itu melihat Yesus bercakap-cakap dengan Elia dan Musa.
5
Lalu Petrus berkata kepada Yesus, “Bapak Guru, enak sekali kita di sini! Baiklah kami mendirikan tiga kemah di sini: Satu untuk Bapak, satu untuk Musa, dan satu lagi untuk Elia.”
6
Petrus dan kedua pengikut yang lain itu takut sekali sehingga mereka tidak tahu mau berkata apa.
7
Lalu ada awan datang dan bayangan awan itu menutupi mereka. Dari awan itu terdengar suara yang berkata, “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi. Kamu harus mendengarkan Dia!”
8
Petrus, Yakobus, dan Yohanes melihat cepat-cepat ke sekeliling mereka, tetapi Musa dan Elia tidak kelihatan lagi, hanya Yesus yang ada di situ bersama mereka.
9
Lalu mereka turun dari gunung itu, dan sementara turun Yesus berkata kepada mereka, “Ingat, kalau Aku, Anak Manusia, belum hidup kembali dari kematian, jangan sekali-kali memberitahukan kepada siapa pun apa yang kalian lihat tadi.”
10
Petrus, Yakobus, dan Yohanes menaati perintah itu. Tetapi di antara mereka sendiri, mereka mulai bertanya-tanya, “Apa maksud Yesus dengan ‘hidup kembali dari kematian?’”
11
Lalu mereka bertanya kepada Yesus, “Bapak Guru, mengapa guru-guru agama berkata bahwa yang datang lebih dahulu haruslah Elia?”
12
Yesus menjawab, “Memang Elia datang lebih dahulu untuk mempersiapkan semuanya. Tetapi, bagaimanakah dengan Anak Manusia? Mengapa dalam Kitab Suci tertulis bahwa Ia harus banyak menderita dan dihina orang?
13
Tetapi, Aku berkata kepadamu bahwa Elia sudah datang dan orang memperlakukan dia semau mereka. Itu cocok dengan yang sudah tertulis tentang dia di dalam Kitab Suci.”
14
[Yesus menyembuhkan seorang anak laki-laki yang kemasukan roh jahat] Ketika Yesus dan ketiga pengikut-Nya sudah berada kembali bersama pengikut-pengikut yang lain, mereka melihat banyak orang di situ. Beberapa guru agama sedang berdebat dengan pengikut-pengikut Yesus.
15
Segera setelah orang banyak itu melihat Yesus datang, mereka heran karena tidak menyangka akan melihat Dia di situ. Maka mereka berlari kepada-Nya dan menyambut Dia.
16
Yesus bertanya kepada pengikut-pengikut-Nya, “Apa yang kalian persoalkan dengan orang-orang itu?”
17
Seorang di antara orang banyak itu menjawab, “Bapak Guru, anak saya kemasukan roh jahat; ia bisu.
18
Kalau roh jahat itu menyerang dia, ia dibanting ke tanah, mulutnya berbusa, giginya mengertak dan seluruh badannya kejang. Saya minta kepada pengikut-pengikut Bapak supaya mengusir roh jahat itu, tetapi mereka tidak bisa.”
19
Yesus berkata kepada mereka, “Bukan main kalian! Kalian kurang percaya kepada Aku! Sampai kapan Aku harus terus berada bersama kalian dan sabar terhadap kalian? Bawa anak itu kemari!”
20
Maka mereka membawa anak itu kepada Yesus. Begitu roh jahat itu melihat Yesus, ia membuat anak itu kejang sehingga anak itu jatuh terguling-guling di tanah dan dari mulutnya keluar busa.
21
“Sudah berapa lama ia begini?” tanya Yesus kepada bapak anak itu. “Sejak kecil,” jawab bapaknya.
22
“Sudah sering roh jahat itu membanting dia ke dalam api dan ke dalam air supaya ia mati. Kasihanilah kami, dan tolonglah kami kalau Bapak bisa!”
23
“Apa katamu? Kalau Bapak bisa?” tanya Yesus. “Segalanya bisa, asal orang percaya bahwa Allah bisa melakukannya!”
24
Langsung ayah anak itu berteriak, “Saya percaya! Tolonglah saya lebih percaya lagi!”
25
Yesus melihat bahwa orang banyak itu mulai datang berkerumun. Karena itu, Ia berkata dengan keras kepada roh jahat itu, “Roh tuli dan bisu, Aku perintahkan kau keluar dari anak ini dan jangan sekali-kali masuk lagi ke dalamnya!”
26
Roh jahat itu berteriak, lalu membuat anak itu kejang, kemudian keluar dari anak itu. Anak itu kelihatan seperti mayat sehingga semua orang berkata, “Ia sudah mati!”
27
Tetapi, Yesus memegang tangannya dan menolong dia berdiri. Maka anak itu berdiri.
28
Setelah Yesus di rumah, pengikut-pengikut-Nya datang dan berbicara kepada-Nya pada waktu tidak ada seorang lain pun bersama mereka. Mereka bertanya, “Bapak Guru, mengapa kami tidak bisa mengusir roh jahat itu dari anak itu?”
29
Yesus menjawab, “Roh jahat semacam itu tidak bisa diusir dengan cara apa pun, kecuali dengan berdoa.”
30
[Yesus berbicara kepada pengikut-pengikut-Nya bahwa Ia akan dihukum mati] Yesus dan pengikut-pengikut-Nya sedang berjalan melalui Galilea. Di dalam perjalanan itu Ia mengajar pengikut-pengikut-Nya bahwa Ia, yakni Anak Manusia yang diutus Allah, akan ditangkap dan dibunuh, tetapi sesudah tiga hari Ia akan hidup kembali.
31
Karena Ia sedang mengajar mereka tentang hal itu, Ia tidak mau orang tahu di mana Ia berada.
32
Pengikut-pengikut Yesus tidak mengerti apa yang diajarkan Yesus, tetapi mereka takut bertanya kepada-Nya.
33
[Siapa yang terbesar?] Yesus dan dua belas pengikut-Nya tiba di kota Kapernaum. Setelah mereka masuk ke dalam rumah, Yesus bertanya kepada pengikut-pengikut-Nya, “Tadi kalian membicarakan apa di tengah jalan?”
34
Mereka diam, tidak menjawab apa-apa. Sebab, di tengah jalan mereka bertengkar mengenai siapa yang terbesar di antara mereka.
35
Yesus duduk dan memanggil mereka, lalu berkata, “Siapa saja yang ingin menjadi nomor satu ia harus terlebih dahulu mau menjadi yang terakhir dan melayani semua orang.”
36
Setelah itu, Yesus memanggil seorang anak kecil dan menyuruh dia berdiri di depan mereka semua. Yesus memeluk anak itu dan berkata kepada pengikut-pengikut-Nya,
37
“Siapa saja yang menerima seorang anak seperti ini karena ingin menyenangkan-Ku, berarti orang itu menerima-Ku. Dan siapa saja yang menerima-Ku, ia bukan menerima Aku saja, tetapi juga menerima Allah yang mengutus Aku!”
38
[Siapa tidak memusuhi kita, ia teman kita] Yohanes berkata kepada Yesus, “Bapak Guru, kami melihat orang mengusir roh jahat dengan memakai nama Bapak. Kami menyuruh dia berhenti melakukan hal itu karena ia bukan pengikut Bapak seperti kami.”
39
“Jangan melarang dia,” kata Yesus, “sebab tidak seorang pun dapat membuat keajaiban dengan memakai nama-Ku dan sekaligus mengatakan hal-hal yang jahat terhadap Aku.
40
Sebab, siapa saja yang tidak memusuhi kita, ia teman kita.
41
Percayalah, siapa saja yang memberi minum kepadamu oleh karena kalian pengikut Raja Penyelamat, orang itu pasti akan menerima upahnya dari Allah.”
42
[Peringatan supaya jangan membuat orang lain berdosa] Yesus berkata, “Siapa saja yang menyebabkan seorang dari antara anak-anak kecil ini tidak lagi percaya kepada-Ku, lebih baik sebuah batu besar diikatkan pada lehernya dan ia dibuang ke dalam laut.
43
Karena itu, kalau tanganmu membuat engkau tidak percaya lagi kepada-Ku, potong saja tangan itu! Lebih baik tanganmu buntung sebelah tetapi engkau hidup bersama Allah, daripada engkau mempunyai dua tangan tetapi masuk neraka, yaitu api yang menyala untuk selama-lamanya.
44
Di situ ulat tidak bisa mati dan api tidak bisa padam.
45
Dan kalau kakimu membuat engkau tidak percaya lagi kepada-Ku, potong saja kaki itu! Lebih baik kakimu buntung sebelah tetapi engkau hidup bersama Allah, daripada engkau mempunyai dua kaki tetapi dibuang ke dalam neraka.
46
Di situ ulat tidak bisa mati dan api tidak bisa padam.
47
Kalau matamu membuat engkau tidak percaya lagi kepada-Ku, cungkil saja mata itu! Lebih baik matamu hilang sebelah tetapi engkau hidup bersama Allah, daripada engkau mempunyai dua mata tetapi dibuang ke dalam neraka.
48
Di situ ulat tidak bisa mati dan api tidak bisa padam.
49
Setiap orang akan dimurnikan dengan api.
50
Garam itu baik tetapi kalau garam itu menjadi tawar, tidak mungkin menjadikannya asin kembali. Kalian harus menjadi seperti garam; hiduplah bersama-sama dengan rukun!”
← Chapter 8
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 10 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16