bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Matthew 13
Matthew 13
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 12
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 14 →
1
[YESUS MEMAKAI CERITA KIASAN UNTUK MENGAJAR ORANG Cerita tentang benih] Pada suatu hari, Yesus meninggalkan rumah dan pergi ke tepi Danau Galilea. Ia duduk di situ dan mulai mengajar.
2
Banyak sekali orang berkumpul di sekeliling Yesus sehingga sukar bagi-Nya untuk berbicara. Karena itu, Ia pergi dan duduk di dalam perahu, sedangkan orang banyak itu berdiri di pantai.
3
Yesus memakai cerita kiasan untuk mengajarkan banyak hal kepada mereka. Yesus berkata, “Ada seorang petani pergi untuk menanam gandum. Ia menaburkan benih gandum itu di seluruh ladangnya.
4
Ada benih yang jatuh di jalan. Burung datang dan memakan benih-benih itu sampai habis.
5
Ada benih yang jatuh di tempat berbatu yang tanahnya sedikit. Tidak lama kemudian benih-benih itu tumbuh.
6
Tetapi, ketika matahari bersinar terik, tunas-tunas itu layu lalu kering dan mati. Sebab, akarnya tidak masuk cukup jauh ke dalam tanah.
7
Ada juga benih yang jatuh di tengah-tengah tanaman berduri. Tanaman-tanaman berduri itu tumbuh dan menghimpit tunas-tunas gandum yang masih muda itu sampai tumbuhan gandum itu mati.
8
Tetapi, ada juga benih yang jatuh di tanah yang subur. Benih gandum itu tumbuh dan banyak hasilnya. Ada yang menghasilkan seratus kali lipat, ada yang enam puluh dan ada yang tiga puluh.”
9
Setelah Yesus mengakhiri cerita itu, Ia berkata, “Kalian sudah mendengarkan apa yang Kukatakan kepadamu. Jadi, perhatikanlah itu!”
10
[Mengapa Yesus memakai cerita kiasan untuk mengajar orang] Pengikut-pengikut Yesus datang kepada Yesus dan bertanya, “Mengapa Bapak memakai cerita kiasan kalau Bapak mengajar orang?”
11
Yesus menjawab, “Tuhan Allah baik hati kepadamu sehingga Ia membuat kalian mengerti bagaimana keadaannya kalau Allah memerintah manusia. Tetapi, orang lain tidak diberikan-Nya pengertian tentang hal itu.
12
Sebab, kepada orang yang sudah mengerti sedikit, Allah akan membuat dia makin mengerti sampai sungguh-sungguh mengerti. Tetapi, terhadap orang yang tidak mengerti, Allah akan membuat dia sama sekali tidak mengerti apa-apa.
13
Apa sebab Aku memakai cerita kiasan untuk mengajar orang-orang? Sebab, mereka terus melihat tetapi seperti tidak melihat apa-apa. Mereka terus mendengar, tetapi seperti tidak memperhatikan dan tidak mengerti apa-apa.
14
Memang benar apa yang dikatakan Allah tentang mereka melalui Nabi Yesaya. Allah berkata, ‘Orang-orang itu terus mendengar tetapi tidak mengerti. Mereka terus memperhatikan tetapi tidak tahu apa yang terjadi.
15
Sebab, mereka bodoh; mereka menutup telinga dan memejamkan mata mereka. Seandainya mereka tidak melakukan hal itu, tentu mereka akan dapat mendengar, dapat melihat, dan dapat mengerti. Lalu mereka akan kembali kepada-Ku, dan Aku akan menyembuhkan mereka.’
16
Tetapi, kalian yang mengikuti Aku memang beruntung sekali. Tuhan sudah memberikan mata yang bisa melihat dan telinga yang bisa mendengar pada kalian.
17
Pada zaman dahulu banyak nabi dan orang yang taat kepada Allah ingin sekali melihat yang kalian lihat sekarang ini, tapi mereka tidak melihatnya. Mereka ingin mendengarkan apa yang kalian dengarkan sekarang ini, tetapi mereka tidak mendengarnya.”
18
[Yesus menerangkan arti cerita mengenai benih] Yesus terus mengajar pengikut-pengikut-Nya. Ia berkata, “Sekarang dengarkanlah arti dari cerita tentang benih itu.
19
Ada orang yang mendengar Kabar Baik tentang bagaimana Allah memerintah manusia, tetapi mereka tidak mengerti maksudnya. Mereka seperti benih yang jatuh di jalan. Sama seperti burung yang datang dan menghabiskan benih-benih itu, begitu juga si Jahat itu datang dan mengambil apa yang sudah didengarkan oleh orang-orang itu.
20
Ada lagi orang lain yang mendengar Kabar Baik itu dan segera menerimanya dengan senang hati. Mereka seperti benih yang jatuh di tempat berbatu yang tanahnya hanya sedikit.
21
Kabar Baik yang mereka dengarkan itu tidak masuk ke dalam hati mereka. Mereka segera lupa akan kabar itu. Maka ketika mereka mengalami kesusahan dan harus menderita karena percaya kepada Kabar Baik itu, mereka langsung tidak percaya lagi.
22
Ada juga orang lain yang mendengar Kabar Baik itu, tetapi mereka terlalu khawatir tentang hidup mereka. Mereka ingin sekali menjadi kaya sehingga tidak mau memikirkan Kabar Baik yang telah mereka dengarkan itu. Mereka seperti benih yang tumbuh di tengah-tengah tanaman berduri. Kabar Baik itu terdesak oleh keinginan mereka untuk menjadi kaya sehingga tidak menghasilkan apa-apa.
23
Sebaliknya, ada juga orang yang sesudah mendengar Kabar Baik itu, mengerti dan berbuat seperti yang disampaikan kabar itu. Mereka seperti benih yang jatuh di tanah yang subur. Mereka bertumbuh dan banyak hasilnya; ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh dan ada yang tiga puluh.”
24
[Cerita tentang gandum dan alang-alang] Pada hari itu, Yesus juga menceritakan beberapa cerita lain kepada orang-orang untuk mengajar mereka tentang keadaan kalau Allah memerintah manusia. Yesus berkata, “Ada seorang petani menanam benih gandum di ladangnya.
25
Pada suatu malam ketika semua orang sedang tidur, datanglah musuhnya dan menabur benih alang-alang di ladang itu.
26
Pada waktu tanaman gandum itu bertumbuh dan mayang-mayangnya mulai muncul, alang-alang itu juga tumbuh. Pekerja-pekerja di ladang itu melihat alang-alang itu tumbuh.
27
Lalu mereka datang kepada petani itu dan berkata, ‘Tuan, kami tahu, Tuan menanam benih gandum yang baik, bukan benih alang-alang! Bagaimana alang-alang itu bisa tumbuh di ladang Tuan?’
28
Petani itu menjawab, ‘Musuh yang menanam alang-alang itu!’ Pekerja-pekerja itu berkata, ‘Apakah Tuan mau kami mencabut alang-alang itu?’
29
‘Tidak,’ jawab petani itu, ‘sebab, kalau alang-alang itu dicabut, nanti gandum itu pun turut tercabut.
30
Biarkan alang-alang itu tumbuh bersama gandum sampai tiba waktunya untuk menuai. Nanti saya akan memberitahukan kepada orang-orang yang menuai supaya alang-alangnya dicabut dahulu, lalu diikat dan dibakar. Kemudian saya akan menyuruh mereka mengumpulkan gandum itu dan menyimpannya di dalam lumbung.’”
31
[Cerita tentang benih sawi yang sangat kecil] Yesus menceritakan lagi sebuah cerita untuk mengajar orang-orang tentang bagaimana keadaannya kalau Allah memerintah manusia. Yesus berkata, “Ada seorang laki-laki. Ia mengambil benih sawi dan menanam benih itu di ladangnya.
32
Biji sawi adalah benih yang paling kecil. Tetapi, kalau benih itu sudah tumbuh, ia menjadi yang terbesar di antara tanam-tanaman. Ia menjadi pohon yang cukup besar sehingga burung-burung dapat membuat sarang di cabang-cabangnya.”
33
[Cerita tentang ragi] Ada lagi sebuah cerita yang diceritakan oleh Yesus untuk mengajar orang-orang tentang bagaimana keadaannya kalau Allah memerintah manusia. Yesus berkata, “Ada seorang wanita. Ia mengambil ragi, lalu mencampurnya dengan empat puluh liter tepung terigu sehingga menjadi adonan. Ragi itu menjadikan seluruh adonan itu mengembang.”
34
[Mengapa Yesus memakai cerita kiasan untuk mengajar orang] Yesus memakai cerita-cerita kiasan untuk mengajar orang banyak tentang bagaimana keadaannya kalau Allah memerintah manusia. Kalau Ia mengajar, Ia selalu memakai cerita-cerita itu.
35
Dahulu seorang nabi pernah berkata begini, “Aku akan memakai cerita kalau Aku berbicara kepada mereka. Aku akan memberitahukan hal-hal yang belum diketahui oleh siapa pun kepada mereka.” Jadi, apa yang dikatakan nabi zaman dulu, sekarang sudah menjadi kenyataan.
36
[Yesus menjelaskan arti cerita tentang gandum dan alang-alang] Yesus meninggalkan orang banyak itu dan masuk ke dalam rumah. Pengikut-pengikut-Nya datang kepada-Nya dan berkata, “Bapak Guru, tolong jelaskan kepada kami apa arti cerita tentang gandum dan alang-alang itu.”
37
Yesus menjawab, “Petani yang menanam benih gandum yang baik itu ialah Anak Manusia yang diutus oleh Allah.
38
Ladang itu ialah dunia ini. Benih yang baik ialah orang-orang yang taat kepada Allah dan sudah menjadi umat-Nya. Benih alang-alang ialah orang-orang yang bersahabat dengan Iblis.
39
Iblis itulah musuh yang menyebarkan benih alang-alang di ladang. Masa untuk mengumpulkan gandum ialah Hari Kiamat. Orang-orang yang disuruh menuai itu ialah malaikat-malaikat.
40
Kalian sudah mendengar bahwa alang-alang itu dikumpulkan dan dibakar di dalam api. Itulah juga yang akan terjadi pada Hari Kiamat dengan orang-orang jahat.
41
Anak Manusia akan menyuruh malaikat-malaikat untuk mengumpulkan mereka bersama semua orang yang menyebabkan orang lain berbuat dosa.
42
Malaikat-malaikat itu akan membuang mereka ke dalam tungku berapi yang menyala-nyala. Di situ mereka akan menangis dan menderita.
43
Dan orang-orang yang sudah menuruti kemauan Allah akan bercahaya seperti matahari di dalam Dunia Baru Allah, Bapa mereka. Kalian sudah mendengarkan semua yang Aku katakan. Jadi perhatikanlah itu!”
44
[Cerita tentang harta yang tersembunyi di dalam tanah] Inilah cerita-cerita lain yang diceritakan oleh Yesus kepada orang-orang untuk mengajar mereka tentang bagaimana keadaannya kalau Allah memerintah manusia. Yesus berkata, “Ada seorang laki-laki menemukan harta yang tersembunyi di dalam tanah. Ia senang sekali mendapat harta itu. Sebab itu, ia memasukkannya kembali ke dalam tanah, lalu pergi dan menjual semua yang dimilikinya. Kemudian ia kembali dan membeli tanah itu.”
45
[Cerita tentang sebutir mutiara] Yesus berkata, “Ada seorang pedagang mencari mutiara-mutiara berharga.
46
Ia menemukan sebutir mutiara yang sangat mahal. Karena itu, ia pergi dan menjual semua yang dimilikinya, lalu kembali dan membeli mutiara itu.”
47
[Cerita tentang jala] Yesus berkata, “Pada suatu hari, ada beberapa orang nelayan menebarkan jalanya ke danau. Mereka mendapat bermacam-macam ikan.
48
Setelah jala itu penuh, mereka menariknya ke pantai, lalu duduk dan memisah-misahkan ikan-ikan itu. Ikan yang baik mereka simpan dalam bakul; sedangkan ikan yang tidak baik, dibuang.
49
Begitu juga nanti pada Hari Kiamat. Malaikat-malaikat akan datang dan memisahkan orang jahat dari orang-orang yang menuruti kemauan Allah.
50
Orang-orang jahat itu akan dikumpulkan dan dibuang ke dalam tungku berapi yang menyala-nyala. Di sana mereka akan menangis dan menderita sekali.”
51
[Barang baru dan barang lama] Yesus bertanya kepada pengikut-pengikut-Nya, “Apakah kalian mengerti semua itu?” “Mengerti!” jawab mereka.
52
Lalu Yesus berkata, “Itu sebabnya setiap guru agama yang sudah menjadi umat Tuhan adalah seperti seorang tuan rumah yang mempunyai tempat simpanan harta. Dari tempat itu ia mengeluarkan barang-barang baru dan barang-barang lama.”
53
[Yesus tidak diterima di Nazaret] Setelah Yesus selesai mengajar, Ia pergi dari tempat itu
54
dan kembali ke kota Nazaret, tempat Ia dibesarkan. Di sana Ia mengajar di rumah ibadat. Orang-orang yang mendengar-Nya heran sekali. Mereka berkata, “Di mana orang ini belajar tentang semua itu? Ia sudah membuat banyak keajaiban! Dari mana Ia mendapat kuasa untuk itu?
55
Bukankah Ia hanya anak tukang kayu? Maria itu ibu-Nya dan Yakobus, Yusuf, Simon, dan Yudas itu saudara-saudara-Nya!
56
Semua saudara-Nya yang perempuan ada di kota ini juga! Dari mana Ia mendapatkan semua itu?”
57
Karena itu, mereka tidak mau menerima Dia. Yesus berkata kepada mereka, “Seorang nabi dihormati di mana-mana. Tetapi, biasanya ia tidak diterima di kotanya sendiri, tempat ia dibesarkan. Keluarganya juga tidak menerima dia.”
58
Karena orang-orang di kota itu tidak percaya kepada Yesus, maka Ia tidak melakukan banyak keajaiban di situ.
← Chapter 12
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 14 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28