bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
/
Matthew 5
Matthew 5
Indonesian Bible (BPJ) - Kitab Perjanjian Baru
← Chapter 4
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 6 →
1
[Yesus mengajar di atas bukit] Banyak sekali orang mengikuti Yesus. Pada suatu hari, Ia naik ke atas sebuah bukit dan di sana Ia duduk dan mengajar mereka. Pengikut-pengikut-Nya berkumpul di sekeliling-Nya.
2
Ia berkata kepada mereka,
3
“Beruntunglah kalian kalau merasa sangat memerlukan Tuhan. Kalian adalah umat Tuhan.
4
Beruntunglah kalian kalau merasa sedih. Tuhan akan menghibur kalian.
5
Beruntunglah kalian kalau rendah hati dan mengikuti Tuhan. Tuhan akan memenuhi janji-Nya kepadamu.
6
Beruntunglah kalian kalau ingin sekali menuruti kemauan Tuhan. Tuhan akan memenuhi keinginanmu itu.
7
Beruntunglah kalian kalau merasa kasihan kepada orang lain. Tuhan pun akan berbelaskasihan kepadamu.
8
Beruntunglah kalian kalau mempersilakan Tuhan tinggal di hatimu. Kalian akan mengenal Tuhan.
9
Beruntunglah kalian kalau suka mendamaikan orang. Tuhan akan mengakui kalian sebagai anak-Nya.
10
Beruntunglah kalian kalau dianiaya orang karena kalian menuruti kemauan Tuhan. Kalian adalah umat Tuhan.
11
Beruntunglah kalian, kalau orang menghinamu dan berbuat jahat kepadamu serta menyebarkan cerita bohong tentang dirimu karena kalian pengikut-Ku.
12
Nabi-nabi yang hidup sebelum kalian pun sudah menderita karena diperlakukan seperti itu. Jadi, kalian harus sungguh-sungguh gembira, sebab Allah sudah menyediakan hadiah yang besar untukmu di surga.”
13
[Yesus mengumpamakan pengikut-pengikut-Nya seperti garam dan terang] Yesus berkata kepada pengikut-pengikut-Nya, “Kalian seperti garam untuk semua orang di seluruh dunia. Kalau garam itu tidak asin lagi, maka tidak ada cara untuk membuatnya menjadi asin kembali. Garam itu sudah tak berguna, akan dibuang dan diinjak-injak orang.
14
Kalian adalah terang untuk seluruh dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat disembunyikan.
15
Tidak ada orang yang menyalakan lampu, lalu menutupnya dengan tempayan! Ia seharusnya menaruh lampu itu di tempat lampu, supaya memberi terang kepada setiap orang di dalam rumah.
16
Begitu juga terangmu harus bersinar di hadapan orang supaya mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik, lalu memuji Bapamu di surga.”
17
[Yesus mengajar tentang hukum-hukum] “Jangan mengira Aku datang untuk mengajar kalian supaya tidak lagi menaati hukum Musa dan ajaran nabi-nabi. Aku datang bukan untuk menghapuskan, tetapi untuk menunjukkan arti yang sesungguhnya dari hukum-hukum dan ajaran-ajaran itu.
18
Ingatlah, sampai Hari Kiamat tak ada satu pun dari hukum-hukum dan ajaran-ajaran itu yang akan dihapuskan! Semua yang tertulis di dalamnya harus terjadi.
19
Orang yang melanggar perintah-perintah itu, sekalipun yang terkecil, dan mengajar orang lain untuk melanggarnya juga, akan dianggap Allah sebagai orang yang paling kecil di antara umat Allah. Sebaliknya, orang yang menjalankan perintah-perintah itu dan mengajar orang lain untuk menjalankannya juga, akan dianggap Allah sebagai yang paling besar di antara umat Allah.
20
Jadi, ingatlah: Kalian hanya dapat menjadi umat Allah kalau kalian lebih sungguh-sungguh menuruti kemauan Allah.”
21
[Yesus mengajar tentang kemarahan] “Kalian tahu bahwa nenek moyang kita diajar begini: Jangan membunuh; siapa yang membunuh, akan diadili.
22
Tetapi, sekarang Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang marah kepada saudaranya, sesama umat Allah, ia akan diadili. Siapa saja yang mengatakan, ‘Sialan kau!’ ia akan dibawa ke hadapan pengadilan agama. Dan siapa saja yang mengatakan, ‘Bodoh kau!’ ia patut dibuang dalam api neraka.
23
Oleh sebab itu, kalau engkau sedang membawa persembahanmu kepada Allah, lalu kau teringat bahwa di antara saudaramu, sesama umat Allah, ada yang sakit hati kepadamu,
24
tinggalkanlah dulu persembahanmu. Pergilah kepada saudaramu itu dan berbaiklah kembali dengan dia. Sesudah itu, barulah kau kembali dan mempersembahkan pemberianmu kepada Allah.
25
Apabila orang mengadukan engkau ke pengadilan, berdamailah dulu dengan dia selama masih ada waktu. Sebab, kalau kalian sudah sampai di pengadilan, ia akan menyerahkan engkau kepada hakim dan hakim itu akan menyerahkan engkau kepada polisi, lalu engkau dimasukkan ke dalam penjara.
26
Dan percayalah, engkau tak akan keluar dari sana sebelum dendamu kaubayar lunas.”
27
[Yesus mengajar tentang perzinaan] “Nenek moyang kita mengajar kita begini juga: Jangan berzina dengan istri atau suami orang lain.
28
Tetapi sekarang Aku berkata kepadamu: Siapa saja yang melihat seorang wanita dengan nafsu sehingga mau tidur dengan wanita itu, orang itu sudah berzina dalam hatinya.
29
Oleh sebab itu, kalau mata kananmu mengakibatkan engkau berbuat dosa, cungkil dan buang saja mata itu! Lebih baik kau kehilangan satu mata daripada seluruh badanmu dibuang ke dalam neraka.
30
Kalau yang menyebabkan engkau berbuat dosa adalah tangan kananmu, potong dan buang saja tangan itu! Lebih baik kehilangan sebelah tangan daripada seluruh badanmu dimasukkan ke dalam neraka.”
31
[Yesus mengajar tentang perceraian] “Nenek moyang kita juga diajar begini: Orang yang menceraikan istrinya harus memberikan surat cerai kepada wanita itu.
32
Tetapi sekarang Aku mengajar begini kepadamu: Seandainya ada seorang laki-laki menceraikan istrinya padahal wanita itu tidak berbuat hal-hal yang tidak baik dengan lelaki lain. Lalu karena diceraikan, wanita itu kawin lagi. Wanita itu dianggap berzina. Tetapi yang menyebabkan dia berzina adalah suaminya yang pertama, sebab ia menceraikan istrinya yang tidak bersalah. Dan lelaki lain yang kawin dengan wanita itu, turut berzina juga.”
33
[Yesus mengajar tentang janji kepada Allah] “Kalian juga sudah dengar bahwa nenek moyang kita diajar begini: Jangan ingkar janji. Kalau kau sudah berjanji dan bersumpah kepada Allah, kau harus melakukan apa yang telah kaujanjikan dengan sumpah itu.
34
Tetapi, sekarang Aku berkata kepadamu: Jangan sekali-kali bersumpah. Jangan bersumpah demi langit, sebab langit adalah tempat Allah memerintah. Jangan juga demi bumi sebab bumi adalah alas kaki Allah.
35
Jangan bersumpah demi Yerusalem sebab kota itu adalah kota Allah, Raja besar.
36
Jangan juga demi kepalamu sebab engkau sendiri tidak dapat membuat sehelai rambut pun menjadi putih atau hitam.
37
Karena itu, katakan saja, ‘Ya,’ tanpa memakai sumpah, atau, ‘Tidak,’ tanpa memakai sumpah. Jika kautambahkan kata-kata lain pada pernyataanmu itu, tambahan itu berasal dari si Iblis.”
38
[Yesus mengajar bahwa orang tidak boleh membalas dendam] “Kalian sudah mendengar ajaran ini: Kalau engkau memukul mata orang sampai matanya cacat, matamu harus balas dipukul sampai cacat juga. Dan kalau kau memukul mulut orang sampai giginya patah, mulutmu pun harus balas dipukul sampai gigimu patah juga.
39
Tetapi, sekarang Aku berkata kepadamu: Apabila orang berbuat jahat kepadamu, janganlah membalas dendam kepadanya. Sebaliknya, apabila orang menampar pipi kananmu, biarkanlah dia menampar pipi kirimu juga.
40
Dan apabila orang membawamu kepada hakim untuk menuntut supaya engkau memberikan bajumu kepadanya, berikanlah mantelmu juga.
41
Apabila seorang penguasa memaksamu memikul barangnya sejauh satu kilometer, pikullah sejauh dua kilometer.
42
Apabila orang meminta sesuatu darimu, berikanlah kepadanya. Dan apabila orang mau meminjam sesuatu darimu, pinjamkanlah itu kepadanya, jangan menolak.”
43
[Yesus mengajar tentang mengasihi musuh] “Kalian sudah mendengar ini: Kasihilah kawan-kawanmu dan bencilah musuh-musuhmu. Tetapi, sekarang Aku berkata kepadamu:
44
Kasihilah musuh-musuhmu dan doakanlah orang-orang yang membuat kalian menderita.
45
Dengan demikian kalian menjadi anak-anak Allah, Bapamu yang di surga. Sebab, Ia menciptakan matahari dan menerbitkannya untuk orang yang baik dan juga untuk orang yang jahat. Ia menurunkan hujan untuk orang yang berbuat baik dan juga untuk orang yang berbuat jahat.
46
Sebab, kalau kalian hanya mengasihi orang yang mengasihimu, janganlah berharap Allah membalas perbuatanmu itu! Para penagih pajak dianggap orang jahat. Meskipun begitu, mereka juga mengasihi orang yang mengasihi mereka!
47
Dan kalau kalian memberi salam hanya kepada kawan-kawanmu saja, perbuatanmu itu tidak berbeda dari perbuatan kebanyakan orang. Orang yang tidak mengenal Allah pun memberi salam kepada kawan-kawan mereka!
48
Allah Bapamu yang di surga mengasihi semua orang dengan sepenuhnya. Jadi, kalian juga harus begitu.”
← Chapter 4
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 6 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28