bible
ra
🌐 Language
English
Español
Français
Deutsch
Português
Italiano
Nederlands
Русский
中文
日本語
한국어
العربية
Türkçe
Tiếng Việt
ไทย
Indonesia
All Languages
Home
/
Indonesian
/
Indonesian VMD 2005
/
1 Samuel 16
1 Samuel 16
Indonesian VMD 2005
← Chapter 15
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 17 →
1
[Samuel Pergi ke Betlehem] TUHAN berkata kepada Samuel, “Berapa lama lagi engkau harus berdukacita karena Saul? Engkau sedih karena dia walaupun aku sudah menolaknya sebagai raja atas Israel. Isilah tabung tandukmu dengan minyak dan pergilah ke Betlehem. Aku mengutus engkau menemui seorang yang bernama Isai, dia tinggal di Betlehem. Salah seorang anaknya telah Kupilih menjadi raja yang baru.”
2
Samuel menjawab, “Jika aku pergi ke sana, Saul akan mendengar hal itu dan dia akan membunuhku.” TUHAN berkata, “Pergilah ke Betlehem dan bawa seekor lembu muda dan katakan, ‘Aku memberikan persembahan kepada TUHAN.’
3
Undanglah Isai turut dalam upacara pemberian kurban itu, di sana Aku memberitahukan kepadamu yang harus kaulakukan selanjutnya. Urapilah orang yang akan Kutunjukkan kepadamu.”
4
Samuel melaksanakan yang diperintahkan TUHAN kepadanya. Ketika dia tiba di Betlehem, para pemimpin kota Betlehem menyambutnya dengan perasaan gemetar sambil bertanya, “Apakah kedatanganmu dalam damai?”
5
Samuel menjawab, “Ya, aku datang dalam damai. Aku datang memberikan persembahan kepada TUHAN. Persiapkanlah dirimu untuk turut bersama aku dalam persembahan kurban ini.” Samuel mempersiapkan Isai dan anak-anaknya. Kemudian Samuel mengundang mereka datang dan ambil bagian dalam persembahan itu.
6
Ketika mereka tiba di tempat upacara, Samuel melihat Eliab dan berpikir, “Pasti orang inilah yang dipilih TUHAN.”
7
TUHAN berkata kepada Samuel, “Eliab memang memiliki tubuh yang tinggi dan tampan, tetapi bukan dia yang Kupilih. Manusia melihat hanya dari segi lahiriahnya saja, tetapi TUHAN melihat hatinya. Eliab bukanlah orang yang tepat.”
8
Setelah itu Isai memanggil anaknya yang kedua, yaitu Abinadab. Abinadab berjalan di depan Samuel. Samuel mengatakan, “Tidak, dia pun bukan pilihan TUHAN.”
9
Kemudian Isai menyuruh Syama tampil ke depan lewat Samuel, tetapi Samuel mengatakan, “Orang ini pun bukan pilihan TUHAN.”
10
Isai menunjukkan ketujuh anaknya kepada Samuel, tetapi Samuel berkata kepada Isai, “TUHAN tidak memilih seorang pun dari mereka.”
11
Kemudian berkatalah Samuel kepada Isai, “Apakah hanya ini semuanya anakmu laki-laki?” Isai mengatakan, “Tidak, masih ada seorang lagi — yang bungsu, ia sedang menggembalakan domba.” Samuel meminta kepada Isai, “Panggillah dia kemari. Kami tidak akan duduk makan sebelum dia datang.”
12
Isai menyuruh seseorang memanggil dan menjemput anak bungsunya. Anaknya itu tampan, seorang pemuda berkulit kemerah-merahan, memiliki perawakan yang menarik. TUHAN berkata kepada Samuel, “Berdirilah, urapi dia. Dialah orangnya.”
13
Samuel mengambil tanduk berisi minyak khusus dan menuangkan isinya ke atas kepala anak bungsu Isai di depan saudara-saudaranya. Sejak hari itu Roh TUHAN ada pada Daud dengan penuh kuasa. Kemudian Samuel kembali ke Rama.
14
[Roh Jahat Mengganggu Saul] Roh TUHAN telah meninggalkan Saul. TUHAN menyuruh roh jahat kepada Saul, yang sangat menyiksanya.
15
Pembantu-pembantu Saul berkata kepadanya, “Roh jahat dari Allah sedang mengganggumu.
16
Perintahkanlah kami untuk mencari seorang pemain kecapi. Jika roh jahat menimpa engkau, dia akan memainkan kecapi untukmu, maka perasaanmu makin baik.”
17
Jadi, berkatalah Saul kepada para hambanya, “Carilah seorang pemain kecapi yang handal dan bawa dia kepadaku.”
18
Salah seorang hamba menjawab, “Aku melihat seorang anak Isai yang tinggal di Betlehem. Ia pandai memainkan kecapi. Ia seorang yang gagah dan pandai berperang, orangnya bijak dan tampan dan TUHAN menyertai dia.”
19
Saul mengutus beberapa utusan kepada Isai dengan pesan, “Kirimkan anakmu yang bernama Daud yang sedang menggembalakan domba kepadaku.”
20
Isai memilih seekor keledai yang dilengkapi dengan roti, sebotol anggur, dan seekor anak kambing, semuanya untuk dihadiahkan kepada Saul melalui anaknya Daud.
21
Daud pergi kepada Saul dan berdiri di hadapannya. Saul sangat menyukainya. Daud menjadi penolongnya yang bertugas membawa senjatanya.
22
Saul mengirim pesan kepada Isai, “Biarlah Daud menjadi hambaku. Aku sangat suka kepadanya.”
23
Setiap kali roh jahat dari Allah menghinggapi Saul, Daud mengambil kecapinya dan memainkannya. Roh jahat itu pun meninggalkan Saul dan dia mulai merasa lebih baik.
← Chapter 15
Jump to:
Chapter 1
Chapter 2
Chapter 3
Chapter 4
Chapter 5
Chapter 6
Chapter 7
Chapter 8
Chapter 9
Chapter 10
Chapter 11
Chapter 12
Chapter 13
Chapter 14
Chapter 15
Chapter 16
Chapter 17
Chapter 18
Chapter 19
Chapter 20
Chapter 21
Chapter 22
Chapter 23
Chapter 24
Chapter 25
Chapter 26
Chapter 27
Chapter 28
Chapter 29
Chapter 30
Chapter 31
Chapter 17 →
All chapters:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31